Steam Boiler kapasitas 100kg – 500kg/jam
Mesin pemanas steam boiler 100kg – 500kg/jam merupakan alat pemanas yang di rakit oleh PT indira mitra boiler dengan merek Lokal IDM. perusahaan kami berdiri sejak tahun 2015 di kec pakuhaji tangerang banten. Bermula dari basic pengalaman di dunia industri di bidang serupa sebelumnya, sehingga menjadi dasar pergerakan team dalam memenuhi kebutuhan barang industry para pelaku bisnis Indonesia. Dengan adanya pengalaman, keilmuan dan naluri untuk memberi pelayanan, IDM menjadi spesialis barang kebutuhan industry yang berhubungan dengan alat penghasil uap panas, boiler dan instrument mechanical maupun electrical. Sehingga para customer mendapatkan wadah yang tepat dalam menjawab setiap tertanyaan seputar ruang lingkup kebutuhan industri dibidang ini.

Steam Boiler manufactur PT IDM banyak di gunakan pada industry kecil menengah, yang di mana kami memberikan solusi dengan menyesuaikan kebutuhan dari custemer. baik dari segi kapasitas steam, kebutuhan bahan bakar yang murah dan mudah di dapat serta menyesuaikan lokasi ruang Boiler. sehingga dapat menekan cost pengeluaran yang tinggi. dan yang terpenting perusahaan kami berkomitmen selalu menjaga hubungan dengan custemer dengan mnerapkan After Sales yang profesional.
Spesifikasi boiler 100 Kg- 500 Kg/jam
Boiler Kapasitas 100kg – 500kg/jam adalah Ketel uap/Bejana tekan berfungsi untuk menghasilkan uap panas dengan kapasitas hingga 500kg/jam, Sebuah ketel uap biasanya merupakan bejana tertutup yang terbuat dari baja. Fungsinya adalah memindahkan panas yang dihasilkan pembakaran bahan bakar ke air yang pada akhirnya akan menghasilkan uap. ada pun spesifikasi dan kontruksi boiler sebagai berikut.
Steam Boiler 100 Kg/Jam
Boiler Uap : 100 kg/jam
Merk : IDM indonesia
Model : WATER TUBE BOILER VERTICAL
Water Content : 10 liter/ 5 menit
Tekanan kerja maksimum : 10 Kg/cm2https://idmboiler.co.id/steam-boiler-vertikal-750-kg-1500-kg/
Bahan Bakar Oli bekas : 5-10 NM3/h
Kapasitas Burner : 100.000 kcal/h
Total Power listrik : 1.1 kw
Steam Boiler 500 Kg/Jam
Boiler Uap : 500 kg/jam
Merk : IDM indonesia
Model : WATER TUBE BOILER VERTICAL
Water Content : 50 liter/ 5 menit
Tekanan kerja maksimum : 10 Kg/cm2
Bahan Bakar Oli bekas : 20-45 NM3/h
Kapasitas Burner : 404.000 kcal/h
Total Power listrik : 1.5 kw
Berikut koreksi fungsi setiap bagian pada boiler vertikal dengan cross tube:
A. Water Level Indicator
Indikator ketinggian air berfungsi menunjukkan level air di dalam boiler agar operator dapat memastikan ketinggian air tetap pada batas aman. Alat ini bukan untuk mengukur suhu air.
B. Fusible Plug
Fusible plug merupakan perangkat keselamatan yang akan meleleh ketika permukaan air terlalu rendah dan temperatur tungku menjadi terlalu tinggi. Pelelehan plug membantu memadamkan api atau menghentikan proses pembakaran untuk mencegah kerusakan boiler. Alat ini bukan untuk menyalakan boiler.
C. Cross Tube
Cross tube berfungsi memperluas permukaan perpindahan panas serta meningkatkan sirkulasi air di dalam boiler. Dengan demikian, proses pemanasan dan pembentukan uap menjadi lebih cepat dan efisien.
D. Furnace
Furnace atau ruang bakar merupakan tempat berlangsungnya proses pembakaran bahan bakar untuk menghasilkan energi panas.
E. Grate
Grate atau kisi-kisi pembakaran merupakan tempat meletakkan bahan bakar padat, seperti batu bara, kayu, atau biomassa. Komponen ini terletak di bagian bawah ruang bakar dan memungkinkan udara pembakaran masuk dari bawah.
F. Vertical Cylindrical Shell
Vertical cylindrical shell merupakan badan utama boiler berbentuk silinder vertikal. Bagian ini menampung air dan uap serta melindungi berbagai komponen internal boiler.
G. Pressure Gauge
Pressure gauge berfungsi mengukur dan menunjukkan tekanan uap di dalam boiler sehingga operator dapat memantau tekanan kerja agar tetap aman.
H. Steam Stop Valve
Steam stop valve berfungsi membuka, mengatur, dan menutup aliran uap dari boiler menuju sistem atau peralatan pengguna uap.
I. Ash Pit
Ash pit merupakan ruang penampungan abu dan sisa pembakaran yang jatuh dari grate. Bagian ini juga membantu jalur masuk udara pembakaran dari bawah.
J. Chimney
Chimney atau cerobong berfungsi mengalirkan gas hasil pembakaran ke atmosfer serta membantu menciptakan tarikan udara alami di dalam ruang bakar.
K. Hand Holes
Hand holes adalah lubang pemeriksaan yang digunakan untuk membersihkan, memeriksa, dan merawat bagian dalam boiler, khususnya cross tube dan endapan kerak. Lubang ini biasanya dilengkapi penutup yang dapat dibuka.
L. Fire Hole
Fire hole adalah lubang pada bagian depan furnace yang digunakan untuk memasukkan bahan bakar padat, menyalakan api, dan memeriksa kondisi pembakaran. Bagian ini bukan tabung pembakaran.
Aplikasi Steam Boiler 100 kg- 500 KG
Seperti pada umumnya boiler merupakan mesin penghasil uap setam yang selanjut nya panas uap setiap akan di manfaatkan oleh suatu proses di berbagai industri slah satunya steam boiler di gunakan untuk aplikasi seperti :
-Pabrik pengalengan
– Pabrik Kosmetik
-Pabrik Makanan
-Perhotelan, air panas/ londry
-Pabrik gamen/ textile
-Pabrik farmasi dll.
Keuntungan Boiler Vertikal 100-500 Kg
Dari sebagian mesin boiler yang akan kita gunakan dalam proses pkerjaan produksi pabrik tentu perlu mengetahui keuntungan dari pada mesin yang kita gunakan di antranya sperti boiler vertikal kapasitas 100-500 kg ini.
-Memepermudah sistem proses pekerjaan
-Pengoprsian yang mudah dengan sistem control yang cangih
-Memiliki dimensi yang ideal tidak terlalu memakan banyak tempat
-Menghasilkan panas steam dengan cepat sekitar 5-10 mnit jadi steam
-Konsumsi bahan bakar hemat dan efesien
-Ramah lingkungan
-Harga mesin yang kompetitif
Studi Kasus dan Perbandingan Steam Boiler 100 Kg/Jam vs 500 Kg/Jam
Pemilihan kapasitas steam boiler vertikal harus disesuaikan dengan kebutuhan uap aktual, jam operasional, tekanan kerja, jenis bahan bakar, serta kemungkinan peningkatan produksi. Kapasitas terlalu kecil menyebabkan tekanan uap tidak stabil, sedangkan kapasitas terlalu besar dapat meningkatkan investasi dan konsumsi bahan bakar.
PT Indira Mitra Boiler menyediakan Steam Boiler Vertical Water Tube IDM Indonesia dalam berbagai kapasitas, termasuk 100 kg/jam dan 500 kg/jam. Kedua model dapat digunakan untuk laundry, industri makanan, tekstil, sterilisasi, pemanasan tangki, dan berbagai proses industri lainnya.
Catatan teknis: Konsumsi oli bekas harus menggunakan satuan liter/jam, bukan Nm³/jam. Satuan Nm³/jam umumnya digunakan untuk bahan bakar gas. Data “Water Content 10 liter/5 menit” lebih tepat ditulis sebagai estimasi kebutuhan air umpan, bukan volume air di dalam boiler.
Steam Boiler 100 Kg/Jam
Steam Boiler 100 Kg/Jam merupakan boiler vertikal berukuran ringkas untuk proses industri dengan kebutuhan uap relatif kecil.
Spesifikasi Steam Boiler 100 Kg/Jam
| Parameter | Spesifikasi |
|---|---|
| Kapasitas produksi uap | 100 kg/jam |
| Merek | IDM Indonesia |
| Model | Vertical Water Tube Boiler |
| Estimasi kebutuhan air umpan | ±10 liter per 5 menit |
| Estimasi kebutuhan air per jam | ±120 liter/jam |
| Tekanan kerja maksimum | 10 kgf/cm² |
| Bahan bakar | Oli bekas yang telah diproses |
| Estimasi konsumsi bahan bakar | ±5–10 liter/jam |
| Kapasitas maksimum burner | 100.000 kcal/jam |
| Kapasitas termal burner | ±116 kW |
| Total daya listrik | ±1,1 kW |
Kebutuhan air umpan sebesar 120 liter/jam merupakan nilai perkiraan. Konsumsi aktual dipengaruhi oleh kapasitas produksi uap, blowdown, kebocoran, kualitas air, kondensat yang kembali, dan kondisi operasi boiler.
Aplikasi Boiler 100 Kg/Jam
Steam boiler berkapasitas 100 kg/jam dapat digunakan untuk:
- Laundry skala kecil dan menengah
- Setrika uap
- Produksi tahu dan tempe
- Perebusan makanan
- Sterilisasi peralatan
- Pemanasan tangki kecil
- Industri batik
- Usaha pengolahan jamur
- Dapur produksi
- Proses farmasi dan kosmetik skala kecil
Boiler ini cocok untuk perusahaan yang baru memulai produksi atau mempunyai kebutuhan uap tidak lebih dari sekitar 80–100 kg/jam.
Steam Boiler 500 Kg/Jam
Steam Boiler 500 Kg/Jam mempunyai kapasitas lima kali lebih besar dibandingkan boiler 100 kg/jam. Boiler ini dirancang untuk proses industri dengan kebutuhan uap lebih tinggi dan berlangsung secara kontinu.
Spesifikasi Steam Boiler 500 Kg/Jam
| Parameter | Spesifikasi |
|---|---|
| Kapasitas produksi uap | 500 kg/jam |
| Merek | IDM Indonesia |
| Model | Vertical Water Tube Boiler |
| Estimasi kebutuhan air umpan | ±50 liter per 5 menit |
| Estimasi kebutuhan air per jam | ±600 liter/jam |
| Tekanan kerja maksimum | 10 kgf/cm² |
| Bahan bakar | Oli bekas yang telah diproses |
| Estimasi konsumsi bahan bakar | ±20–45 liter/jam |
| Kapasitas maksimum burner | 404.000 kcal/jam |
| Kapasitas termal burner | ±470 kW |
| Total daya listrik | ±1,5 kW |
Konsumsi bahan bakar 20–45 liter/jam merupakan kisaran estimasi. Nilai aktual bergantung pada nilai kalor oli, kadar air, viskositas, temperatur pemanasan bahan bakar, efisiensi boiler, tekanan uap, dan persentase beban boiler.
Aplikasi Boiler 500 Kg/Jam
Boiler uap 500 kg/jam dapat digunakan untuk:
- Laundry komersial berkapasitas besar
- Industri garmen dan tekstil
- Pabrik makanan dan minuman
- Produksi tahu dan pengolahan kedelai
- Rumah sakit
- Sterilisasi peralatan
- Industri farmasi
- Pemanasan tangki proses
- Pengolahan karet
- Industri kosmetik
- Proses pengeringan
- Industri pengolahan hasil pertanian
Boiler 500 kg/jam lebih sesuai untuk pabrik yang mengoperasikan beberapa mesin pengguna uap secara bersamaan.
Perbandingan Steam Boiler 100 Kg/Jam dan 500 Kg/Jam
| Parameter | Boiler 100 Kg/Jam | Boiler 500 Kg/Jam |
|---|---|---|
| Kapasitas uap | 100 kg/jam | 500 kg/jam |
| Tekanan maksimum | 10 kgf/cm² | 10 kgf/cm² |
| Estimasi air umpan | ±120 liter/jam | ±600 liter/jam |
| Konsumsi oli bekas | ±5–10 liter/jam | ±20–45 liter/jam |
| Kapasitas burner | 100.000 kcal/jam | 404.000 kcal/jam |
| Kapasitas burner dalam kW | ±116 kW | ±470 kW |
| Total daya listrik | ±1,1 kW | ±1,5 kW |
| Skala penggunaan | Kecil–menengah | Menengah–besar |
| Pola operasi | Intermiten atau ringan | Kontinu |
| Kebutuhan ruang | Lebih kecil | Lebih besar |
| Investasi awal | Lebih rendah | Lebih tinggi |
Studi Kasus Boiler 100 Kg/Jam untuk Laundry
Sebuah usaha laundry mempunyai empat unit setrika uap dengan konsumsi rata-rata 15 kg uap per jam untuk setiap unit.
Perkiraan kebutuhan uap:
4×15=60 kg uap/jam4 \times 15 = 60\ \text{kg uap/jam}
Tambahkan margin kapasitas sebesar 20%:
60×1,20=72 kg uap/jam60 \times 1{,}20 = 72\ \text{kg uap/jam}
Dengan kebutuhan sekitar 72 kg uap/jam, Steam Boiler 100 Kg/Jam masih mencukupi. Boiler memiliki cadangan kapasitas sekitar 28 kg/jam untuk mengantisipasi kehilangan panas dan perubahan beban.
Jika semua mesin tidak selalu beroperasi bersamaan, pemilihan boiler 100 kg/jam akan lebih ekonomis dibandingkan menggunakan boiler berkapasitas 500 kg/jam.
Estimasi Konsumsi Bahan Bakar
Apabila konsumsi oli bekas rata-rata 7 liter/jam dan boiler beroperasi selama 8 jam:
7×8=56 liter/hari7 \times 8 = 56\ \text{liter/hari}
Jika harga oli bekas siap bakar Rp5.000/liter:
56×Rp5.000=Rp280.000/hari56 \times Rp5.000 = Rp280.000/hari
Nilai ini hanya estimasi dan perlu dikonfirmasi melalui combustion setting serta pengukuran konsumsi aktual.
Studi Kasus Boiler 500 Kg/Jam untuk Industri Makanan
Sebuah pabrik makanan mempunyai beberapa mesin pengguna uap:
| Peralatan | Kebutuhan Uap |
|---|---|
| Tangki pemasakan pertama | 120 kg/jam |
| Tangki pemasakan kedua | 120 kg/jam |
| Mesin sterilisasi | 80 kg/jam |
| Pemanas air proses | 60 kg/jam |
| Kehilangan pada jalur distribusi | 30 kg/jam |
| Total kebutuhan | 410 kg/jam |
Kebutuhan uap total mencapai sekitar 410 kg/jam. Oleh karena itu, Steam Boiler 500 Kg/Jam dapat digunakan dengan beban operasi sekitar:
410500×100%=82%\frac{410}{500}\times100\%=82\%
Pengoperasian pada beban sekitar 82% masih memberikan cadangan kapasitas sebesar 90 kg/jam. Cadangan tersebut dapat digunakan saat permintaan uap meningkat atau ketika mesin beroperasi secara bersamaan.
Estimasi Konsumsi Bahan Bakar
Apabila konsumsi aktual oli bekas sekitar 35 liter/jam dan waktu operasi 8 jam:
35×8=280 liter/hari35 \times 8 = 280\ \text{liter/hari}
Dengan asumsi harga bahan bakar Rp5.000/liter:
280×Rp5.000=Rp1.400.000/hari280 \times Rp5.000 = Rp1.400.000/hari
Perhitungan biaya harus disesuaikan dengan kualitas bahan bakar, beban boiler, efisiensi pembakaran, dan lama operasi aktual.
Mengapa Boiler 500 Kg/Jam Tidak Selalu Lebih Boros?
Boiler yang lebih besar tidak selalu lebih boros apabila kapasitasnya sesuai dengan beban proses. Konsumsi bahan bakar terutama ditentukan oleh jumlah uap yang diproduksi dan efisiensi sistem.
Namun, boiler 500 kg/jam menjadi tidak ekonomis jika hanya digunakan untuk menghasilkan 50–80 kg uap/jam secara terus-menerus. Burner akan lebih sering hidup dan mati, temperatur tidak stabil, serta kehilangan panas dari badan boiler menjadi lebih besar dibandingkan energi yang digunakan proses.
Sebaliknya, boiler 100 kg/jam tidak boleh dipaksakan untuk melayani kebutuhan 150–200 kg uap/jam. Kondisi tersebut dapat menyebabkan:
- Tekanan uap sulit tercapai
- Burner terus bekerja pada beban maksimum
- Konsumsi bahan bakar meningkat
- Kualitas uap menurun
- Air dapat terbawa bersama uap
- Produksi terganggu
- Umur peralatan menjadi lebih pendek
Persyaratan Penggunaan Oli Bekas sebagai Bahan Bakar
Tidak semua oli bekas dapat langsung digunakan untuk burner boiler. Bahan bakar harus diproses dan diperiksa terlebih dahulu.
Sistem bahan bakar sebaiknya dilengkapi dengan:
- Tangki penyimpanan
- Tangki harian
- Strainer atau filter
- Fuel transfer pump
- Burner fuel pump
- Fuel heater
- Temperature controller
- Pressure gauge
- Regulator tekanan
- Jalur sirkulasi bahan bakar
- Drain untuk membuang air dan endapan
Oli yang mengandung banyak air, lumpur, logam, atau bahan kimia dapat menyebabkan nozzle tersumbat, pembakaran tidak stabil, asap hitam, kerak, dan kerusakan fuel pump.
Penggunaan oli bekas juga harus mengikuti ketentuan lingkungan dan perizinan yang berlaku karena termasuk material yang memerlukan pengelolaan khusus.
Sistem Keselamatan Boiler Vertikal
Steam boiler harus dilengkapi sistem keselamatan yang memadai, antara lain:
- Safety valve
- Pressure gauge
- Water level indicator
- Low-water level cut-off
- High-pressure switch
- Flame detector
- Burner control
- Feedwater pump
- Check valve
- Steam stop valve
- Blowdown valve
- Emergency stop
- Alarm tekanan dan level air
Burner harus otomatis berhenti ketika level air terlalu rendah, tekanan uap terlalu tinggi, api gagal terbentuk, atau terjadi gangguan pada sistem bahan bakar.
Kesimpulan
Steam Boiler 100 Kg/Jam lebih sesuai untuk laundry, UKM, dapur produksi, sterilisasi kecil, serta proses dengan kebutuhan uap maksimal sekitar 80–100 kg/jam.
Sementara itu, Steam Boiler 500 Kg/Jam direkomendasikan untuk pabrik makanan, tekstil, rumah sakit, farmasi, pemanasan tangki, dan proses industri yang membutuhkan sekitar 350–500 kg uap/jam.
Pemilihan boiler tidak boleh hanya berdasarkan harga. Perhitungan harus mempertimbangkan kebutuhan uap setiap mesin, faktor pemakaian bersamaan, tekanan kerja, jam operasi, pengembalian kondensat, kualitas air, bahan bakar, dan rencana peningkatan produksi.
Demikian sekilas pemabahasan mengenai steam boiler 100 kg-500 kg vertikal, kami juga meneydiakan beberpa jenis dan kapasitas boiler dengan pelayanan costum untuk mempermudah pelanggan. info lebih lanjut terkait boiler bisa hubungi kontak kami di bawah ini :
Workshop
Kawasan Pergudangan Laksana Business Park, Jalan Laksana 6 Blok F 09, Desa laksana Kec. Pakuhaji, Kab. Tangerang, Banten- 15570
PT Indira Mitra Boiler
Ratman Bejo
☎️081388666204
My Website
https://indira.co.id
https://hargaboiler.co.id
Email: info@indira.co.id
Email: idmratman@gmail.com
https://www.youtube.com/@Ratman_Bejo/videos
