Thermal Oil Heater

Thermal Oil Heater

PT Indira Mitra Boiler merupakan perusahaan yang bergerak di bidang fabrikasi Thermal Oil Heater dan Thermal Oil Boiler di Indonesia untuk mendukung berbagai kebutuhan pemanasan proses industri.

Kami memproduksi Thermal Oil Heater merek IDM Thermal dengan pilihan desain vertical maupun horizontal yang dapat disesuaikan dengan kapasitas, temperatur kerja, kebutuhan proses, serta kondisi instalasi di lokasi pelanggan.

Thermal Oil Heater IDM dapat dirancang menggunakan berbagai pilihan bahan bakar, antara lain natural gas, solar (diesel oil), MFO/residu, biomassa cangkang sawit, dan batubara. Pemilihan sistem pembakaran disesuaikan dengan ketersediaan bahan bakar, kebutuhan energi, karakteristik proses, serta pertimbangan operasional masing-masing industri.

Thermal Oil Heater Efisiensi Heating Industri Aman dan Andal

Fabrikasi Thermal Oil Heater untuk Kebutuhan Industri

Thermal Oil Heater menggunakan thermal oil sebagai media perpindahan panas untuk mendistribusikan energi panas menuju peralatan proses. Sistem ini banyak digunakan pada aplikasi industri yang membutuhkan pemanasan stabil pada temperatur tinggi.

Sebagai produsen dan fabrikator, PT Indira Mitra Boiler dapat menyediakan solusi Thermal Oil Heater berdasarkan kebutuhan aplikasi, mulai dari perencanaan kapasitas, konfigurasi heater, sistem burner, pompa sirkulasi, expansion tank, hingga komponen pendukung sistem thermal oil.

Pilihan Thermal Oil Heater IDM

Thermal Oil Heater IDM tersedia dalam konfigurasi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan proyek, meliputi:

  • Vertical Thermal Oil Heater
  • Horizontal Thermal Oil Heater
  • Gas Fired Thermal Oil Heater
  • Diesel Oil Fired Thermal Oil Heater
  • MFO/Residue Fired Thermal Oil Heater
  • Biomass Thermal Oil Heater
  • Coal Fired Thermal Oil Heater

Setiap sistem perlu dirancang berdasarkan kebutuhan beban panas, temperatur operasi, jenis thermal oil, karakteristik bahan bakar, kebutuhan proses, dan kondisi instalasi.

Solusi Thermal Oil Heater IDM untuk Industri Indonesia

Thermal Oil Heater dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan proses seperti pemanasan tangki, heat exchanger, reactor, dryer, oven, dan berbagai peralatan produksi lainnya.

PT Indira Mitra Boiler melayani kebutuhan fabrikasi dan sistem Thermal Oil Heater untuk berbagai sektor industri di Indonesia. Spesifikasi unit dapat disesuaikan berdasarkan kebutuhan teknis proyek sehingga sistem heating dapat diintegrasikan dengan proses produksi pelanggan secara tepat.

Untuk menentukan kapasitas Thermal Oil Heater yang sesuai, data seperti kebutuhan panas proses, temperatur inlet dan outlet, jenis thermal oil, flow rate, jenis bahan bakar, dan pola operasi perlu dianalisis terlebih dahulu.

Cara Kerja IMB Thermal Oil Heater

Seluruh instalasi harus terisi cairan pemanas hingga level control pada expantion tank.
Pompa sirkulasi akan mengalirkan cairan pemanas dari expantion ke badan taland warm kemudian keproses dan kembali lagi ke expantion tank.

Setelah aliran sirkulasi cairan pemanas stabil, burner akan menyala dan membakar loop di dalam badan taland warm sehingga cairan pemanas menjadi panas dan panas tersebut di alirkan ke compositions.Setelah suhu yang diinginkan tercapai maka secara otomatis burner akan mati dan akan menyala kembali setelah suhu turun

IDM thermal adalah pembangkit tenaga panas dengan menggunakan oli sebagai media penghatar pemanas. Coil Thermal dapat dioperasikan hingga temperatur 200 sd 350 C dengan tekanan yang sangat rendah (kurang dari 5 bar), dibanding jika menggunakan steam kettle boiler dengan pengoperasian temperatur yang sama maka tekanan yang dibutuhkan melebihi 70 sd 80 bar.

IMB Oil Thermal

dapat digunakan pada bidang industrial .Marine,Mining,Oil & Gas. yang memerlukan daya panas.IDM Thermal dirancang dengan multi tubular/flace coil consentric curls, vertical execution (posisi berdiri) dan Horizontal execution (posisi tidur). Multi tubular flase coil curls menjadikan perpindahan panas dalam cosloop sangat seimbang dan sempurna, sehingga lebih menjamin terhindar dari resiko pembakaran taping oil yang bisa menimbulkan endapan kerak.

design lain Permukaan ignition chamber additional lebih luas untuk menghindari lidah programming interface yang bisa merusak permukaan loops. IDM thermal Tidak memerlukan water treatment plant dan tidak memerlukan substance dosing  pump dalam pengoperasian, sehingga lebih efisien dalam pengoperasiannya.Penggunaan mineral oil sebagai media exchange tidak menimbulkan endapan kotoran, pengkerakan  tube, tidak korosif dan stabil pada temperatur selama di operasikan.

IDM  Thermal dirakit dari serangkaian bahan-bahan komponen import, burner riello italy, pipa pemanas oil brand Benteler Germany, oil heat Pump KSB,box panel schneider,yang sudah dikenal handal dan sangat berkualitas tinggi. Setiap komponen sudah mempunyai perwakilan di Jakarta dan mudah didapatkan dipasaran sehingga tidak ada kekhawatiran tentang suku cadangnya memudahkan after sales.(mudah didapat di wilayah indonesia)

Pada setiap expositions pembuatannya dikerjakan sesuai standar prosedur serta Quality Control yang ketat, sehingga menjadikan IDM  Thermal sebagai Oil boileryang kokoh dan handal di masa yang akan datang.

After Sales: Penanganan yang sempurna dan ditunjang dengan pelayanan yang baik serta didukung oleh tehnisi yang profisional merupakan jaminan atas kualitas produk IDM Thermal .Bebas prosedur impor, jadwal penyerahan dapat disesuaikan dengan kebutuhan pemesan user, dengan sistem compositions  produksi terpadu.Bergaransi purna jual, bebas biaya comisioning dan start up.

Konstruksi IMB Thermal.

Body IDM Thermal merupakan inti dari oil heater. Bagian dalam dibuat multi helical curl sistem dan pada ujung loop tersebut disatukan dalamsatu/  dua buah header sebagai saluran masuk dan keluar in out  nya oli panas.Konstruksi curl IDM Thermal dibuat dengan menggunakan pipa heater standar internasional( Benteler/Mannesmann) yang diroll dengan pipe twisting mechine tanpa menggunakan pemanasan sehingga tidak merusak komposisi struktur kimia material pipa tersebut.

Pada bagian luar badan IDM Thermal di isolasi dengan menggunakan rockwool dilapiasi plat stainless steel untuk meningkatkan efisiensi dan dilapisi dengan plat sebagai dinding pada bagian luar.

IDM  Thermal dilengkapi dengan board kontrol yang berguna untuk memudahkan administrator dalam mengoperasi-kan IDM Thermal.

Expantion Tank

Expantion Tank merupakan kombinasi dari Deaerator tank, cushion tank dan Expantion tank. Dengan kombi-nasi yang unik antara ketiga tangki ini maka lapisan withering atas dari oli yang berhubungan dengan udara akan selalu lebih dingin sehingga peluang terjadintya oksidasi oli sangat berkurang.

Expantion tank berfungsi untuk menampung pemuaian cairan pemanas, membuang udara yang terkurung da-lam Instalasi dan mencegah kapitasi dalam pompa sirkulasi.

Sump Tank

adalah wadah untuk menampung air. Sump sendiri memiki arti harfiah area dimana aliran air berakumulasi.

Berdasarkan analisa riset fersi engineer PT IDM, untuk ukuran sump tank, minimalnya 60 % dari volume total growbed pasang surut. Dengan rincian 40 % untuk mengisi rongga media saat pasang dan 20 % untuk cadangan berkurangnya oil heat karena penguapan dan yang dipergunakanmenghasilkan temperatur tinggi.

Oil heat transfer pump KSB.

KSB pump oil dirancang khusus untuk mentransfer oil panas ke sistem oil boiler sampai dengan temperatur 350 deg C dengan head pump 40meter  normal hingga heat pump 100 meter tentunya akan di sesuaikan dengan kapasitas thermal boiler sebagai contoh untuk boiler 1000Mcal/h membutuhkan debit volum oil pump 100m34/h head 60 meter dengan motor couple sebesar 37 KW sebagai generator transfer oil heater tersebut.

Panel Control Thermal Boiler

IDM thermal Boiler mengunakan box panel sistem dari schenider bersetifikasi IP 66 dengan indekproteksi 1K, sehingga sistem control panel sudah memenuhi stadar safety , adapun kompnen electrical yang di pergunakan mengunakan scheneider dan thermo control outotonic suku cadang yang mudah di dapat di seluruh wilayah indonesia.

adapun sistem kontrol yang kami gunakan sangat safety yaitu; Diferential pressure swicth in out oil heater ,temperatur boiler, temperatur gasbuang cerobong, level oil expantion tank,dan overheating sistem coil dan lain lain.
Flow Pump Pompa sirkulasi berfungsi untuk mengalirkan cairan pemanas dalam instalasi. Ukuran serta kapasitas pompa disesuaikan dengan plan IDM Thermal.

Kapasitas pompa menentukan bentuk aliran cairan pemanas di dalam curl. Aliran didalam IDM warm harus turbolent, hal ini berguna untuk menghindarkan kerusakan cairan pemanas dan curl dalam badan IDM warm.Pompa sirkulasi dapat beroperasi hingga temperatur 350 oC.

Board Control

Board control merupakan pusat pengendali IDM Thermal. Pada board ini terdapat beberapa saklar dan lampu untuk mengoperasi kan burner dan pompa sirkulasi secara otomatis.

Pada board control juga terdapat instrument dan pointer yang berfungsi untuk mengatur, memantau serta mengendalikan IDM warm.

Board control dirancang sedemikian rupa sehingga memudahkan administrator dalam mengoperasikan IDM Thermal,Security Device,Computerized temperature controls,Stream controls switch,Programmed burner controls,
Stack temperature control,Weight measure,Pilot light marker.

Studi Banding Thermal Oil Heater: Vertical vs Horizontal

Pemilihan desain Thermal Oil Heater vertical atau horizontal perlu mempertimbangkan kapasitas, luas area instalasi, konfigurasi sistem, akses maintenance, sistem pembakaran, dan kebutuhan proses.

Berikut gambaran perbandingan secara umum:

ParameterVertical Thermal Oil HeaterHorizontal Thermal Oil Heater
Posisi unitVertikalHorizontal
Kebutuhan area lantaiCenderung lebih ringkasCenderung membutuhkan area lebih panjang
Kebutuhan ruang ke atasLebih tinggiRelatif lebih rendah
Akses maintenanceBergantung konfigurasi unitBergantung konfigurasi unit
Integrasi burnerDapat menggunakan burner sesuai desainDapat menggunakan burner sesuai desain
AplikasiCocok ketika luas lantai terbatas dan konfigurasi memungkinkanCocok ketika tersedia ruang horizontal yang memadai
Pemilihan kapasitasBerdasarkan kebutuhan prosesBerdasarkan kebutuhan proses

Tidak ada satu konfigurasi yang selalu lebih baik. Pemilihan Thermal Oil Heater harus berdasarkan analisis kebutuhan di lapangan.

Studi Banding Berdasarkan Jenis Bahan Bakar

Selain konstruksi heater, pemilihan bahan bakar juga sangat memengaruhi desain dan pengoperasian sistem.

Natural Gas

Natural gas dapat digunakan dengan sistem burner gas yang sesuai. Penggunaannya menarik untuk fasilitas yang memiliki suplai gas memadai dan stabil.

Solar atau Diesel Oil

Diesel oil dapat menjadi pilihan untuk lokasi yang memiliki infrastruktur penyimpanan dan suplai bahan bakar cair. Sistem memerlukan tangki, pompa bahan bakar, burner, serta perlengkapan keselamatan yang sesuai.

MFO atau Residu

Bahan bakar dengan viskositas lebih tinggi dapat membutuhkan sistem penanganan tambahan, termasuk pemanasan bahan bakar dan pengaturan temperatur sebelum pembakaran, tergantung karakteristik bahan bakarnya.

Biomassa Cangkang Sawit

Untuk industri yang memiliki akses terhadap biomassa, cangkang sawit dapat menjadi salah satu pilihan sumber energi. Sistem pembakaran dan penanganan bahan bakarnya berbeda dari burner gas atau bahan bakar cair.

Batubara

Batubara juga dapat digunakan pada desain Thermal Oil Heater yang memang dibuat untuk bahan bakar padat. Sistem perlu mempertimbangkan feeding, ruang bakar, penanganan abu, emisi, serta kebutuhan maintenance.

Dengan demikian, pemilihan bahan bakar tidak hanya berdasarkan harga. Ketersediaan, kualitas bahan bakar, efisiensi sistem, kebutuhan maintenance, pengendalian emisi, dan biaya operasional keseluruhan juga harus diperhitungkan.

Studi Kasus Thermal Oil Heater untuk Proses Industri

Sebagai ilustrasi, sebuah fasilitas manufaktur membutuhkan sistem pemanasan untuk menjaga temperatur proses secara stabil selama produksi.

Kebutuhan panas tidak hanya harus tercapai pada saat startup, tetapi juga harus dapat dipertahankan ketika beban produksi berubah.

Permasalahan

Tim engineering mengidentifikasi beberapa kebutuhan utama:

  • temperatur proses harus stabil;
  • Thermal Oil Heater harus mampu mengikuti perubahan beban;
  • sirkulasi thermal oil harus terjaga;
  • konsumsi bahan bakar perlu dipantau;
  • area instalasi terbatas;
  • sistem harus mudah dioperasikan dan dirawat; serta
  • aspek keselamatan menjadi prioritas.

Pemilihan heater hanya berdasarkan kapasitas nominal dinilai belum cukup. Seluruh sistem thermal oil harus dianalisis sebagai satu kesatuan.

Analisis Kebutuhan Kapasitas

Langkah awal adalah menentukan kebutuhan panas proses atau heat duty.

Secara sederhana, untuk pemanasan aliran fluida dapat digunakan hubungan:

Q = ṁ × Cp × ΔT

Keterangan:

Q = kebutuhan panas
= laju aliran massa
Cp = panas jenis fluida
ΔT = perbedaan temperatur

Namun, pemilihan Thermal Oil Heater aktual juga harus memperhitungkan kehilangan panas, karakteristik proses, temperatur operasi, kondisi startup, pola beban, serta margin desain yang sesuai.

Pemilihan Vertical atau Horizontal

Karena area lantai pada ilustrasi kasus ini terbatas, konfigurasi Vertical Thermal Oil Heater menjadi salah satu opsi yang dievaluasi.

Namun, keputusan akhir tidak hanya didasarkan pada luas area.

Tim juga mempertimbangkan akses burner, jalur perpipaan, expansion tank, pompa sirkulasi, cerobong, ruang maintenance, struktur bangunan, dan akses untuk inspeksi.

Jika lokasi memiliki area memanjang yang memadai dan konfigurasi maintenance lebih sesuai, Horizontal Thermal Oil Heater juga dapat menjadi alternatif.

Pemilihan Bahan Bakar

Beberapa jenis bahan bakar kemudian dibandingkan.

Natural gas dipertimbangkan apabila tersedia suplai yang memadai. Diesel oil menawarkan konfigurasi bahan bakar cair yang berbeda, sedangkan biomassa menjadi alternatif apabila fasilitas memiliki akses terhadap sumber biomassa yang sesuai.

Evaluasi dilakukan berdasarkan:

  • ketersediaan bahan bakar;
  • harga dan biaya logistik;
  • kebutuhan penyimpanan;
  • sistem feeding atau burner;
  • kebutuhan maintenance;
  • karakteristik pembakaran;
  • persyaratan emisi; dan
  • biaya operasi jangka panjang.

Hasil evaluasi tersebut menjadi dasar pemilihan sistem pembakaran yang paling sesuai dengan kondisi fasilitas.

Optimasi Sistem Thermal Oil

Setelah konfigurasi ditentukan, perhatian diberikan pada seluruh sistem sirkulasi.

Pompa harus mampu menyediakan flow yang dibutuhkan. Expansion tank harus memiliki kapasitas yang sesuai dengan ekspansi thermal oil. Perpipaan perlu dirancang untuk menjaga sirkulasi sekaligus mendukung proses venting dan degassing.

Insulasi juga menjadi perhatian karena kehilangan panas pada pipa dapat meningkatkan kebutuhan energi.

Selama operasi, parameter utama yang dipantau meliputi:

  • temperatur inlet dan outlet;
  • flow thermal oil;
  • tekanan sistem;
  • level expansion tank;
  • kondisi pompa;
  • performa pembakaran;
  • temperatur gas buang jika relevan; dan
  • indikasi kebocoran thermal oil.

Hasil yang Diharapkan

Dengan Thermal Oil Heater yang dipilih berdasarkan kebutuhan proses, sistem diharapkan mampu mempertahankan temperatur secara lebih stabil dan menyediakan energi panas sesuai kebutuhan produksi.

Pengendalian burner berdasarkan kebutuhan panas juga membantu menghindari operasi yang tidak sesuai dengan beban aktual.

Namun, efisiensi tidak hanya ditentukan oleh heater. Kondisi burner, kualitas thermal oil, kebersihan permukaan perpindahan panas, flow, insulasi, temperatur gas buang, dan pola operasi semuanya memengaruhi konsumsi energi.

Kesimpulan Studi Banding dan Studi Kasus

Vertical dan Horizontal Thermal Oil Heater memiliki karakteristik instalasi yang berbeda, sehingga pemilihannya harus berdasarkan kebutuhan teknis proyek dan kondisi lokasi.

Hal yang sama berlaku untuk bahan bakar. Natural gas, diesel oil, MFO/residu, biomassa cangkang sawit, dan batubara memiliki kebutuhan sistem pembakaran serta operasional yang berbeda.

Studi kasus juga menunjukkan bahwa menentukan Thermal Oil Heater yang tepat tidak cukup hanya dengan memilih kapasitas heater.

Analisis sebaiknya mencakup heat duty, temperatur operasi, flow thermal oil, jenis bahan bakar, layout, expansion tank, pompa, sistem kontrol, keselamatan, maintenance, dan kebutuhan proses secara keseluruhan.

Pendekatan tersebut membantu menghasilkan sistem Thermal Oil Heater yang sesuai dengan kebutuhan heating industri, sekaligus mendukung operasi yang efisien, aman, dan andal.

PT Indira Mitra Boiler
Office: (021) 352 95874
WhatsApp: +62 813-8866-6204 (Ratman Bejo)
www.indiramitraboiler.co.id
www.burner.co.id
info@indira.co.id
idmratman@gmail.com
Workshop: Tangerang – Indonesia
https://www.youtube.com/@Bejoburnerindonesia

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top