JUAL CONTROL SIMENS LMO DAN LME

Controller simens merupan alat yang berfungsi untuk mengontrol sistem kerja on/of dan reset mesin seperti burner atau boiler, seperti pada umumya alat ini di gunakan sebagai alat kontrol burner satu atau lebih yang menggunakan sistem otomatis dimana kendali beberpa perangkat pada burner di hubungkan yang dapat di baca dan di kendalikan oleh alat control ini dengan baik. control simens LMO dan LME juga sering kita jumpai di serangkain burner gas atau burner solar, untuk burner bahan bakar solar tipe controller nya menggunakan simens LMO dan bahan bakar solar menggunakan simens LMO, dari dua tipe tersebut memiliki tejuan yang sama hanya untuk jenis bahan bakar yang berbeda.
Kami selaku perusahaan fabrikasi boiler burner juga menyedikan controller mrek simens dengan beberpa tipe dan kapasitas sesuai kebutuhan kapasitas burner pelanggan.
Control Burner LMO

Siemens LMO Burner Control
Siemens LMO Series merupakan burner control berbasis mikroprosesor yang dirancang untuk startup, pengawasan nyala api, dan kontrol forced-draft oil burner dalam operasi intermiten. Seri ini dapat digunakan pada burner minyak 1-stage maupun 2-stage, tergantung tipe dan konfigurasi burner.
Sistem pengawasan nyala api dapat menggunakan QRB photoresistive flame detector untuk mendeteksi nyala api kuning (yellow flame) atau QRC blue-flame detector untuk aplikasi dengan nyala api biru.
Dari sisi dimensi pemasangan, koneksi listrik, dan sistem deteksi nyala api, keluarga LMO memiliki kompatibilitas dengan keluarga Siemens LOA, sehingga LMO banyak digunakan pada aplikasi burner minyak yang sebelumnya menggunakan kontrol LOA. Namun, kesesuaian tipe, urutan operasi, safety time, wiring, dan flame detector tetap harus diperiksa sebelum melakukan penggantian.
Secara umum, LMO digunakan pada forced-draft oil burner dengan kapasitas bahan bakar hingga sekitar 30 kg/jam, sementara tipe tertentu dapat digunakan untuk kapasitas yang lebih besar.
Varian Siemens LMO
- Siemens LMO14… – burner control untuk aplikasi forced-draft oil burner dengan kebutuhan urutan startup dan pengawasan nyala api sesuai karakteristik seri LMO14.
- Siemens LMO24… – burner control untuk aplikasi oil burner dengan konfigurasi dan operating sequence sesuai seri LMO24.
- Siemens LMO44… – burner control untuk aplikasi forced-draft oil burner tertentu, termasuk konfigurasi yang membutuhkan karakteristik startup dan pengawasan berbeda dari LMO14/LMO24.
Studi Banding Singkat
| Seri | Bahan Bakar | Tipe Burner | Operasi | Flame Detector | Aplikasi Umum |
|---|---|---|---|---|---|
| LMO14… | Oil / Solar | Forced draft | Intermiten | QRB / QRC* | Oil burner 1 atau 2 tahap |
| LMO24… | Oil / Solar | Forced draft | Intermiten | QRB / QRC* | Oil burner 1 atau 2 tahap |
| LMO44… | Oil / Solar | Forced draft | Intermiten | Sesuai varian* | Aplikasi oil burner dengan sequence khusus |
*Kompatibilitas detector dan fungsi aktual harus mengikuti kode tipe LMO lengkap dan datasheet Siemens.
Catatan Pemilihan
Pemilihan antara LMO14, LMO24, dan LMO44 tidak disarankan hanya berdasarkan kapasitas burner. Periksa kode produk lengkap karena setiap varian dapat memiliki perbedaan pada pre-purge time, pre-ignition time, safety time, post-ignition time, flame detector, kontrol oil valve, output burner stage, tegangan kerja, serta operating sequence.
Untuk aplikasi replacement dari Siemens LOA ke LMO, lakukan verifikasi wiring, flame detector, dan sequence keselamatan terlebih dahulu meskipun secara fisik dan koneksi keduanya dapat memiliki kompatibilitas.
Siemens LMO Oil Burner Control
Siemens LMO merupakan burner control berbasis mikroprosesor untuk startup, pengawasan nyala api, dan pengendalian forced-draft oil burner dalam operasi intermiten. Seri ini digunakan pada berbagai aplikasi burner minyak 1-stage maupun 2-stage.
Siemens LMO14
LMO14 digunakan pada aplikasi oil burner dengan operating sequence dan safety timing sesuai varian produknya.
Siemens LMO24
LMO24 merupakan burner controller untuk forced-draft oil burner dengan konfigurasi startup, ignition, dan flame supervision yang ditentukan oleh kode tipe lengkapnya.
Siemens LMO44
LMO44 digunakan pada aplikasi oil burner tertentu dan juga tersedia untuk aplikasi stationary direct-fired air heaters, sesuai varian dan persetujuan produknya.
Fitur Siemens LMO Burner Control
Fitur utama keluarga Siemens LMO meliputi:
- Aplikasi forced-draft burner untuk bahan bakar cair sesuai EN 267
- Tipe diuji dan disetujui sesuai persyaratan yang berlaku pada EN 298
- Deteksi undervoltage
- Electrical remote reset
- Dukungan oil preheater pada tipe yang sesuai
- Pemantauan waktu oil preheater
- Digital signal processing untuk control sequence yang akurat
- Controlled intermittent operation setelah periode operasi kontinu yang ditentukan
- Pembatasan jumlah pengulangan startup
- Indikator multiwarna untuk operating status dan fault diagnosis
Flame Detector untuk Siemens LMO
Pengawasan nyala pada keluarga LMO dapat menggunakan QRB photoresistive detector untuk yellow flame atau QRC blue-flame detector pada tipe/aplikasi yang kompatibel.
Siemens LME Gas Burner Control
Siemens LME digunakan untuk startup dan pengawasan gas burner 1-stage atau 2-stage dalam operasi intermiten. Seri ini terutama ditujukan untuk forced-draft gas burner.
Flame supervision dapat dilakukan menggunakan ionization probe atau flame detector yang kompatibel dengan tipe LME dan konfigurasi sistem. Pada aplikasi tertentu, QRA digunakan bersama auxiliary unit yang sesuai, sedangkan QRC dapat digunakan untuk blue-flame detection pada tipe yang mendukungnya.
Tipe Siemens LME
Produk dalam keluarga ini antara lain:
- Siemens LME21
- Siemens LME22
- Siemens LME23
- Siemens LME41
- Siemens LME44
Kode lengkap setelah nomor seri harus diperiksa karena menentukan karakteristik seperti safety time, pre-purge, ignition sequence, flame detector, dan operating sequence.
Fitur Siemens LME Burner Control
Fitur utama keluarga LME meliputi:
- Aplikasi forced-draft gas burner sesuai EN 676
- Type-tested sesuai persyaratan standar keselamatan yang berlaku
- Undervoltage detection
- Air-pressure supervision pada konfigurasi yang sesuai
- Electrical remote reset
- Multi-color indication untuk status operasi dan fault
- Pembatasan jumlah pengulangan
- Digital signal processing untuk control sequence yang konsisten
- Controlled intermittent operation setelah maksimum periode operasi kontinu yang ditentukan
Perbedaan Siemens LMO dan LME
| Parameter | Siemens LMO | Siemens LME |
|---|---|---|
| Aplikasi utama | Oil burner | Gas burner |
| Bahan bakar | Minyak / heating oil | Gas |
| Burner | Forced draft | Forced draft |
| Operasi | Intermiten | Intermiten |
| Stage | Tergantung tipe/aplikasi | 1 atau 2 stage tergantung tipe |
| Flame supervision | QRB / QRC sesuai tipe | Ionization / QRA / QRC sesuai tipe |
| Seri utama | LMO14, LMO24, LMO44 | LME21, LME22, LME23, LME41, LME44 |
| Standar aplikasi | EN 267 | EN 676 |
Catatan Instalasi dan Keselamatan
Pemasangan Siemens LMO maupun LME harus mengikuti datasheet, wiring diagram, dan petunjuk keselamatan Siemens untuk kode produk yang digunakan.
Kabel tegangan tinggi dari ignition transformer harus dipisahkan sejauh mungkin dari burner control dan kabel lainnya. Sambungan line, neutral, protective earth, fuse, switch, fan, ignition transformer, dan fuel valve harus mengikuti diagram koneksi resmi.
Jangan memberikan tegangan eksternal pada output burner control. Pastikan pula beban listrik tidak melampaui rating maksimum perangkat.
Pada sistem LME yang menggunakan ionization flame supervision, konfigurasi neutral dan grounding membutuhkan perhatian khusus. Instalasi pada jaringan dengan neutral yang tidak dibumikan harus mengikuti ketentuan Siemens dan regulasi keselamatan listrik setempat.
Burner control merupakan perangkat keselamatan. Penggantian tipe, perubahan wiring, bypass interlock, atau perubahan flame detector tidak boleh dilakukan hanya berdasarkan kesamaan bentuk socket atau housing.
FAQ SEO
Apa fungsi Siemens LMO?
Siemens LMO berfungsi mengatur startup, ignition sequence, flame supervision, dan shutdown pada forced-draft oil burner dalam operasi intermiten.
Apa fungsi Siemens LME?
Siemens LME merupakan burner control untuk startup, flame supervision, dan pengendalian forced-draft gas burner dalam operasi intermiten.
Apa perbedaan LMO dan LME?
Perbedaan utamanya terletak pada aplikasinya. LMO terutama digunakan untuk oil burner, sedangkan LME digunakan untuk gas burner. Sistem flame detection dan operating sequence juga berbeda sesuai tipe.
Apakah LMO dapat menggantikan Siemens LOA?
Beberapa tipe LMO dirancang dengan dimensi housing dan koneksi yang mendukung aplikasi penggantian keluarga LOA. Namun, penggantian harus berdasarkan kode tipe lengkap, wiring, safety time, operating sequence, dan flame detector, bukan hanya kesamaan socket.
Bagaimana memilih LMO14, LMO24 atau LMO44?
Pemilihan harus disesuaikan dengan tipe burner, kapasitas, flame detector, ignition sequence, pre-purge, safety time, oil preheater, serta spesifikasi kode produk lengkap.
Bagaimana memilih LME21, LME22, LME23, LME41 atau LME44?
Gunakan spesifikasi burner dan datasheet Siemens untuk menentukan tipe yang tepat. Periksa supply voltage, burner stage, air-pressure supervision, flame detector, ignition timing, safety time, valve control, dan wiring.
Workshop
Kawasan Pergudangan Laksana Business Park, Jalan Laksana 6 Blok F 09, Desa laksana Kec. Pakuhaji, Kab. Tangerang, Banten- 15570
PT Indira Mitra Boiler
Ratman Bejo
☎️081388666204
My Website
https://indira.co.id
https://hargaboiler.co.id
Email: info@indira.co.id
Email: idmratman@gmail.com
https://www.youtube.com/@Ratman_Bejo/videos
