JUAL THERMAL OIL 400.000 KCAL- 1.000.000 KCAL

THERMAL OIL 400 MCAL- 1000 MCAL

Thermal oil 1000.000 Kcal

Thermal Oil heater 400.000 -1.000.000 Kcal merupakan alat pemanas yang berfungsi untuk menghasilkan enegriy panas dimana thermal oil dioperasikan di bawah titik didih menggunakan minyak termal HTO (Heat transfer oil). dari tekanan operasi thermal oil hanya menggunakan tekanan pompa untuk bersirkulasi, thermal oil melalui pemanas dengan aliran yang cukup untuk mencegah panas berlebih dari minyak HTO.

Minyak thermal oil HTO adalah zat yang mudah terbakar yang dapat menghasilkan bahan yang mudah terbakar kabut untuk menginduksi bahaya kebakaran dan ledakan pada suhu tinggi. Kontrol suhu kerja minyak termal penting untuk pengoperasian yang aman dari pemanas minyak termal. Tungku untuk pemanas thermal oil heater adalah ruang berisiko tinggi di di mana gas eksplosif dapat terakumulasi ketika minyak termal atau bahan bakar minyak bocor ke dalam tungku, karna bisa mengakibatkan trobel pada thermal oil bahan kebakaran jika tidak langsung di ketahui.

Pengertian Sistem Thermal Oil heater

Sistem thermal oil heater adalah mesin pemanas pembawa panas (Heat transfer oil) terdiri dari pemanas oli termal HTO, pompa sirkulasi, alat pengabutan konsumsi panas, tangki ekspansi, tangki penyimpanan, de-aerator, perpipaan dan kontrol panel. Pengoperasian yang Aman dari Pemanas Thermal oil biasanya dari jenis tabung koil, yang di desain vertikal atau horizontal. Itu dapat dipanaskan secara elektrik atau ditembakkan dengan bahan bakar untuk menaikkan suhu minyak termal.

Minyak thermal Oil yang bersirkulasi melalui sistem pertama-tama dinaikkan ke suhu sekitar 300 derajat C di pemanas minyak termal Itu. minyak panas kemudian mengalir ke perangkat yang mengkonsumsi panas untuk mentransfer panas energi untuk keperluan pemanasan, Penurunan suhu sekitar 40 derajat C di perangkat konsumsi biasanya diantisipasi Setelah panas telah diserap, minyak termal dikembalikan ke termal pemanas minyak dengan menggunakan pompa sirkulasi.

Tangki ekspansi disediakan dalam sistem untuk mengambil ekspansi minyak termal saat dipanaskan. De-aerator terkadang dipasang untuk menghilangkan udara dalam sistem. Tangki penyimpanan, memiliki kapasitas cukup untuk menampung semua oli dalam sistem, juga dipasang. Dalam hal keadaan darurat atau perbaikan apa pun, seluruh konten dalam sistem dapat
dikosongkan ke tangki penyimpanan ini.

Spesifikasi Thermal Oil 400.000 Kcal- 1.000.000 kcal

 

Selain kita harus mengatahui sistem thermal oil pada umumnya kita juga perlu memperhatikan stiap penanganan sesuai kapasitas dan spesifikasi thermal oil, berikut spesifikasi thermal oil 400.000 Kcal :

No

Description

Qty

Units

AThermal Oil Heater Cap.400.000 Kcal/h
Spesification /1 unit:
– Thermal Capacity 400 Mcal/h1Unit
– Desain temperature300°C
– Test Pressure Coil10Barg
– Max. thermal fluid temperature280°C
– ΔΤ between outlet and inlet temperature30°C
– Length2500mm
– Width1400mm
– Height1550mm
– Thermal oil inlet flange40DN
– Thermal oil outlet flange40DN
– Thermal Oil empty weight1100Kg
– Circulation Pump Flow Rate40m³/h
– Pump Head max50Mtr
– Power consumption15KW
1.    Burner Riello solar (Italia)1Unit
2. Pressure gauge with switch1Unit
3. Box panel (schneider)1Unit
4. Temperatur Control (Autonic)3Units
BPump oil heater KSB – Etanorm 32-2001Unit
CMinya Oli Thermal HTO300Liter
DExpantion Tank400Ltr
ECollecting tank400Ltr
FTanki Solar400Ltr
GChimney Ø2906Mtr
HValve PN16
IStrainer PN16
JValve PN16

Dari spesifikasi dan perlengkapan thermal oil heater di atas juga ada juga untuk spesifikasi 1.000.000 kcal dengan data sebagai berikut :

No

Description

Qty

Units

A1. Thermal Oil Heater Cap. 1000.000 Kcal/h
Spesification /1 unit:
– Thermal Capacity 1000 Mcal/h1Unit
– Coil Pipe heater Ø 76.1 x 3.21Lot
– Desain temperature300°C
– Test Pressure Coil12Barg
– Max. thermal fluid temperature290°C
– ΔΤ between outlet and inlet temperature32°C
– Length (TOH Only)4000mm
– Diameter (TOH Only)1800mm
– Height (TOH Only)2340mm
– Thermal oil inlet flange150DN
– Thermal oil outlet flange150DN
– Thermal Oil empty weight (Approx.)10Kg
– Consumption diesel oil (load 85%)100Ltr/h
– Circulation Pump Flow Rate180m³/h
– Pump Head (maksimal)60Mtr
– Power consumption60KW
– Insulation Clading Stainless1Lot
2. Pressure gauge with switch1Unit
3. Box panel (schneider)1Unit
4. Temperatur Control (Autonic)3Units
BPumpoilheater KSB – EtanormSYT Series(German)2Units
CBurner Ligh Oil F.B.R Italy / Equivalent1Set
DFuel Tank (mild steel plate 6 mm)6000Ltr
EExpantion Tank Mild steel 6mm (oil) c/w support1000Ltr
FCollecting tank Mild steel 6mm1500Ltr
HGlobe Valve DN150 PN162pcs
IStrainer DN150PN162pc
JGlobe Valve DN 100 PN164pcs
KGlobe Valve DN 40 PN162pcs
LGlobe Valve DN 25 PN165pcs
MGasket/seal SWG + Mur dan Baut1Lot
NSafety Valve dn251pc

Dari data spesifikasi thermal oil  dua kapasitas di atas bisa buat acuan untuk ukuran instrumen dan spesifikasi thermal oil yang akan anda tentukan, selain telah mengetahui spesifiakasi thermal oil penting kita tekankan juga untuk  mantanance perawatanya juga.

 

Perawatan Thermal Oil Heater

Untuk mempertahankan fungsi yang tepat dari pemanas minyak termal, hal-hal berikut harus diperhatikan :

Pengambilan sampel minyak thermal oil HTO dari sistem dan sebaiknya di lakukan oleh ahli nya, dan menjadi dikirim untuk analisis laboratorium untuk memastikan kemudahan servisnya selama pemeriksaan awal dan setiap pemeriksaan berkala. Minyak termal spesifikasi dan laporan analisis harus disimpan di tempat yang aman file untuk referensi siap. Pemeriksaan berkala akan berkembang tren degradasi minyak termal yang akan dilaluinya membantu menentukan jadwal penggantian thermal oil. Degradasi oli termal adalah salah satu masalah keamanan utama dengan pemanas minyak termal karena menyebabkan masalah berikut:

  • Pembentukan lapisan karbon pada permukaan internal koil pemanas minyak termal yang akan mengurangi panas kecepatan transfer dan menyebabkan panas berlebih pada koil;
  • Mengurangi titik nyala minyak termal yang dapat: membentuk uap yang mudah terbakar di bawah kerja suhu normal;
  • Kerusakan pada pompa sirkulasi oleh karbon keras partikel yang dihasilkan oleh degradasi minyak termal, dan
  • Penyumbatan filter yang mengurangi aliran dan merusak efisiensi perpindahan panas.

Semua perawatan dan perbaikan umum dilakukan pada termal pemanas minyak harus dicatat. Buku catatan ini seharusnyadisimpan oleh orang yang bertanggung jawab selama mungkin untuk referensi, jika tidak disimpan untuk jangka waktu yang berkelanjutan dari 3 tahun terakhir atau sejak pendaftaran dan mulai digunakan, bisa melihat histori tindakan yang sudah di lakukan therhadap mesin thermal oil.

Perawatan Thermal Oil Heater

Perawatan Thermal Oil Heater diperlukan untuk mempertahankan keamanan, efisiensi perpindahan panas, kestabilan temperatur, dan umur pakai peralatan. Pemeriksaan tidak hanya dilakukan pada burner dan pompa, tetapi juga terhadap kualitas thermal oil/Heat Transfer Oil (HTO) yang bersirkulasi di dalam sistem.

Thermal oil mengalami paparan temperatur tinggi secara berulang. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat menyebabkan oksidasi, thermal cracking, penurunan flash point, perubahan viskositas, serta pembentukan sludge dan karbon.

Jika degradasi tidak terdeteksi, sistem dapat mengalami penurunan flow, peningkatan konsumsi bahan bakar, kerusakan pompa, bahkan overheating pada coil.

Pengambilan Sampel Thermal Oil

Sampel thermal oil perlu diambil dari sistem secara berkala dan dikirim ke laboratorium untuk mengetahui apakah fluida masih layak digunakan.

Pengambilan sampel sebaiknya dilakukan oleh personel yang memahami sistem thermal oil karena fluida dapat berada pada temperatur tinggi dan berpotensi menyebabkan luka bakar.

Sampel harus mewakili kondisi thermal oil yang bersirkulasi. Karena itu, pengambilan dari titik yang salah, misalnya bagian bawah tangki yang penuh endapan atau dari minyak yang sudah lama tidak bersirkulasi, dapat menghasilkan analisis yang tidak mewakili kondisi sistem.

Waktu pemeriksaan dapat mencakup:

  • Saat commissioning sebagai data awal
  • Setelah periode operasi awal
  • Saat pemeriksaan berkala
  • Setelah terjadi overheating
  • Setelah burner mengalami overfiring
  • Setelah thermal oil tercampur air atau fluida lain
  • Ketika flow sistem mulai menurun
  • Ketika konsumsi bahan bakar meningkat
  • Ketika pompa menimbulkan suara tidak normal
  • Sebelum melakukan penambahan atau penggantian minyak

Interval pemeriksaan harus mengikuti rekomendasi produsen thermal oil, jam operasi, temperatur kerja, dan hasil analisis sebelumnya.

Parameter Analisis Thermal Oil

Pengujian laboratorium dapat memeriksa beberapa parameter berikut:

ParameterTujuan pemeriksaan
ViskositasMengetahui perubahan kekentalan akibat oksidasi atau cracking
Flash pointMengetahui perubahan risiko terbentuknya uap mudah terbakar
Acid numberMengukur peningkatan senyawa asam akibat oksidasi
Carbon residueMengidentifikasi kecenderungan pembentukan karbon
Insoluble contentMengetahui kandungan sludge dan partikel tidak larut
Water contentMendeteksi kontaminasi air
Distillation rangeMengidentifikasi terbentuknya fraksi ringan dan berat
DensityMemantau perubahan karakteristik fluida
AppearanceMemeriksa warna, endapan, dan kontaminasi visual
Remaining useful lifeMemperkirakan kelayakan penggunaan berikutnya

Hasil pengujian perlu dibandingkan dengan spesifikasi thermal oil baru, rekomendasi produsen, dan data pemeriksaan sebelumnya.

Satu hasil pengujian memang memberikan gambaran kondisi saat itu. Namun, kumpulan hasil pemeriksaan berkala akan menghasilkan tren degradasi yang lebih berguna untuk menentukan waktu penggantian.

Dokumentasi Spesifikasi dan Hasil Analisis

Spesifikasi thermal oil dan seluruh laporan laboratorium harus disimpan dalam dokumen perawatan.

Dokumen yang sebaiknya tersedia meliputi:

  • Merek dan tipe thermal oil
  • Technical data sheet
  • Safety data sheet
  • Volume pengisian pertama
  • Tanggal pengisian
  • Tanggal penambahan minyak
  • Jumlah minyak yang ditambahkan
  • Temperatur operasi normal
  • Temperatur maksimum yang pernah tercapai
  • Hasil analisis laboratorium
  • Riwayat kebocoran
  • Riwayat overheating
  • Riwayat penggantian filter
  • Riwayat penggantian thermal oil

Dokumentasi membantu perusahaan melihat perubahan kondisi fluida dari waktu ke waktu. Dengan demikian, penggantian thermal oil dapat direncanakan berdasarkan data, bukan hanya berdasarkan warna atau lamanya penggunaan.

Penyebab Degradasi Thermal Oil

Thermal cracking

Thermal cracking terjadi ketika thermal oil terpapar temperatur film yang terlalu tinggi. Molekul fluida pecah dan menghasilkan fraksi yang lebih ringan serta material karbon.

Penyebabnya dapat meliputi:

  • Temperatur coil terlalu tinggi
  • Flow thermal oil terlalu rendah
  • Burner overfiring
  • Pompa berhenti ketika burner masih menyala
  • Local overheating
  • Permukaan coil tertutup karbon
  • Thermal oil tidak sesuai temperatur operasi

Oksidasi

Oksidasi terjadi ketika thermal oil panas bersentuhan dengan udara. Reaksi ini dapat meningkatkan keasaman, viskositas, dan pembentukan sludge.

Oksidasi dapat dipercepat oleh:

  • Temperatur expansion tank terlalu tinggi
  • Udara masuk ke sistem
  • Sistem terbuka tanpa pengendalian yang baik
  • Kontaminasi air
  • Lama operasi
  • Temperatur kerja yang mendekati batas fluida

Kontaminasi

Thermal oil dapat tercampur dengan:

  • Air
  • Oli pelumas
  • Bahan kimia proses
  • Produk yang dipanaskan
  • Minyak dengan spesifikasi berbeda
  • Kotoran dari proses instalasi
  • Karat dan serpihan las

Pencampuran thermal oil yang berbeda tidak boleh dilakukan tanpa memastikan kompatibilitasnya.

Dampak Degradasi Thermal Oil

Pembentukan lapisan karbon pada coil

Produk degradasi dapat menempel pada permukaan bagian dalam coil dan membentuk lapisan karbon.

Lapisan tersebut bekerja seperti insulation yang menghambat perpindahan panas:

Ketika deposit meningkat, koefisien perpindahan panas keseluruhan menurun. Burner kemudian harus bekerja lebih lama untuk menghasilkan temperatur proses yang sama.

Akibatnya:

  • Konsumsi bahan bakar meningkat
  • Temperatur gas buang naik
  • Temperatur logam coil meningkat
  • Coil berisiko mengalami overheating
  • Umur coil berkurang
  • Kapasitas heater menurun

Penurunan flash point

Thermal cracking dapat menghasilkan fraksi ringan sehingga flash point thermal oil menurun.

Apabila flash point turun terlalu jauh, thermal oil dapat menghasilkan lebih banyak uap mudah terbakar pada temperatur operasi. Kondisi ini meningkatkan risiko kebakaran jika terjadi kebocoran dan uap bertemu sumber penyalaan.

Kerusakan pompa sirkulasi

Partikel karbon keras dan sludge dapat masuk ke pompa sirkulasi.

Dampaknya meliputi:

  • Keausan impeller
  • Kerusakan mechanical seal
  • Kerusakan bearing
  • Penurunan kapasitas flow
  • Getaran
  • Suara tidak normal
  • Kenaikan beban motor
  • Kegagalan pompa

Penyumbatan filter dan strainer

Sludge serta partikel karbon dapat menyumbat filter. Penyumbatan meningkatkan pressure drop dan menurunkan aliran thermal oil.

Flow rendah berbahaya karena panas dari burner tidak dapat dipindahkan secara memadai. Temperatur film pada permukaan coil kemudian meningkat dan mempercepat degradasi berikutnya.

Kondisi tersebut dapat membentuk siklus:

Thermal oil terdegradasi → karbon terbentuk → flow turun → coil semakin panas → degradasi semakin cepat

Studi Banding Perawatan Thermal Oil Heater

Perbandingan berikut menggambarkan dua unit Thermal Oil Heater dengan kapasitas dan waktu operasi yang sama.

  • Unit A: menjalankan preventive maintenance
  • Unit B: hanya diperbaiki setelah terjadi kerusakan

Perbandingan kondisi operasi

ParameterUnit A: TerawatUnit B: Kurang terawat
Analisis thermal oilDilakukan berkalaTidak pernah dilakukan
Pemeriksaan filterTerjadwalSetelah tersumbat
Flow thermal oilStabilCenderung menurun
Temperatur coilTerkendaliBerisiko terlalu tinggi
Kondisi pompaDipantauDiperiksa setelah rusak
Pembakaran burnerDisetel berkalaTidak pernah dianalisis
Konsumsi bahan bakarRelatif stabilCenderung meningkat
Kondisi insulationDiperiksaBanyak bagian rusak
DokumentasiLengkapTidak tersedia
Risiko downtimeLebih rendahLebih tinggi
Penggantian thermal oilBerdasarkan hasil analisisSetelah minyak rusak berat
Umur coilLebih terjagaBerisiko lebih pendek

Studi Kasus Unit A: Thermal Oil Heater dengan Perawatan Berkala

Unit A melakukan pengambilan sampel thermal oil secara berkala. Hasil laboratorium disimpan dan dibandingkan dengan hasil pemeriksaan sebelumnya.

Ketika acid number dan insoluble content mulai meningkat, perusahaan melakukan tindakan berikut:

  1. Memeriksa temperatur film.
  2. Memeriksa flow pompa.
  3. Membersihkan strainer.
  4. Memeriksa expansion tank.
  5. Memeriksa kemungkinan masuknya udara.
  6. Menyetel kembali pembakaran burner.
  7. Melakukan filtrasi atau penggantian sebagian minyak berdasarkan rekomendasi ahli.

Karena penurunan kualitas terdeteksi lebih awal, perusahaan dapat menjadwalkan maintenance pada saat produksi berhenti. Risiko kerusakan mendadak menjadi lebih rendah.

Keuntungan yang diperoleh:

  • Produksi lebih stabil
  • Konsumsi bahan bakar terkendali
  • Pompa lebih awet
  • Coil tidak cepat mengalami overheating
  • Penggantian minyak dapat direncanakan
  • Biaya maintenance lebih mudah dikendalikan

Studi Kasus Unit B: Thermal Oil Heater Tanpa Analisis Minyak

Unit B tidak pernah mengambil sampel thermal oil. Penilaian kondisi minyak hanya dilakukan berdasarkan warna.

Setelah beberapa tahun, operator menemukan bahwa temperatur proses semakin lama tercapai. Burner harus bekerja lebih lama, sedangkan temperatur gas buang meningkat.

Filter mulai sering tersumbat dan pompa menghasilkan suara tidak normal. Flow thermal oil turun, tetapi heater tetap dioperasikan pada kapasitas tinggi.

Setelah dilakukan pemeriksaan, ditemukan:

  • Thermal oil mengalami degradasi
  • Banyak sludge di dalam sistem
  • Filter tersumbat
  • Permukaan internal coil diperkirakan mengalami deposit karbon
  • Mechanical seal pompa mengalami kerusakan
  • Perpindahan panas menurun

Unit harus dihentikan untuk flushing, pemeriksaan coil, perbaikan pompa, penggantian filter, dan pengisian thermal oil baru.

Kerugian yang dapat muncul:

  • Downtime produksi
  • Biaya penggantian thermal oil
  • Biaya flushing
  • Perbaikan pompa
  • Pemeriksaan atau penggantian coil
  • Peningkatan konsumsi bahan bakar
  • Risiko kebakaran dan kebocoran

Perbandingan Biaya Perawatan dan Kerusakan

Komponen biayaPreventive maintenanceBreakdown maintenance
Analisis laboratoriumAda, tetapi relatif terencanaTidak dilakukan
Penggantian filterTerjadwalDarurat dan lebih sering
Perbaikan pompaRisiko lebih rendahRisiko lebih tinggi
Penggantian thermal oilBerdasarkan kondisiBerpotensi seluruh volume
Cleaning coilDapat direncanakanBerpotensi membutuhkan shutdown panjang
DowntimeLebih terkendaliTidak terencana
Konsumsi bahan bakarRelatif stabilDapat meningkat
Risiko keselamatanLebih rendahLebih tinggi

Biaya analisis dan preventive maintenance umumnya lebih mudah dikendalikan dibandingkan kerugian akibat shutdown mendadak. Namun, keputusan penggantian tetap harus didasarkan pada data teknis, bukan semata-mata interval waktu.

Jadwal Perawatan Thermal Oil Heater

Berikut contoh jadwal umum yang perlu disesuaikan dengan manual produsen dan kondisi operasi.

Pemeriksaan harian

  • Temperatur thermal oil supply
  • Temperatur thermal oil return
  • Perbedaan temperatur
  • Tekanan pompa
  • Flow thermal oil
  • Level expansion tank
  • Kondisi burner
  • Warna flame
  • Temperatur gas buang
  • Kebocoran
  • Suara dan getaran pompa
  • Alarm pada panel

uji riksa mingguan

  • Kondisi strainer
  • Differential pressure filter
  • Kondisi mechanical seal
  • Fungsi valve
  • Kondisi insulation
  • Sambungan flange
  • Kondisi fan burner
  • Kondisi ruang boiler

Analisa  bulanan

  • Pengujian interlock
  • Low-flow switch
  • High-temperature trip
  • Flame failure
  • Emergency stop
  • Pressure switch
  • Kondisi electrical terminal
  • Kondisi expansion tank
  • Pemeriksaan kebocoran kecil

Ceck  tahunan atau berdasarkan jam operasi

  • Analisis thermal oil
  • Combustion analysis
  • Kalibrasi instrument
  • Pemeriksaan refractory
  • Pemeriksaan chimney
  • Pemeriksaan coil
  • Thickness measurement jika diperlukan
  • Servis pompa
  • Pemeriksaan safety valve
  • Pemeriksaan expansion tank
  • Evaluasi heat-transfer performance

Interval analisis thermal oil tidak harus menunggu satu tahun apabila sistem bekerja mendekati temperatur maksimum, beroperasi terus-menerus, atau pernah mengalami overheating.

Flushing dan Penggantian Thermal Oil

Thermal oil tidak boleh langsung diganti tanpa memeriksa kondisi sistem. Jika coil dan pipa mengandung sludge atau karbon, pengisian minyak baru tanpa pembersihan dapat menyebabkan minyak baru cepat terkontaminasi.

Sebelum penggantian, perlu dievaluasi:

  • Tingkat degradasi minyak
  • Jumlah sludge
  • Kondisi filter
  • Kebersihan coil
  • Kondisi expansion tank
  • Titik terendah sistem
  • Metode draining
  • Kebutuhan flushing
  • Kompatibilitas cleaning fluid
  • Prosedur disposal

Flushing harus mengikuti prosedur yang sesuai. Penggunaan bahan pembersih yang tidak kompatibel dapat merusak seal, gasket, valve, dan thermal oil baru.

Setelah pengisian kembali, sistem perlu menjalani proses:

  1. Leak test
  2. Sirkulasi awal
  3. Venting udara
  4. Pengeluaran air
  5. Pemanasan bertahap
  6. Pemeriksaan flow
  7. Pemeriksaan tekanan
  8. Pemeriksaan expansion tank
  9. Penyimpanan sampel baseline

Pencatatan Perawatan Thermal Oil Heater

Seluruh pekerjaan maintenance dan perbaikan harus dicatat dalam logbook.

Informasi yang dicatat meliputi:

  • Tanggal dan waktu
  • Jam operasi
  • Temperatur supply dan return
  • Tekanan sistem
  • Flow thermal oil
  • Kondisi burner
  • Konsumsi bahan bakar
  • Alarm yang terjadi
  • Komponen yang diperiksa
  • Komponen yang diganti
  • Jumlah penambahan thermal oil
  • Hasil analisis laboratorium
  • Nama teknisi
  • Tindakan perbaikan
  • Rekomendasi lanjutan

Catatan sebaiknya disimpan selama masa operasi peralatan. Jika perusahaan menerapkan batas minimum, data sekurang-kurangnya tiga tahun terakhir sebaiknya tetap tersedia.

Riwayat tersebut berguna untuk:

  • Mengetahui pola kerusakan
  • Menganalisis penurunan efisiensi
  • Menentukan jadwal penggantian
  • Menyusun anggaran maintenance
  • Mendukung inspeksi keselamatan
  • Menelusuri penyebab gangguan
  • Membandingkan kinerja sebelum dan setelah perbaikan

Kesimpulan Studi Banding

Thermal Oil Heater yang menjalani analisis thermal oil dan preventive maintenance secara teratur cenderung mempunyai flow lebih stabil, perpindahan panas lebih baik, dan risiko downtime lebih rendah.

Sebaliknya, pengoperasian tanpa pemeriksaan kualitas minyak dapat menyebabkan degradasi tidak terdeteksi. Dampaknya dapat berupa pembentukan karbon, penyumbatan filter, kerusakan pompa, kenaikan konsumsi bahan bakar, overheating coil, dan risiko kebakaran.

Perawatan yang direkomendasikan mencakup:

  • Analisis thermal oil secara berkala
  • Pemantauan temperatur dan flow
  • Pembersihan filter
  • Pemeriksaan pompa sirkulasi
  • Pemeriksaan burner
  • Pengujian interlock
  • Inspeksi expansion tank
  • Pemeriksaan coil
  • Pencatatan seluruh pekerjaan
  • Evaluasi tren hasil laboratorium

Workshop
Kawasan Pergudangan Laksana Business Park, Jalan Laksana 6 Blok F 09, Desa laksana Kec. Pakuhaji, Kab. Tangerang, Banten- 15570

PT Indira Mitra Boiler
Ratman Bejo
☎️081388666204

My Website
https://indira.co.id

Email: info@indira.co.id
Email: idmratman@gmail.com

https://www.youtube.com/@Ratman_Bejo/videos

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top