Kontrol pembakar otomatis BCS 300
Sistem kontrol pembakar otomatis BCS 300 Dungs untuk minyak dan gas

- Kontrol pembakar otomatis BCS 300 ini adalah sistem untuk kontrol loop terbuka dan tertutup pada pembakar minyak, gas, dan bahan bakar ganda dengan keluaran sedang hingga tinggi. Ini terdiri dari beberapa unit terdistribusi yang berkomunikasi melalui sistem bus berorientasi keselamatan:
- BCS-300 dapat dihubungkan melalui gateway yang berbeda ke sistem kendali superordinat atau sistem kendali dan pengawasan eksternal lainnya.
- Enam program aplikasi berbeda dapat dipilih tergantung pada aplikasi yang diperlukan: pengoperasian dengan katup pilot di bagian hulu katup pengaman dan katup utama; pengoperasian dengan katup pilot antara katup pengaman dan katup utama; pengoperasian dengan atau tanpa sistem pembuktian katup, dengan atau tanpa katup pilot.
- Pengontrol terintegrasi yang merespons sinyal dari 4 hingga 20 mA.
- Sistem pembuktian katup terintegrasi dengan sakelar tekanan tambahan.
- Catatan: Seri ini bukan lagi bagian dari lini produk utama Dungs.
Eclipse ThermJet TJ1000 – High Velocity Industrial Burner | Installation, Test Fire & Commissioning
In this video, we demonstrate the Eclipse ThermJet TJ1000 High Velocity Industrial Burner operating during installation, burner tuning, flame testing, and commissioning in a high-temperature industrial furnace.
The ThermJet TJ1000 is a high-velocity nozzle-mix gas burner with a maximum firing capacity of 10,000,000 BTU/hr (approximately 2.6–2.9 MW, depending on the datasheet edition). It is designed to generate an intense jet of hot combustion gases that improves heat circulation, temperature uniformity, combustion efficiency, and product quality in demanding industrial heating processes.
This video explains:
- Eclipse ThermJet TJ1000 burner overview
- High Velocity Flame technology
- Burner installation and mechanical assembly
- Gas train and combustion air connection
- Ignition sequence and flame stabilization
- Burner tuning and air-to-fuel ratio adjustment
- Combustion safety interlock system
- Flame monitoring using UV flame scanner
- Furnace temperature control
- Test firing and commissioning procedure
- High-temperature industrial heating application
- Stable high-velocity flame performance
The ThermJet TJ1000 is engineered for continuous industrial operation and is commonly applied in:
- Steel Reheating Furnaces
- Heat Treatment Furnaces
- Forging Furnaces
- Aluminum Melting Furnaces
- Glass Furnaces
- Ceramic Kilns
- Rotary Kilns
- Incinerators
- Industrial Dryers
- Petrochemical Process Heaters
Its high-velocity flame promotes excellent furnace gas circulation, enabling faster heat transfer, more uniform temperature distribution, reduced fuel consumption, and lower NOx emissions compared with many conventional industrial burners. ThermJet burners are available in both TJ (ambient combustion air) and TJPCA (preheated combustion air) configurations, with a capacity range from 150,000 to 20,000,000 BTU/hr (40–5,333 kW) and a turndown ratio of up to 50:1.
Diagram skema sistem pembakar minyak dan gas
Untuk gambar yang tidak jelas gerakkan mouse ke gambar tersebut untuk memperbesar.
Skema legenda BCS 300 | |||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| DMV | Katup solenoid ganda | M | Motor peniup | MinyakW | Sakelar tekanan oli | ||
| FRS | Kontrol tekanan gas | Minyak-D | Katup penghubung nosel | PT | Pengendali | ||
| pacar | penyaring gas | MinyakP | Pompa minyak | UV | Sensor api | ||
| KH | Katup bola | MinyakV | Jalur pasokan minyak | ST-Gas | Aktuator peredam gas | ||
| GW min | Minimal. saklar tekanan gas | Minyak-VL | Jalur suplai katup solenoid oli | ST-Minyak | Aktuator katup kontrol oli | ||
| GW maks | Maks. saklar tekanan gas | Minyak-RL | Saluran balik katup solenoid oli | Z-MV | Katup solenoid gas pengapian | ||
| LGW | Sakelar tekanan udara | MinyakR | Jalur pengembalian minyak | ZT | Trafo pengapian | ||
Spesifikasi teknis
| Jenis | Kode | Tegangan (V) | Frekuensi (Hz) | Tingkat perlindungan | Suhu sekitar ( o C) | Siklus peralihan listrik | Siklus peralihan mekanis |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| BCS300 | 230609 | 230 VAC | 50/60 | IP 40 | 0 60 | sesuai EN 298 | sesuai EN 298 |
Dimensi BCS 300 (mm)

BCS-EM1 untuk kontrol O2
Keuntungan pengoperasian sistem dengan kontrol O2 ( optimasi):
BCS-EM1 untuk kontrol kecepatan

Harga untuk kontrol
| Kode | Jenis | Harga tanpa PPN |
|---|---|---|
| 230609 | Kontrol pembakar otomatis BCS 300 | 0,00 |
| 230612 | Tampilkan BCS-ABM | 0,00 |
| 230611 | Monitor api BCS-FLW | 0,00 |
| 230253 | Aktuator SAD 15.0 | 0,00 |
Sistem Kontrol Pembakar Otomatis DUNGS BCS 300 untuk Burner Minyak dan Gas
Apa Itu DUNGS BCS 300?
DUNGS BCS 300 (Burner Control System 300) adalah sistem kontrol burner berbasis mikroprosesor yang dirancang untuk mengendalikan burner gas, oil (solar), maupun dual fuel pada aplikasi industri berkapasitas menengah hingga besar. Sistem ini mengintegrasikan fungsi burner management, flame monitoring, servo control, fuel-air ratio control, dan safety interlock dalam satu platform modular.
BCS 300 mendukung berbagai konfigurasi burner dengan beberapa program operasi untuk burner gas dan burner minyak, serta menyediakan input analog 4–20 mA, komunikasi RS-232, dan jaringan CAN Bus untuk integrasi dengan sistem otomasi industri.
Fitur Utama DUNGS BCS 300
Burner Management System Terintegrasi
BCS 300 mengendalikan seluruh urutan operasi burner secara otomatis, mulai dari:
- Pre-purge
- Ignition
- Flame Detection
- Main Flame
- Modulating Operation
- Safety Shutdown
- Post Purge
Seluruh proses dilakukan sesuai urutan logika pembakaran yang aman.
Kontrol Servo Air dan Bahan Bakar
Sistem mampu mengendalikan servo motor untuk:
- Air Damper
- Gas Valve Position
- Oil Valve Position
Pengaturan rasio udara dan bahan bakar menjadi lebih presisi sehingga efisiensi pembakaran meningkat.
Flame Monitoring
BCS 300 mendukung satu atau dua flame detector tergantung konfigurasi burner. Sistem akan menghentikan burner secara otomatis apabila nyala api hilang selama operasi.
LCD Display
Operator dapat melihat:
- Status burner
- Alarm
- Fault history
- Operating mode
- Commissioning parameter
melalui panel LCD dengan tampilan teks.
Komunikasi Industri
BCS 300 menyediakan:
- CAN Bus
- RS-232
- 4–20 mA Analog Input
sehingga mudah diintegrasikan dengan PLC maupun sistem SCADA.
Studi Kasus Penggunaan DUNGS BCS 300
Studi Kasus 1 – Steam Boiler 10 Ton/Jam
Kondisi Awal
Sebuah pabrik makanan menggunakan steam boiler berbahan bakar gas dengan burner modulating. Sistem kontrol lama masih memakai relay konvensional sehingga:
- posisi damper kurang presisi,
- ignition sering gagal,
- konsumsi gas tinggi,
- alarm burner sering muncul.
Solusi
Burner di-upgrade menggunakan DUNGS BCS 300 dengan:
- servo motor udara,
- servo motor gas,
- flame detector UV,
- modulasi kapasitas melalui sinyal 4–20 mA.
Hasil
Setelah commissioning diperoleh:
- ignition lebih stabil,
- modulasi burner lebih halus,
- flame stabil pada seluruh beban,
- downtime burner menurun,
- konsumsi bahan bakar berpotensi turun setelah tuning pembakaran dilakukan.
Besarnya penghematan bahan bakar bergantung pada kondisi burner awal, kualitas penyetelan (commissioning), serta karakteristik proses produksi.
Studi Kasus 2 – Thermal Oil Heater
Pada thermal oil heater 3.000.000 kcal/jam digunakan burner dual fuel.
Permasalahan:
- perpindahan gas ke solar tidak stabil,
- posisi damper berubah,
- flame sering tidak simetris.
Setelah menggunakan DUNGS BCS 300:
- perpindahan fuel berlangsung otomatis,
- posisi servo selalu kembali ke setting,
- flame menjadi stabil,
- operator lebih mudah melakukan commissioning.
Studi Banding DUNGS BCS 300 vs Sistem Relay Konvensional
| Parameter | Relay Konvensional | DUNGS BCS 300 |
|---|---|---|
| Burner Sequence | Tetap | Dapat diprogram |
| Flame Monitoring | Dasar | Canggih |
| Servo Control | Terpisah | Terintegrasi |
| Air/Fuel Ratio | Manual | Otomatis |
| LCD Display | Tidak ada | Ada |
| Alarm History | Tidak ada | Ada |
| CAN Bus | Tidak | Ya |
| RS232 | Tidak | Ya |
| 4–20 mA | Terbatas | Ya |
| Commissioning | Sulit | Lebih mudah |
Studi Banding DUNGS BCS 300 vs Siemens LMV
| Parameter | DUNGS BCS 300 | Siemens LMV |
|---|---|---|
| Burner Gas | Ya | Ya |
| Burner Oil | Ya | Ya |
| Dual Fuel | Ya | Ya |
| Servo Control | Ya | Ya |
| Flame Monitoring | Ya | Ya |
| LCD Display | Ya | Ya |
| CAN Communication | Ya | Ya |
| Fuel/Air Ratio Control | Ya | Ya |
| Aplikasi | Boiler & Furnace | Boiler & Furnace |
Kedua sistem sama-sama ditujukan untuk burner management industri. Pemilihan di antara keduanya biasanya mempertimbangkan kompatibilitas dengan burner yang digunakan, ketersediaan suku cadang, dukungan teknis, dan standar proyek.
Keunggulan DUNGS BCS 300
Keselamatan Lebih Tinggi
BCS 300 mengawasi seluruh proses pembakaran sehingga burner akan berhenti otomatis apabila terjadi:
- flame failure,
- tekanan gas tidak sesuai,
- tekanan udara hilang,
- safety loop terbuka,
- gangguan sistem.
Efisiensi Pembakaran
Dengan pengendalian servo udara dan bahan bakar yang presisi, rasio pembakaran dapat dipertahankan lebih konsisten dibanding sistem relay konvensional. Efisiensi aktual tetap bergantung pada hasil penyetelan burner dan kondisi instalasi.
Kemudahan Perawatan
Fitur diagnosis membantu teknisi menemukan penyebab gangguan lebih cepat sehingga waktu perbaikan dapat dipersingkat.
Aplikasi DUNGS BCS 300
BCS 300 banyak digunakan pada:
- Steam Boiler
- Hot Water Boiler
- Thermal Oil Heater
- Industrial Furnace
- Rotary Dryer
- Asphalt Mixing Plant
- Incinerator
- Heat Treatment Furnace
- Petrochemical Plant
- Power Plant
- Textile Industry
- Food Processing Industry
- Chemical Industry
Kesimpulan
DUNGS BCS 300 merupakan sistem burner management modular yang mengintegrasikan kontrol burner, flame monitoring, servo motor, serta fungsi keselamatan dalam satu platform. Dibandingkan sistem relay konvensional, BCS 300 menawarkan diagnostik yang lebih lengkap, dukungan komunikasi industri, serta kontrol udara–bahan bakar yang lebih presisi. Hasil di lapangan sangat dipengaruhi oleh kualitas commissioning, konfigurasi burner, dan pemeliharaan sistem, sehingga implementasi yang tepat menjadi kunci untuk memperoleh operasi yang aman dan efisien

