Compact Oil-Fired Riello Burners

Riello Compact Gas & Oil-fired Burners (43 – 188 MBTU/h)

Compact Oil-Fired Riello Burners

Compact burner Riello digunakan untuk peralatan berbahan bakar gas atau minyak dan memiliki output terukur hingga 188 MBTU / jam. Mereka biasanya digunakan dalam aplikasi komersial ringan di mana keandalan sangat penting, misalnya di toko roti.

Efisiensi luar biasa:  Manajemen pembakaran digital memastikan bahwa burner hanya menghasilkan panas sebanyak yang diperlukan pada saat yang tepat. Peredam udara yang dikontrol secara elektronik menutup sepenuhnya pada penonaktifan untuk menghambat pendinginan ruang bakar . Unit pengapian Riello yang digunakan pada semua pembakar kompak Weishaupt sangat hemat energi.

Keselamatan pada umumnya: Sistem penghenti nosel pada pembakar oli menjamin pematian oli yang ketat selama fase pemanasan rakitan nosel (pada pembakar dengan rakitan nosel yang dipanaskan) dan mencegah tetesan minyak setelah pembakar ditutup .

Pengoperasian yang tenang: Kipas yang dipasang melintang burner dilemahkan suara.

Emisi yang patut dicontoh: Teknologi  Riello burnert Low-NO on (standar untuk pembakar gas, opsional untuk pembakar minyak) menggunakan rakitan pencampuran khusus untuk menghasilkan pengurangan emisi berbahaya yang nyata.

Umur panjang: Ada bertahun-tahun pengalaman dan pengembangan di balik teknologi burner Weishaupt. Hanya bahan berkualitas terbaik yang digunakan dalam pembuatan.

Bukti masa depan:  Manajemen pembakaran digital memungkinkan pemantauan operasi burner yang akurat dan memberikan diagnostik untuk kemudahan servis / pemeliharaan.

 

Burner Riello Besar dan Sedang

Burner Riello besar dan sedang dikenal luas sebagai solusi pembakaran untuk aplikasi komersial, industri, marine, dan process heating. Konstruksi burner yang dirancang untuk penggunaan profesional memungkinkan burner digunakan pada berbagai equipment dengan kebutuhan heat load dari ratusan kW hingga beberapa MW.

Riello memiliki berbagai keluarga burner dengan kapasitas dan sistem kontrol yang berbeda, sehingga pemilihan dapat disesuaikan dengan kebutuhan equipment.

Aplikasi Burner Riello Besar dan Sedang

Burner Riello dapat digunakan pada:

  • Steam boiler
  • Hot water boiler
  • Thermal oil heater
  • Industrial furnace
  • Process oven
  • Rotary dryer
  • Incinerator
  • Kiln
  • Asphalt heating system
  • Marine boiler
  • Industrial heating system

Untuk aplikasi industri, pemilihan burner harus mempertimbangkan heat load, firing range, fuel pressure, combustion chamber, furnace pressure, flame geometry, dan operating profile.

Burner untuk Aplikasi Komersial

Pada aplikasi komersial, burner dapat digunakan untuk:

  • Central heating
  • Hot water system
  • Commercial boiler
  • Building heating
  • Hotel
  • Apartment
  • Commercial facility

Burner one-stage, two-stage, atau modulating dapat dipilih berdasarkan pola kebutuhan panas.

Burner untuk Aplikasi Industri

Pada aplikasi industri, burner digunakan sebagai sumber energi panas untuk berbagai boiler, furnace, oven, dryer, thermal oil heater, incinerator, kiln, dan process heating equipment. Karena kondisi operasi industri umumnya lebih kompleks, pemilihan burner tidak cukup hanya berdasarkan kapasitas maksimum.

Beberapa parameter utama yang perlu diperhatikan adalah heat load, firing range, fuel system, combustion chamber, furnace pressure, flame geometry, dan operating profile.

Heat Load

Heat load merupakan kebutuhan panas aktual yang diperlukan equipment untuk menjalankan proses.

Kapasitas burner harus mampu memenuhi kebutuhan tersebut dengan mempertimbangkan heat loss dan efisiensi sistem.

Contohnya, jika equipment membutuhkan heat input sekitar 1.000 kW, burner harus dipilih berdasarkan firing range yang mampu mencakup kebutuhan tersebut.

Perhitungan heat load dapat dipengaruhi oleh:

  • Kapasitas produksi
  • Temperatur awal material
  • Temperatur target
  • Moisture content
  • Heat loss
  • Operating hours
  • Efisiensi equipment

Firing Range

Firing range menunjukkan kemampuan burner bekerja dari kapasitas minimum hingga maksimum.

Contohnya:

Burner: 300–1.000 kW

Artinya burner memiliki rentang operasi dalam area tersebut sesuai kondisi dan konfigurasi burner.

Dalam pemilihan burner, jangan hanya melihat maximum capacity. Kapasitas minimum juga penting, terutama apabila equipment sering bekerja pada partial load.

Jika kebutuhan panas berubah secara signifikan, dapat dipertimbangkan:

  • One Stage Burner untuk beban relatif stabil
  • Two Stage Burner untuk kebutuhan low fire dan high fire
  • Modulating Burner untuk pengaturan heat input yang lebih fleksibel

Fuel System

Jenis bahan bakar merupakan salah satu faktor utama dalam menentukan burner.

Natural Gas

Gas burner membutuhkan sistem suplai yang mencakup komponen seperti:

  • Gas filter
  • Gas regulator
  • Gas pressure switch
  • Safety gas valve
  • Gas train

Tekanan gas harus mencukupi kebutuhan burner setelah memperhitungkan pressure drop pada piping dan gas train.

LPG

LPG dapat digunakan pada burner yang memang dikonfigurasi untuk LPG.

Perlu diperhatikan:

  • LPG pressure
  • Gas consumption
  • Vaporization capacity
  • Gas train
  • Piping diameter

Light Oil

Light oil atau solar digunakan pada oil burner dengan sistem fuel yang terdiri dari:

  • Fuel tank
  • Oil filter
  • Fuel pump
  • Fuel piping
  • Pressure control
  • Nozzle

Kualitas fuel dan kondisi filter sangat berpengaruh terhadap atomisasi dan stabilitas flame.

Heavy Oil

Heavy oil membutuhkan perhatian lebih terhadap viscosity dan temperature.

Sistem dapat membutuhkan:

  • Oil preheater
  • Temperature controller
  • Heavy oil pump
  • Fuel filter
  • Pressure regulator
  • Fuel piping
  • Nozzle

Temperatur fuel harus dijaga agar viscosity berada pada kondisi yang sesuai untuk proses atomisasi.

Dual Fuel

Dual fuel burner memungkinkan satu burner menggunakan dua jenis bahan bakar, misalnya:

Natural Gas + Light Oil

Konfigurasi ini dapat memberikan fleksibilitas bagi industri yang membutuhkan alternatif fuel atau kontinuitas operasi.

Namun sistem dual fuel membutuhkan fuel system untuk masing-masing bahan bakar, termasuk gas train dan oil supply system.

Kesimpulan

Pemilihan burner untuk aplikasi industri harus dilakukan berdasarkan kebutuhan sistem secara keseluruhan.

Tiga parameter dasar yang harus ditentukan adalah:

Heat Load
Menentukan berapa besar energi panas yang dibutuhkan.

Firing Range
Menentukan kemampuan burner mengikuti minimum dan maximum load.

Fuel System
Menentukan jenis burner serta sistem suplai bahan bakar yang diperlukan.

Dengan mempertimbangkan ketiga parameter tersebut bersama combustion chamber, furnace pressure, flame geometry dan operating profile, burner dapat dipilih lebih tepat untuk mendapatkan pembakaran stabil, efisiensi yang baik, dan operasi equipment yang andal.

Combustion Chamber

Ukuran furnace dan karakteristik ruang bakar harus sesuai dengan flame length dan flame diameter burner.

Burner Riello untuk Marine dan Outdoor Application

Burner dengan konstruksi yang sesuai dapat digunakan pada aplikasi yang membutuhkan ketahanan terhadap kondisi lingkungan yang lebih menantang, termasuk marine heating dan industrial outdoor equipment.

Untuk instalasi marine, perlu diperhatikan secara khusus:

  • Fuel system
  • Electrical supply
  • Vibration
  • Ventilation
  • Combustion air
  • Exhaust system
  • Environmental conditions
  • Applicable marine regulations

Kesesuaian burner harus diverifikasi berdasarkan model dan spesifikasi proyek, terutama untuk aplikasi kapal dan offshore.

Keandalan Burner

Keandalan burner tidak hanya ditentukan oleh brand atau konstruksinya.

Performa jangka panjang juga sangat dipengaruhi oleh:

  • Pemilihan burner yang tepat
  • Kualitas fuel
  • Fuel pressure
  • Combustion adjustment
  • Preventive maintenance
  • Kondisi boiler
  • Kondisi combustion chamber
  • Kualitas instalasi
  • Ketersediaan spare part

Karena itu, commissioning dan maintenance yang benar menjadi bagian penting dalam menjaga reliability burner.

Kesimpulan

Burner Riello besar dan sedang dapat digunakan pada berbagai aplikasi komersial, industri, marine, dan process heating. Dengan pilihan kapasitas serta sistem kontrol yang beragam, burner dapat disesuaikan dengan kebutuhan mulai dari boiler hingga industrial thermal equipment berkapasitas besar.

Untuk mendapatkan operasi yang stabil dan efisien, pemilihan burner harus dilakukan berdasarkan heat load, firing range, fuel type, fuel pressure, combustion chamber, flame geometry, dan operating conditions.

PT Indira Mitra Boiler menyediakan solusi Riello Burner, gas train, oil fuel system, spare part, instalasi, commissioning, combustion adjustment, maintenance, dan service untuk kebutuhan boiler dan industri di Indonesia.

Burner Riello Kapasitas Besar untuk Aplikasi Industri

Burner Riello kapasitas besar dirancang untuk memenuhi kebutuhan pembakaran pada aplikasi industri, energi, boiler, steam boiler, hot water boiler, air heater, furnace, process heating, dan berbagai thermal equipment berkapasitas tinggi.

Untuk burner berkapasitas besar, pemilihan tidak cukup berdasarkan output maksimum. Sistem harus dianalisis berdasarkan heat load, firing range, jenis bahan bakar, fuel pressure, combustion chamber, flame geometry, sistem kontrol, emisi, dan operating profile.

Catatan: angka kapasitas dalam sumber menggunakan satuan MBTU/MBH. Nilai tersebut sebaiknya tidak disamakan secara langsung dengan kW tanpa memastikan basis dan kondisi rating produk yang dimaksud.

1. Burner Riello hingga 37.500 MBTU/jam

Kelompok burner ini ditujukan untuk aplikasi dengan kebutuhan thermal yang tinggi, termasuk:

  • Hot water boiler
  • Steam boiler
  • Air heater
  • Industrial furnace
  • Process heating
  • Commercial heating
  • Industrial heating equipment

Salah satu karakteristik utama burner kelas ini adalah penggunaan digital combustion management, yang membantu mengontrol proses pembakaran dan memberikan informasi mengenai kondisi operasi burner.

2. Digital Combustion Management

Sistem digital combustion management memberikan kontrol yang lebih terintegrasi terhadap operasi burner.

Fungsinya dapat mencakup:

  • Monitoring burner
  • Burner sequencing
  • Combustion control
  • Fault diagnosis
  • Operating status
  • Parameter adjustment
  • Communication dengan sistem kontrol lainnya

Pada konfigurasi yang mendukung Modbus, burner dapat diintegrasikan dengan sistem monitoring atau automation system.

Hal ini dapat membantu operator memperoleh informasi burner tanpa harus melakukan pemeriksaan manual pada setiap parameter.

3. Rasio Harga dan Kinerja

Burner kapasitas besar merupakan investasi penting karena burner menjadi salah satu komponen utama dalam sistem thermal.

Kinerja burner dipengaruhi oleh:

  • Combustion efficiency
  • Fuel-air ratio
  • Turndown capability
  • Operating hours
  • Maintenance requirement
  • Fuel consumption
  • Control system

Penggunaan sistem kontrol digital dan desain modular dapat membantu meningkatkan kemudahan pengoperasian dan maintenance, terutama pada aplikasi industri dengan jam operasi tinggi.

4. Desain Ramah Operator

Pada burner industrial, akses terhadap komponen sangat penting.

Komponen untuk pengaturan fuel dan combustion air dirancang agar dapat diakses oleh teknisi ketika melakukan:

  • Commissioning
  • Adjustment
  • Inspection
  • Maintenance
  • Troubleshooting

Desain yang mudah diakses dapat membantu mengurangi waktu pekerjaan maintenance dan commissioning.

5. Low Noise Operation

Burner kapasitas besar memiliki fan dan airflow yang menghasilkan tingkat kebisingan cukup tinggi.

Karena itu, desain fan assembly dan aerodynamic airflow menjadi bagian penting dalam pengembangan burner.

Desain airflow yang baik dapat membantu mengurangi:

  • Turbulence yang tidak diperlukan
  • Pressure loss
  • Fan noise
  • Vibration

Tingkat kebisingan aktual tetap bergantung pada burner output, installation room, ducting, combustion chamber dan sistem exhaust.

6. Konstruksi Monoblock

Burner monoblock mengintegrasikan berbagai komponen dalam satu assembly.

Konfigurasi ini dapat memberikan keuntungan:

  • Instalasi lebih compact
  • Komponen terintegrasi
  • Maintenance lebih mudah
  • Akses komponen lebih praktis
  • Tidak membutuhkan konfigurasi burner terpisah seperti sistem tertentu

Pada beberapa konfigurasi, burner dapat dirancang untuk membuka atau berengsel ke sisi tertentu sehingga akses maintenance menjadi lebih mudah.

7. Burner untuk Bahan Bakar Minyak dan Biofuel

Beberapa konfigurasi burner dapat digunakan dengan light oil dan bahan bakar yang mengandung campuran biofuel sesuai spesifikasi produk.

Untuk penggunaan biofuel, kompatibilitas harus dikonfirmasi berdasarkan:

  • Burner model
  • Nozzle
  • Fuel viscosity
  • Fuel temperature
  • Fuel pump
  • Material compatibility
  • Manufacturer approval

Jangan mengasumsikan seluruh burner oil otomatis kompatibel dengan semua jenis biodiesel atau bio-oil.

8. Burner Riello 1.700–40.000 MBTU/jam

Kelompok burner industrial berikutnya mencakup kapasitas sekitar 1.700 hingga 40.000 MBTU/jam.

Burner dalam kelas ini dapat digunakan pada:

  • Hot water boiler
  • Steam boiler
  • Air heater
  • Industrial furnace
  • Process heater
  • Industrial thermal equipment

Tersedia konfigurasi berdasarkan jenis fuel, termasuk:

  • Gas
  • Light oil
  • Dual fuel

Dengan berbagai pilihan konfigurasi tersebut, burner dapat disesuaikan dengan kebutuhan aplikasi industri.

9. Universal Fuel Selection

Untuk aplikasi industri, fleksibilitas fuel menjadi faktor penting.

Burner dapat dikonfigurasi untuk bahan bakar seperti:

Natural Gas

Digunakan pada sistem gas dengan gas train dan pressure sesuai kebutuhan burner.

Propane

Dapat digunakan pada konfigurasi burner yang mendukung LPG/propane.

Light Oil

Digunakan pada sistem oil fuel dengan fuel pump, filter, piping dan nozzle yang sesuai.

Dual Fuel

Memungkinkan burner menggunakan dua jenis bahan bakar sesuai konfigurasi sistem.

Untuk setiap fuel, burner harus dikonfigurasi berdasarkan technical data dan manufacturer approval.

10. Digital Management untuk Commissioning

Pada burner industrial dengan digital combustion management, proses commissioning dapat dilakukan secara lebih terstruktur.

Teknisi dapat melakukan pemeriksaan dan adjustment secara bertahap terhadap:

  • Fuel pressure
  • Combustion air
  • Firing rate
  • Flame stability
  • Safety sequence
  • Combustion parameters

Setelah burner beroperasi, combustion analyzer dapat digunakan untuk memeriksa:

  • O₂
  • CO
  • CO₂
  • Flue gas temperature
  • Excess air
  • Combustion efficiency

11. Burner Riello 4.100–58.000 MBH

Kelompok burner berkapasitas 4.100 hingga 58.000 MBH ditujukan untuk aplikasi heavy-duty industrial.

Kapasitas tersebut menunjukkan bahwa burner berada pada kelas yang jauh lebih besar dibandingkan burner boiler komersial berkapasitas kecil.

Konfigurasi tersedia untuk kebutuhan:

  • Gas firing
  • Dual fuel firing

Untuk aplikasi seperti ini, engineering pemilihan burner menjadi sangat penting.

12. Heavy-Duty Industrial Burner

Pada burner heavy-duty, beberapa parameter utama yang harus diperiksa adalah:

Heat Load

Berapa kebutuhan panas aktual equipment?

Firing Range

Berapa minimum dan maximum firing rate yang dibutuhkan?

Furnace Pressure

Berapa back pressure pada ruang bakar?

Flame Geometry

Apakah panjang dan diameter flame sesuai dengan furnace?

Fuel Pressure

Apakah tekanan gas atau oil supply mencukupi?

Turndown

Seberapa jauh burner dapat menurunkan output sambil mempertahankan pembakaran yang stabil?

13. Mixing Head

Pada burner industrial kapasitas besar, mixing head merupakan bagian penting dalam pembentukan flame.

Desain mixing head memengaruhi:

  • Fuel-air mixing
  • Flame stability
  • Flame length
  • Flame diameter
  • Combustion efficiency
  • Emission performance

Untuk aplikasi khusus, tersedia konfigurasi mixing head yang berbeda sesuai kebutuhan furnace.

14. Extended Mixing Head

Untuk combustion chamber tertentu, burner dapat membutuhkan extended mixing head.

Extended head dapat digunakan ketika jarak antara burner mounting flange dan combustion zone membutuhkan panjang tambahan.

Hal ini harus ditentukan berdasarkan:

  • Furnace geometry
  • Flame length
  • Refractory arrangement
  • Burner throat
  • Combustion chamber dimension

Pemilihan extended head tidak boleh dilakukan hanya berdasarkan panjang furnace.

15. Emission Control

Untuk aplikasi industrial modern, emisi merupakan salah satu faktor penting dalam pemilihan burner.

Parameter yang perlu diperhatikan:

  • NOx
  • CO
  • Excess air
  • Smoke
  • Flue gas temperature

Burner dapat dikonfigurasi dengan combustion head yang sesuai untuk memenuhi target emisi tertentu.

Namun performa emisi aktual sangat bergantung pada:

  • Fuel
  • Combustion setting
  • Furnace temperature
  • Air-fuel ratio
  • Burner load
  • Combustion chamber

16. Service dan Maintenance

Burner industrial kapasitas besar membutuhkan program maintenance yang terencana.

Pemeriksaan dapat mencakup:

Fan

Periksa fan wheel, bearing, motor dan airflow.

Combustion Head

Periksa kondisi mixing head dan flame stabilisation components.

Fuel System

Periksa:

  • Gas train
  • Gas filter
  • Gas valve
  • Oil pump
  • Oil filter
  • Fuel pressure

Flame Detection

Periksa sensor dan flame detection system.

Control System

Periksa control box, wiring, interlock dan digital combustion management.

17. Keandalan Burner Industrial

Keandalan burner tidak hanya ditentukan oleh konstruksi unit.

Reliability merupakan hasil kombinasi antara:

 Burner Selection

Installation

 Commissioning

Fuel Quality

Combustion Adjustment

Preventive Maintenance

Spare Part Availability

Operator Training

Burner berkapasitas besar yang tidak mendapatkan maintenance atau combustion adjustment yang tepat tetap dapat mengalami masalah operasional.

Studi Kasus Pemilihan Burner Besar

Misalnya sebuah steam boiler membutuhkan:

Heat Load = 15.000 MBTU/jam

Maka teknisi harus menentukan burner berdasarkan:

  1. Required heat input
  2. Minimum firing requirement
  3. Maximum firing requirement
  4. Fuel type
  5. Fuel pressure
  6. Boiler back pressure
  7. Combustion chamber
  8. Flame geometry
  9. Required turndown
  10. Emission requirement

Jika boiler sering beroperasi pada partial load, kemampuan turndown dan modulating control menjadi sangat penting.

Kesimpulan

Burner Riello kapasitas besar dan sedang dirancang untuk kebutuhan commercial, industrial dan heavy-duty thermal applications.

Karakteristik yang menjadi pertimbangan meliputi:

  • Digital combustion management
  • Modular design
  • Easy maintenance
  • Low-noise design
  • Gas, oil dan dual-fuel configuration
  • Extended mixing head options
  • Emission-oriented combustion design
  • Integration dengan sistem automation

Untuk aplikasi dengan kebutuhan hingga puluhan ribu MBTU/MBH, pemilihan burner harus dilakukan melalui engineering study, bukan hanya berdasarkan angka kapasitas maksimum.

PT Indira Mitra Boiler dapat membantu proses burner selection, fuel system, gas train, oil system, installation, commissioning, combustion adjustment, maintenance dan troubleshooting untuk aplikasi boiler dan industrial heating.

Scroll to Top