Fired Thermal Oil Heater

Fired Thermal Oil Heater

Deskripsi Produk:
Bahan Bakar (gas) Heat Transfer Fluid heater (pemanas minyak panas) ke minyak (gas) sebagai bahan bakar ke minyak sebagai media, menggunakan pompa sirkulasi minyak panas, media wajib untuk sirkulasi cair, perangkat pengiriman energi dan kemudian kembali ke Heat re- tungku pemanas dengan tekanan rendah pada suhu kerja yang tinggi, dan dapat berjalan pada kontrol presisi tinggi sedang. Sistem dengan efisiensi termal yang tinggi, karena pemasangan modul keseluruhan, pengoperasian, dan perawatan yang mudah, adalah pilihan ideal yang aman, efisien, dan hemat energi untuk peralatan pemanas.
Bahan bakar minyak (gas) dari api burner setelah suhu pengapian yang dihasilkan di dalam koil untuk membentuk ke permukaan pemanasan radiasi, melalui kumparan internal diputar oleh 180 ° ke depan belakang, kontrol asing dari permukaan pemanasan konveksi area mezzanine. Kemudian masukkan mezzanine atas, lilitan luar area mezzanine kedua, di area mezzanine kedua ke belakang cerobong asap ke atmosfer.

Skema Electric Thermal Oil Heater Bejo PT Indira Mitra Boiler
SKEMA ELECTRIC OIL BEJO THERMAL

Kapal / mobil dengan pemanas minyak panas / tungku minyak penghasil panas:

Perahu / mobil / Pemanas Minyak Panas (Heater Minyak Panas) adalah minyak ringan, minyak berat sebagai bahan bakar minyak sebagai pembawa panas, pompa sirkulasi minyak termal, sirkulasi cairan paksa, panas transportasi ke penggunaan peralatan termal, Tungku Minyak Panas berikutnya dipanaskan kembali ke tungku industri khusus tipe-DC. Produk ini memiliki tekanan rendah, suhu operasi tinggi, stabilitas suhu, dengan peningkatan kontrol dan karakteristik perangkat pemantauan keamanan berjalan, bahan kimia industri yang banyak digunakan, aspal minyak berat yang diperlukan untuk memanaskan industri pengiriman pemanas, telah mencapai manfaat sosial dan ekonomi yang cukup besar.

fitur utama:

(1), akses ke media termal suhu tinggi bertekanan rendah, penyesuaian nyaman, panas merata, untuk memenuhi suhu proses yang tepat.
(2), panas sirkulasi cair, tidak ada emisi kehilangan panas kondensasi, sistem pemanas efisiensi termal tinggi.
(3), fluktuasi sedang kerja panas dan panas dan suhu pada perubahan volume dalam langkah-langkah kompensasi dalam sistem.
(4), media panas bersirkulasi sebelum kontrol ketat udara, air dan konten volatil rendah lainnya dari langkah-langkah teknis.

Deskripsi Sistem Kontrol:
Tungku pembawa panas (pemanas minyak panas), oleh pengontrol proses yang lebih canggih, dapat mencapai fungsi normal yang diperlukan untuk pembakaran, dalam keadaan normal, keadaan yang tidak disengaja dan luar biasa, secara otomatis menerapkan alarm pelindung disertai dengan pengontrol level yang sesuai , pengontrol tekanan, pengontrol suhu, indikator tekanan pada impor dan ekspor, impor dan indikator suhu ekspor, untuk memastikan suhu pembawa panas dalam kisaran fluktuasi normal, tekanan dalam fluktuasi tekanan dalam izin.

Penerapan industri Fired Thermal Oil Heater

1. industri kimia – kimia minyak, industri polimer, tangki reaksi, penyulingan, konsentrasi.
2. Industri Plastik – Plastik diproses, bentuknya diekstrusi.
3. industri tekstil – mesin pengaturan resin, mesin pencelupan, ruang pengeringan, mesin suhu tinggi, mesin drum.
4. industri karet – pemanasan vulkanisasi karet.
5. industri makanan – memasak, mengeringkan, penyulingan minyak sayur.
6. Industri Hasil Hutan – kayu lapis, papan polystyrene, pengaturan panas papan serat.
7. industri kertas – kemasan karton multi-layer karton, pengeringan, dan kering.
8. Lainnya – tangki pelapisan logam dari pemanasan, pelapisan kondensasi, pengeringan, penyulingan industri farmasi, reduksi, konsentrasi, dan dehidrasi.

Penerapan Fired Thermal Oil Heater pada Berbagai Industri

Fired Thermal Oil Heater merupakan sistem pemanas tidak langsung yang memanaskan fluida thermal oil menggunakan burner berbahan bakar gas, solar, heavy oil, waste oil yang telah diproses, atau kombinasi dual fuel. Thermal oil panas kemudian disirkulasikan menuju mesin produksi melalui sistem perpipaan tertutup.

Sistem ini sesuai untuk proses yang membutuhkan temperatur stabil dan merata, khususnya ketika temperatur operasi terlalu tinggi untuk sistem air panas atau memerlukan tekanan sangat tinggi apabila menggunakan steam.

Studi Banding Aplikasi Thermal Oil Heater

Sektor industriPeralatan atau prosesKisaran temperatur umum*Kebutuhan utama
Kimia dan petrokimiaReaktor, reboiler, distilasi, evaporator150–320°CTemperatur stabil dan pemanasan tidak langsung
Plastik dan polimerExtruder, molding, reactor jacket, calendar roll120–300°CKontrol temperatur presisi
TekstilStenter, dyeing, drying chamber, hot roll140–230°CDistribusi panas merata
KaretVulcanizing press, autoclave, mixing roll140–220°CPemanasan stabil selama vulkanisasi
MakananFryer, cooker, dryer, deodorizer120–280°CPemanasan tidak langsung dan terkendali
Kayu dan panelHot press, plywood, MDF, particle board150–240°CPanas seragam pada area press
Kertas dan kartonCorrugator, dryer roll, coating dryer120–220°CPemanasan kontinu
Farmasi dan lainnyaDryer, evaporator, reactor, distillation unit100–300°CTemperatur akurat dan minim kontaminasi

*Rentang temperatur tersebut merupakan gambaran umum. Temperatur aktual harus mengikuti kebutuhan proses, spesifikasi thermal oil, desain peralatan, dan ketentuan keselamatan pabrik.

1. Industri Kimia dan Petrokimia

Dalam industri kimia, Fired Thermal Oil Heater dapat digunakan sebagai sumber panas untuk:

  • Tangki reaksi dan reactor jacket
  • Proses polimerisasi
  • Kolom distilasi
  • Reboiler
  • Evaporator
  • Proses konsentrasi
  • Pemanasan minyak dan bahan kimia
  • Pengendalian viskositas fluida
  • Proses pemisahan dan pemurnian

Industri kimia sering membutuhkan temperatur tinggi dengan kontrol yang stabil. Perubahan temperatur yang terlalu cepat dapat memengaruhi kecepatan reaksi, kualitas produk, tekanan proses, dan keselamatan operasi.

Thermal oil heater memberikan pemanasan tidak langsung sehingga api burner tidak bersentuhan dengan produk. Panas dipindahkan dari thermal oil melalui jacket, coil, atau heat exchanger.

Pada pengolahan minyak dan gas, thermal fluid juga dapat digunakan untuk memanaskan reboiler, kolom distilasi, dan jalur minyak agar viskositasnya tetap sesuai untuk proses pemompaan. Aplikasi tersebut juga dijelaskan dalam referensi industri dari Therminol untuk oil and gas processing.

Perbandingan dengan steam boiler: thermal oil lebih sesuai ketika proses membutuhkan temperatur sekitar 200–300°C tanpa tekanan steam yang tinggi. Namun, steam tetap lebih efektif apabila pabrik juga membutuhkan uap untuk sterilisasi, humidifikasi, atau kontak langsung dengan produk.

2. Industri Plastik dan Polimer

Dalam industri plastik, thermal oil digunakan untuk menjaga temperatur selama proses pembentukan dan pengolahan bahan polimer.

Aplikasinya antara lain:

  • Mesin extrusion
  • Injection dan compression molding
  • Calendar roll
  • Hot roll
  • Polymerization reactor
  • Mesin laminasi
  • Pemanasan mold
  • Produksi resin
  • Proses coating dan film plastik

Pada proses extrusion, temperatur yang tidak stabil dapat menyebabkan aliran bahan plastik tidak seragam, perubahan viskositas, permukaan produk tidak rata, atau dimensi produk menyimpang.

Thermal oil mampu mendistribusikan panas ke beberapa mesin secara bersamaan. Sistem juga dapat dirancang untuk menyediakan pemanasan dan pendinginan menggunakan satu rangkaian fluida, khususnya pada reactor jacket. Penggunaan tersebut sejalan dengan aplikasi heat-transfer fluid untuk manufaktur plastik dan polimer.

Perbandingan dengan electric heater: pemanas listrik cocok untuk kapasitas kecil dan kontrol lokal. Fired thermal oil heater lebih ekonomis untuk beban panas besar, banyak pengguna panas, dan operasi produksi terus-menerus, tergantung harga bahan bakar dan listrik di lokasi.

3. Industri Tekstil

Thermal oil heater banyak diterapkan pada proses tekstil yang membutuhkan temperatur seragam dan berkelanjutan, seperti:

  • Mesin stenter
  • Mesin heat setting
  • Mesin pencelupan
  • Ruang pengering
  • Printing machine
  • Coating machine
  • Hot roll
  • Drum dryer
  • Mesin resin finishing
  • Mesin pengaturan suhu tinggi

Pada mesin stenter, thermal oil mengalir menuju heat exchanger untuk memanaskan udara pengering. Udara panas kemudian disirkulasikan ke ruang pemrosesan kain.

Kestabilan temperatur berpengaruh terhadap:

  • Kadar air kain
  • Kualitas warna
  • Kecepatan produksi
  • Konsistensi lebar kain
  • Proses pengeringan resin
  • Kualitas akhir permukaan tekstil

Perbandingan dengan direct-fired burner: sistem direct fired dapat lebih sederhana, tetapi gas hasil pembakaran dapat bersentuhan dengan udara proses. Thermal oil memberikan pemanasan tidak langsung sehingga udara proses lebih bersih dan temperatur lebih mudah dikendalikan.

4. Industri Karet

Pada industri karet, thermal oil dapat digunakan untuk proses:

  • Vulkanisasi karet
  • Hydraulic hot press
  • Pemanasan mold
  • Autoclave
  • Rubber mixing roll
  • Produksi conveyor belt
  • Produksi seal dan gasket
  • Pemanasan tangki compound
  • Produksi ban dan komponen karet

Proses vulkanisasi memerlukan temperatur yang stabil agar ikatan silang pada material karet terbentuk secara merata. Temperatur terlalu rendah dapat menyebabkan vulkanisasi tidak sempurna, sedangkan temperatur terlalu tinggi dapat merusak struktur dan karakteristik produk.

Thermal oil membantu mendistribusikan panas secara seragam ke permukaan platen, mold, atau jacket mesin.

Perbandingan dengan steam: steam memiliki perpindahan panas yang tinggi, tetapi temperatur tinggi membutuhkan tekanan yang semakin besar. Thermal oil dapat memberikan temperatur tinggi dengan tekanan sistem yang relatif lebih rendah dan tanpa masalah kondensat di dalam mesin press.

5. Industri Makanan dan Minyak Nabati

Dalam industri makanan, thermal oil digunakan sebagai media pemanas tidak langsung pada:

  • Industrial cooker
  • Frying system
  • Oven
  • Rotary dryer
  • Spray dryer
  • Pemanasan tangki minyak
  • Pengolahan minyak goreng
  • Deodorizer
  • Distillation unit
  • Heat exchanger
  • Proses pengeringan bahan makanan

Pada pengolahan minyak nabati, thermal oil dapat memasok panas untuk proses pemanasan, distilasi, dan deodorization. Pemanasan tidak langsung membantu mencegah kontak antara produk dengan api atau gas hasil pembakaran.

Heat-transfer fluid memang digunakan untuk produksi makanan, pengolahan minyak nabati, bahan tambahan pangan, dan sistem kemasan, terutama ketika kebutuhan temperatur tidak sesuai untuk steam konvensional. Hal ini dijelaskan dalam referensi Therminol untuk food and beverage processing.

Untuk industri makanan, pemilihan thermal oil harus memperhatikan:

  • Persyaratan food-grade apabila relevan
  • Potensi kontaminasi produk
  • Jenis heat exchanger
  • Sistem deteksi kebocoran
  • Temperatur film dan bulk oil
  • Material perpipaan dan gasket
  • Prosedur inspeksi berkala

Perbandingan dengan steam: steam lebih sesuai untuk proses yang membutuhkan sterilisasi atau injeksi langsung. Thermal oil lebih sesuai untuk pemanasan tidak langsung pada temperatur tinggi dan operasi kontinu.

6. Industri Kayu dan Hasil Hutan

Fired thermal oil heater dapat digunakan pada pabrik:

  • Plywood
  • Medium-density fibreboard atau MDF
  • Particle board
  • Fibreboard
  • Laminated board
  • Veneer dryer
  • Wood dryer
  • Hot press
  • Mesin laminasi kayu

Thermal oil panas dialirkan menuju platen pada mesin hot press. Permukaan platen harus menerima panas secara merata agar lem, resin, dan lapisan kayu dapat menyatu dengan baik.

Distribusi panas yang tidak seimbang dapat menyebabkan:

  • Kekuatan rekat tidak seragam
  • Permukaan papan melengkung
  • Produk tidak matang sempurna
  • Waktu pressing lebih lama
  • Konsumsi energi meningkat
  • Kualitas panel berbeda antara sisi tengah dan tepi

Thermal fluid juga digunakan pada proses manufaktur MDF dan proses pemanasan industri lainnya, sebagaimana dicantumkan dalam aplikasi heat processing Therminol.

Perbandingan dengan steam: thermal oil dapat menjaga platen pada temperatur tinggi tanpa menghasilkan kondensat. Ini membantu mengurangi risiko water hammer dan gangguan distribusi panas akibat pembuangan kondensat.

7. Industri Kertas dan Karton

Dalam industri kertas, thermal oil heater dapat mendukung:

  • Corrugating machine
  • Dryer roll
  • Coating dryer
  • Laminating machine
  • Multi-layer cardboard production
  • Pemanasan adhesive
  • Pengeringan tinta
  • Pengeringan lapisan coating
  • Hot plate pada mesin karton

Pada produksi karton bergelombang, temperatur harus dijaga agar proses perekatan dan pengeringan berlangsung secara konsisten. Thermal oil mampu memasok panas ke beberapa roll atau hot plate melalui satu sistem sirkulasi.

Keuntungan yang dapat diperoleh meliputi:

  • Temperatur permukaan lebih stabil
  • Pengeringan lebih seragam
  • Tidak terdapat kondensat pada pengguna panas
  • Pengaturan temperatur lebih mudah
  • Sistem dapat melayani beberapa mesin
  • Pemulihan panas proses lebih memungkinkan

Perbandingan dengan electric heating: listrik lebih sederhana untuk satu mesin kecil. Fired thermal oil heater lebih sesuai untuk banyak mesin dengan total beban panas besar dan jam operasi panjang.

8. Industri Farmasi, Pelapisan Logam, dan Industri Lainnya

Thermal oil juga dapat digunakan pada berbagai proses lain, seperti:

  • Tangki pelapisan logam
  • Pemanasan cairan coating
  • Condensation unit
  • Vacuum dryer
  • Distillation unit
  • Evaporator
  • Proses reduksi
  • Proses konsentrasi
  • Dehydration unit
  • Pharmaceutical reactor
  • Pengering bahan baku
  • Pemanasan tangki penyimpanan
  • Asphalt mixing plant
  • Marine heating system

Dalam industri farmasi, sistem thermal oil memberikan pemanasan tidak langsung sehingga lebih mudah memisahkan sumber pembakaran dari produk. Meskipun demikian, desain harus memenuhi standar kebersihan, validasi proses, material, dan pengendalian kontaminasi yang berlaku.

Pada pelapisan logam, thermal oil dapat digunakan untuk memanaskan tangki atau heat exchanger agar larutan proses berada pada temperatur yang dibutuhkan.

Studi Banding Fired Thermal Oil Heater dengan Sistem Pemanas Lain

Parameter

Fired Thermal Oil Heater

Steam Boiler

Electric Heater

Temperatur proses tinggiSangat sesuaiMemerlukan tekanan tinggiSesuai untuk kapasitas terbatas
Tekanan operasiRelatif rendahMeningkat sesuai temperatur steamTidak menggunakan tekanan steam
Kontrol temperaturPresisi dan stabilBaik, tergantung sistemSangat presisi
Distribusi ke banyak mesinSangat sesuaiSangat sesuaiMembutuhkan banyak heater lokal
KondensatTidak adaAdaTidak ada
BlowdownTidak diperlukanDiperlukanTidak diperlukan
Water treatmentTidak diperlukanDiperlukanTidak diperlukan
Kebutuhan inspeksi thermal fluidDiperlukanTidak berlakuTidak berlaku
Investasi sistem kapasitas besarKompetitifKompetitifDapat lebih tinggi
Biaya operasiTergantung bahan bakarTergantung bahan bakar dan airTergantung tarif listrik
Aplikasi terbaikPanas tidak langsung bertemperatur tinggiUap proses dan sterilisasiPemanasan lokal berkapasitas kecil

Contoh Studi Kasus Pemilihan Sistem

Sebuah pabrik memiliki empat mesin hot press yang masing-masing membutuhkan panas sebesar 250 kW. Total beban panas proses adalah:

4 × 250 kW = 1.000 kW

Apabila ditambahkan rugi-rugi perpipaan dan cadangan kapasitas sebesar 15%, kebutuhan heater menjadi:

1.000 kW × 1,15 = 1.150 kW

Dengan demikian, kapasitas awal yang dapat dipertimbangkan adalah Fired Thermal Oil Heater sekitar 1.150–1.300 kW. Kapasitas final harus diverifikasi berdasarkan:

  • Beban pemanasan awal
  • Waktu heat-up yang diinginkan
  • Temperatur supply dan return
  • Debit thermal oil
  • Panjang dan diameter perpipaan
  • Efisiensi heater
  • Jumlah mesin yang beroperasi bersamaan
  • Jenis thermal oil
  • Nilai kalor bahan bakar
  • Kondisi lingkungan dan pola produksi

Apabila tidak semua mesin beroperasi secara bersamaan, burner modulating dapat digunakan agar kapasitas pembakaran mengikuti beban aktual. Sistem ini membantu menjaga temperatur tetap stabil sekaligus mengurangi konsumsi bahan bakar pada beban parsial.

Kesimpulan Penerapan Industri

Fired Thermal Oil Heater cocok digunakan pada industri yang membutuhkan panas tidak langsung, temperatur tinggi, distribusi panas ke beberapa mesin, serta pengendalian temperatur yang stabil.

Pemilihan antara thermal oil heater, steam boiler, dan electric heater tidak dapat ditentukan hanya dari temperatur. Evaluasi juga harus mempertimbangkan kapasitas panas, jenis proses, jam operasi, harga energi, jarak perpipaan, kebutuhan steam lain di pabrik, keselamatan, dan biaya perawatan.

PT Indira Mitra Boiler dapat membantu melakukan perhitungan kebutuhan panas, pemilihan kapasitas heater, burner, circulation pump, expansion tank, control panel, safety interlock, serta desain sistem perpipaan untuk berbagai aplikasi industri.

Scroll to Top