JUAL THERMAL OIL HEATER IDM 3.000.000 KCAL/H
Thermal Oil Heater IDM adalah mesin pemanas oli dengan merk IDM dengan spesifikasi mengikuti standart Internasional, baik dari pemilihan Material, Part yang di Gunakan, dan standar Saefty untuk pengoperasian mesin Thermal Oil Heater (TOH). Thermal oil heater untuk bahan bakar solar dan gas dengan kapasitas hingga 3.000.000 Kcal/h tergantung pada aplikasi dan suhu dari -100°C hingga 400°C dalam desain horizontal atau vertikal untuk pemanasan proses dan prosedur industri.
Pengertian mesin Thermal Oil Heater/ Boiler Oli adalah mesin pemanas dengan mempergunakan Thermal oil fluid atau oli sebagai media penghantar panas dan dapat bekerja bekerja sampai temperature 400ᵒC atau lebih yaitu dengan jalan memanaskan oli yang berada didalamnya dengan gas-gas pemanas dari hasil pembakaran bahan bakar Dari pengertian tersebut berarti kita dapat menyimpulkan bahwa thermal oil heater berfungsi sebagai mesin pemanas oli yang bertemperatur tinggi yang dapat digunakan untuk proses / kebutuhan selanjutnya.
PRINSIP KERJA THERMAL OIL HEATER IDM

Burner/Pembakar berbahan bakar yang dipasang di atas memberikan api berputar ke bawah panjang tungku. Sebagai nyala api berputar ke bawah dalam aliran yang terkendali pola cairan spiral ke atas di bejana tekan. Gas panas dari api dibawa ke luar kapal di cerobong asap sekunder daerah konveksi lintasan. Konveksi sirip dilas sepanjang panjang penuh kapal mengirimkan sisanya panas melalui sisi luar wadah fluida dan masuk ke dalam fluida. Itu hasilnya bahkan pemanasan termal cairan untuk termal optimal efisiensi.
Bahkan sirkulasi cairan termal tercipta di dalamnya kapal. Metode sirkulasi unik ini (ke atas/kedepan cairan spiral) menghasilkan aliran termal yang merata cairan di beberapa elemen densitas watt rendah, memanaskan fluida termal secara merata. Ini menghasilkan suhu film rendah dan menjamin umur elemen yang panjang.
SPESIFIKASI DAN KAPASITAS PRODUK YANG TERSEDIA
- Merk Thermal Oil Heater : IMB ( Indira Mitra Boiler )
- Thermal Oil Heater : 3000.000 Kcal/h
- Spesification /1 unit:
– Pipe Coil heater Seamless SA 192 1 Lot
– Desain temperature 320 °C
– Test Pressure Coil 12 Barg
– Temperatur Inlet 200 °C
– ΔΤ between outlet and inlet temperature 32 °C - Tungku furnace bahan bakar
- Pressure gauge with switch
- Box panel (schneider)
- Temperatur Control (Autonic)
- Pump oil heater KSB – Etanorm SYT (German)
- Expantion Tank Mild steel 6mm (oil) c/w support
- Collecting tank Mild steel 6mm
- Chimney
- Globe Valve
- Strainer
- Gasket/seal SWG + Mur dan Baut
- Safety Valve dn25
Kapasitas:
- Thermal Oil Heater IDM 100.000 Kcal
- Thermal Oil Heater IDM 300.000 Kcal
- Thermal Oil Heater IDM 600.000 Kcal
- Thermal Oil Heater IDM 800.000 Kcal
- Thermal Oil Heater IDM 1.000.000 Kcal
- Thermal Oil Heater IDM 2.000.000 Kcal
- Thermal Oil Heater IDM 3.000.000 Kcal

- Coil Heater menggunakan Pipa Benteler
- Pump Sirkulasi menggunakan KSB Jerman
- Plate Menggunakan 10mm 5×20 feet A36/SS400 Mild Steel
- Desaign 3 Phase
- Vertical/ Horizontal
KEUNTUNGAN THERMAL OIL HEATER VS STEAM BOILER IDM
a.) Thermal Oil Heater dapat mencapai suhu tinggi (400 ° C – 662 ° F) pada sistem uap bertekanan sangat rendah yang membutuhkan tekanan kerja tinggi tidak seperti steam Boiler. Pengoparesian dengan Sertifikat operator boiler tidak diperlukan.
b.) Menghemat bahan bakar (hingga 20%). Penghematan dalam pemeliharaan pipa.
c.) Tidak mengkonsumsi air yang disebabkan oleh kehilangan kondensasi.
d.) Steam trap pemulihan tidak diperlukan.
e.) Cairan transfer tidak memerlukan perawatan seperti air.
f.) Tidak korosif seperti uap.
g.) Dapat dikontrol beberapa konsumsi pada saat yang sama dengan suhu yang berbeda masing-masing.
h.) Tidak ada risiko pembekuan.
Thermal Oil kapasitas 3000 Mcal/ banyak di Gunakan dalam industry Aspal, pemanas Minyak CPO. Banyak perusahaan yang telah bekerja sama dengan Thermal Oil Heater Merk IDM. Kami memiliki tenaga ahli dalam Rancangan dan Fabrikasi sehingga memudahkan Custemer untuk menghubungi kami kembali tidak harus mendatangkan Tenaga Ahli Dari Luar Negri. IDM memiliki After Sales yang sangat bertanggung jawab.
Kesimpulannya adalah Alternatif teknologi, lebih cocok, efisien dan hemat biaya untuk pemanasan tidak langsung dalam proses industri. Suhu kerja hingga 400 °C pada tekanan yang sangat rendah. Dirancang khusus untuk kecepatan transfer tinggi dan mendapatkan kekuatan pertukaran panas yang besar. Suhu tinggi pada tekanan atmosfer. Cocok untuk teknologi terbaru cairan termal sintetis, mineral dan food grade.
Keuntungan Thermal Oil Heater vs Steam Boiler IDM
Thermal Oil Heater dan Steam Boiler sama-sama digunakan sebagai sumber panas industri, tetapi keduanya memiliki karakteristik operasi yang berbeda. Thermal oil heater lebih sesuai untuk proses yang membutuhkan pemanasan tidak langsung pada temperatur tinggi, sedangkan steam boiler lebih sesuai ketika pabrik membutuhkan uap untuk sterilisasi, proses langsung, humidifikasi, atau penggerak peralatan.
Studi Banding Thermal Oil Heater dan Steam Boiler
| Parameter | Thermal Oil Heater IDM | Steam Boiler |
|---|---|---|
| Media penghantar panas | Thermal oil mineral atau sintetis | Air dan uap |
| Temperatur operasi umum | Sekitar 150–320°C | Sekitar 100–220°C untuk banyak proses industri |
| Temperatur khusus | Dapat mencapai 350–400°C dengan fluida dan desain khusus | Memerlukan tekanan sangat tinggi untuk temperatur setara |
| Tekanan operasi | Relatif rendah, terutama dari circulation pump | Meningkat mengikuti temperatur saturated steam |
| Water treatment | Tidak diperlukan | Diperlukan |
| Blowdown | Tidak ada blowdown boiler | Diperlukan untuk mengendalikan TDS |
| Kondensat | Tidak terbentuk | Harus dikembalikan atau dibuang |
| Steam trap | Tidak diperlukan | Diperlukan |
| Risiko korosi internal | Relatif rendah jika fluida terawat | Dipengaruhi kualitas air dan oksigen |
| Risiko pembekuan | Rendah, tergantung pour point fluida | Air dan kondensat dapat membeku |
| Kontrol temperatur | Presisi dan stabil | Baik, tetapi berhubungan dengan tekanan |
| Distribusi beberapa temperatur | Dapat menggunakan control valve dan secondary loop | Membutuhkan pengaturan tekanan atau heat exchanger |
| Kebutuhan pemeriksaan fluida | Analisis thermal oil secara berkala | Analisis dan treatment air secara rutin |
| Penggunaan terbaik | Pemanasan tidak langsung bersuhu tinggi | Uap langsung, sterilisasi, humidifikasi, dan proses uap |
1. Temperatur Tinggi dengan Tekanan Relatif Rendah
Keuntungan utama Thermal Oil Heater adalah kemampuannya menghasilkan temperatur tinggi tanpa memerlukan tekanan seperti pada saturated steam.
Untuk mencapai temperatur sekitar 200–300°C menggunakan steam, tekanan sistem meningkat secara signifikan. Sementara itu, thermal oil tetap berada dalam fase cair dan umumnya hanya memerlukan tekanan untuk mengatasi hambatan aliran pada coil, pipa, valve, dan peralatan pengguna panas.
Sistem thermal oil mineral umumnya digunakan hingga sekitar 280–320°C, bergantung pada spesifikasi fluida. Temperatur 350–400°C hanya dapat dicapai dengan thermal fluid sintetis dan desain khusus. Sebagai contoh, terdapat thermal fluid sintetis yang dirancang sampai 400°C, tetapi kondisi fase cair, tekanan statis, expansion system, material, serta film temperature harus diperhitungkan secara khusus. Lihat referensi rentang temperatur heat-transfer fluid Therminol.
Perlu dikoreksi bahwa:
- 350°C setara sekitar 662°F
- 400°C setara sekitar 752°F
Karena itu, klaim temperatur maksimum tidak boleh diterapkan kepada semua jenis thermal oil heater.
2. Potensi Penghematan Bahan Bakar
Thermal oil heater dapat memberikan penghematan energi dibandingkan sistem steam tertentu karena tidak memiliki kerugian dari:
- Boiler blowdown
- Flash steam
- Kebocoran steam trap
- Venting condensate
- Kondensat yang tidak dikembalikan
- Make-up water dingin
- Pemanasan ulang air umpan
- Kehilangan panas dari jaringan steam dan condensate return
Potensi penghematan hingga sekitar 20% mungkin tercapai pada kondisi tertentu, terutama jika dibandingkan dengan sistem steam lama yang memiliki blowdown tinggi, banyak steam trap bocor, condensate return rendah, dan insulasi pipa buruk.
Namun, angka penghematan tidak dapat dijamin untuk setiap proyek. Perbandingan harus dilakukan berdasarkan konsumsi energi aktual:
Efisiensi sistem=Panas yang diterima prosesEnergi bahan bakar yang masuk×100%\text{Efisiensi sistem} = \frac{\text{Panas yang diterima proses}} {\text{Energi bahan bakar yang masuk}} \times 100\%
Efisiensi heater saja tidak cukup. Evaluasi harus mencakup keseluruhan sistem mulai dari burner, heater, pipa distribusi, heat exchanger, condensate return, pompa, hingga pengguna panas.
3. Tidak Mengonsumsi Air Proses
Thermal oil heater menggunakan fluida yang bersirkulasi dalam sistem tertutup. Selama tidak terjadi kebocoran, thermal oil tidak dikonsumsi secara terus-menerus.
Pada steam boiler, air dapat berkurang karena:
- Blowdown
- Kebocoran steam
- Steam venting
- Condensate yang tidak kembali
- Drain steam trap
- Penggunaan steam langsung dalam proses
Thermal oil heater tidak memerlukan make-up water harian seperti steam boiler. Keuntungan ini penting di lokasi yang memiliki keterbatasan sumber air atau biaya pengolahan air yang tinggi.
Meskipun demikian, volume thermal oil dapat berkurang apabila terjadi kebocoran pada pump seal, flange, valve, coil, heat exchanger, atau sistem perpipaan.
4. Tidak Memerlukan Steam Trap dan Condensate Return
Dalam sistem thermal oil, fluida tidak berubah menjadi uap selama operasi normal. Oleh sebab itu, sistem tidak membutuhkan:
- Steam trap
- Condensate receiver
- Condensate pump
- Flash tank
- Deaerator untuk air umpan
- Jaringan condensate return
Pengurangan jumlah komponen tersebut dapat menyederhanakan instalasi serta mengurangi potensi gangguan akibat steam trap bocor, steam trap tersumbat, water hammer, dan kerusakan pipa kondensat.
Namun, thermal oil heater tetap membutuhkan komponen penting seperti:
- Circulation pump
- Expansion tank
- Collecting tank
- Strainer
- Air separator
- Differential pressure atau flow switch
- Temperature controller
- High-temperature limiter
- Low-level interlock
- Emergency shutdown system
5. Tidak Memerlukan Water Treatment
Steam boiler memerlukan pengolahan air untuk mengendalikan hardness, pH, dissolved oxygen, alkalinity, silica, dan total dissolved solids. Kualitas air yang tidak sesuai dapat menyebabkan kerak, korosi, foaming, carryover, dan kerusakan pressure part.
Thermal oil heater tidak memerlukan chemical water treatment karena tidak menggunakan air sebagai media utama.
Walaupun demikian, thermal oil tetap memerlukan pemeriksaan laboratorium secara berkala untuk menilai:
- Viscosity
- Total Acid Number
- Flash point
- Carbon residue
- Moisture content
- Oxidation
- Kontaminasi
- Kandungan low boiler dan high boiler
- Sisa usia pakai fluida
Jadi, istilah yang lebih tepat adalah tidak memerlukan water treatment, bukan berarti thermal oil sama sekali tidak memerlukan perawatan.
6. Risiko Korosi Internal Lebih Rendah
Thermal oil tidak menimbulkan kerak mineral seperti air boiler. Apabila sistem tertutup, kering, dan menggunakan material yang sesuai, risiko korosi internal dapat lebih rendah dibandingkan sistem steam.
Namun, thermal oil heater bukan berarti sepenuhnya bebas korosi. Kerusakan masih dapat terjadi akibat:
- Air atau kelembapan masuk ke sistem
- Oksidasi thermal oil
- Kontaminasi bahan kimia
- Korosi eksternal di bawah insulasi
- Material tidak kompatibel
- Temperatur berlebihan
- Kebocoran pada flange dan gasket
- Kondensasi pada expansion tank
Expansion tank harus dirancang agar thermal oil panas tidak terus-menerus berkontak dengan udara. Pada sistem bertemperatur tinggi, nitrogen blanketing dapat digunakan untuk membantu mengurangi oksidasi.
7. Dapat Melayani Beberapa Temperatur Proses
Satu unit Thermal Oil Heater IDM dapat melayani beberapa mesin atau pengguna panas secara bersamaan.
Sebagai contoh, satu sistem dapat memasok panas menuju:
- Reactor pada 250°C
- Hot press pada 200°C
- Tank heater pada 150°C
- Dryer pada 180°C
Pengaturan temperatur berbeda dapat dilakukan menggunakan:
- Three-way control valve
- Temperature control valve
- Secondary circulation loop
- Mixing loop
- Bypass line
- Separate circulation pump
- PLC dan temperature controller
Temperatur supply utama harus cukup tinggi untuk memenuhi pengguna dengan temperatur tertinggi. Setiap cabang kemudian dikontrol sesuai kebutuhan prosesnya.
Desain hidraulik harus diperhitungkan dengan benar agar pembukaan satu control valve tidak mengganggu aliran pada pengguna panas lainnya.
8. Risiko Pembekuan Relatif Rendah
Banyak thermal oil memiliki pour point di bawah 0°C sehingga risiko pembekuan lebih rendah daripada air. Karakteristik ini berguna untuk instalasi di daerah dingin atau sistem yang berada di luar ruangan.
Namun, tidak semua thermal oil memiliki pour point yang sama. Thermal oil dengan viskositas tinggi dapat menjadi sulit dipompa saat kondisi dingin, meskipun belum membeku.
Karena itu, desain harus mempertimbangkan:
- Pour point thermal oil
- Viskositas saat cold start
- Kemampuan circulation pump
- Heat tracing
- Insulasi perpipaan
- Prosedur pemanasan bertahap
9. Kontrol Temperatur Lebih Stabil
Temperatur thermal oil dapat dikontrol menggunakan burner modulating, temperature controller, control valve, dan circulation system.
Ketika temperatur supply mendekati set point, burner menurunkan firing rate. Jika beban panas berkurang, burner dapat bekerja pada kapasitas minimum atau berhenti sementara. Circulation pump tetap beroperasi untuk mencegah thermal oil berhenti di dalam coil yang masih panas.
Kontrol temperatur yang stabil penting untuk:
- Reactor kimia
- Pengolahan CPO
- Asphalt mixing plant
- Hot press
- Rotary dryer
- Industri plastik
- Industri tekstil
- Industri karet
- Pengolahan makanan
Studi Kasus Thermal Oil Heater IDM 3.000 Mcal/jam
Thermal Oil Heater kapasitas 3.000.000 kcal/jam setara dengan:
3.000.000÷860=3.488 kW3.000.000 \div 860 = 3.488\text{ kW}
Dengan demikian, kapasitas termalnya sekitar 3,49 MW.
Unit ini dapat digunakan untuk industri berskala besar seperti:
- Asphalt mixing plant
- Pemanasan tangki CPO
- Refinery
- Reaktor kimia
- Hot press
- Pabrik plywood dan MDF
- Rotary dryer
- Pengolahan minyak
- Industri karet dan plastik
Jika efisiensi heater diasumsikan 85%, kebutuhan energi bahan bakar menjadi:
3.000.000÷0,85=3.529.412 kcal/jam3.000.000 \div 0,85 = 3.529.412\text{ kcal/jam}
Apabila burner menggunakan solar dengan nilai kalor bawah sekitar 8.500 kcal/liter, perkiraan konsumsi pada beban penuh adalah:
3.529.412÷8.500=415 liter/jam3.529.412 \div 8.500 = 415\text{ liter/jam}
Jadi, perkiraan konsumsi solar berada di sekitar 415 liter/jam pada beban 100%.
Angka ini merupakan perhitungan awal. Konsumsi aktual dipengaruhi oleh nilai kalor bahan bakar, efisiensi pembakaran, temperatur return oil, rugi-rugi radiasi, kadar oksigen gas buang, pola beban, serta kondisi heater.
Perbandingan Biaya Operasi
Untuk menentukan sistem yang lebih ekonomis, biaya tidak boleh hanya dibandingkan dari harga unit. Perhitungan harus mencakup:
| Komponen biaya | Thermal Oil Heater | Steam Boiler |
|---|---|---|
| Bahan bakar | Ada | Ada |
| Listrik pompa | Circulation pump | Feedwater dan condensate pump |
| Air make-up | Sangat sedikit | Berkelanjutan |
| Chemical treatment | Tidak untuk air boiler | Diperlukan |
| Blowdown energy loss | Tidak ada | Ada |
| Steam trap maintenance | Tidak ada | Ada |
| Analisis fluida | Diperlukan | Analisis air diperlukan |
| Penggantian media | Thermal oil sesuai kondisinya | Air terus ditambahkan |
| Inspeksi burner | Diperlukan | Diperlukan |
| Pembersihan sisi api | Diperlukan | Diperlukan |
| Insulasi perpipaan | Diperlukan | Diperlukan |
Thermal oil heater tidak selalu lebih hemat daripada steam boiler. Keunggulannya paling jelas ketika proses membutuhkan temperatur tinggi dan seluruh pemanasan bersifat tidak langsung.
Apakah Operator Bersertifikat Tidak Diperlukan?
Pernyataan bahwa thermal oil heater pasti tidak memerlukan operator bersertifikat sebaiknya tidak digunakan secara mutlak.
Di Indonesia, kewajiban operator pesawat uap diatur melalui Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 4 Tahun 2025 tentang Operator Pesawat Uap. Peraturan tersebut mengatur kualifikasi, kewajiban, sertifikasi kompetensi, dan lisensi K3 tenaga kerja yang mengoperasikan pesawat uap. Referensi resmi dapat dilihat pada JDIH Kementerian Ketenagakerjaan.
Karena thermal oil heater bukan sistem pembangkit uap, klasifikasinya tidak otomatis sama dengan steam boiler. Namun, kebutuhan perizinan, pemeriksaan, operator kompeten, proteksi kebakaran, tangki timbun, bejana, instalasi bahan bakar, dan ketentuan K3 tetap harus dikonfirmasi kepada Disnaker atau instansi berwenang berdasarkan desain serta lokasi pemasangan.
Meskipun regulasi tertentu tidak mewajibkan lisensi operator boiler untuk sebuah unit thermal oil heater, pengoperasian tetap harus dilakukan oleh personel yang telah mendapatkan pelatihan khusus.
Keunggulan Thermal Oil Heater IDM
PT Indira Mitra Boiler memiliki tenaga teknis dalam negeri untuk mendukung:
- Perhitungan kebutuhan panas
- Rancangan heating coil
- Pemilihan burner
- Pemilihan circulation pump
- Desain expansion tank dan collecting tank
- Fabrikasi unit
- Pembuatan control panel
- Instalasi perpipaan
- Commissioning
- Combustion tuning
- Pelatihan operator
- Troubleshooting
- Penyediaan spare part
- Preventive maintenance
Dukungan tenaga ahli lokal memudahkan pelanggan memperoleh pelayanan setelah penjualan tanpa selalu harus mendatangkan teknisi dari luar negeri.
Kesimpulan
Thermal Oil Heater IDM merupakan alternatif yang sesuai, efisien, dan ekonomis untuk proses pemanasan tidak langsung bertemperatur tinggi. Sistem ini menawarkan tekanan operasi yang relatif rendah, tidak memerlukan water treatment, tidak menghasilkan blowdown atau kondensat, serta dapat memasok beberapa pengguna panas secara bersamaan.
Temperatur operasi sistem thermal oil mineral umumnya berada hingga sekitar 280–320°C. Temperatur mendekati 400°C hanya dapat digunakan dengan thermal fluid sintetis, desain khusus, material yang sesuai, dan sistem keselamatan yang memadai.
Pemilihan antara thermal oil heater dan steam boiler harus didasarkan pada temperatur proses, jenis pemanasan, kapasitas, jam operasi, harga energi, kebutuhan steam lain di pabrik, persyaratan K3, serta total biaya selama umur peralatan.
Untuk proses yang memerlukan uap langsung atau sterilisasi, steam boiler tetap menjadi pilihan yang tepat. Namun, untuk pemanasan tidak langsung pada temperatur tinggi, Thermal Oil Heater IDM dapat memberikan sistem yang lebih sederhana, stabil, dan efisien.
Studi Kasus Thermal Oil Heater vs Steam Boiler
Kebutuhan Pemanasan Industri 3.000.000 kcal/jam
Sebuah pabrik membutuhkan sistem pemanas tidak langsung untuk beberapa peralatan produksi, yaitu:
- Tangki penyimpanan minyak
- Reaktor proses
- Heat exchanger
- Hot press
- Jalur perpipaan minyak
- Unit pengering
Total kebutuhan panas efektif dari seluruh proses adalah 3.000.000 kcal/jam. Temperatur thermal oil direncanakan sekitar 220–280°C, bergantung pada kebutuhan setiap mesin.
Pabrik beroperasi selama 16 jam per hari dan 300 hari per tahun. Bahan bakar yang digunakan adalah solar dengan asumsi nilai kalor 8.500 kcal/liter.
Konversi Kapasitas Thermal Oil Heater
Kapasitas 3.000.000 kcal/jam dapat dikonversikan menjadi:
3.000.000÷860=3.488 kW3.000.000 \div 860 = 3.488\text{ kW}
Dengan demikian, kapasitas panas efektif yang dibutuhkan adalah sekitar:
3.488 kW atau 3,49 MW
Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, PT Indira Mitra Boiler dapat mempertimbangkan Thermal Oil Heater IDM kapasitas 3.000.000 kcal/jam dengan burner modulating dan kapasitas pembakaran yang disesuaikan dengan efisiensi unit.
Skenario 1: Menggunakan Thermal Oil Heater IDM
Efisiensi thermal oil heater diasumsikan sebesar 85%.
Kebutuhan energi bahan bakar:
3.000.0000,85=3.529.412 kcal/jam\frac{3.000.000}{0,85} =3.529.412\text{ kcal/jam}
Perkiraan konsumsi solar:
3.529.4128.500=415,2 liter/jam\frac{3.529.412}{8.500} =415,2\text{ liter/jam}
Jadi, konsumsi solar Thermal Oil Heater IDM pada beban penuh diperkirakan sekitar:
415 liter/jam
Konsumsi harian selama 16 jam:
415,2×16=6.643 liter/hari415,2 \times 16 =6.643\text{ liter/hari}
Konsumsi tahunan selama 300 hari:
6.643×300=1.992.900 liter/tahun6.643 \times 300 =1.992.900\text{ liter/tahun}
Perhitungan ini menggambarkan operasi pada beban 100% secara terus-menerus. Dalam operasi aktual, burner modulating akan menurunkan konsumsi ketika temperatur proses telah tercapai atau beban produksi berkurang.
2: Menggunakan Steam Boiler
Pada sistem steam, efisiensi boiler diasumsikan sebesar 85%. Selain itu, diasumsikan terdapat kerugian sistem sekitar 10% dari blowdown, distribusi steam, steam trap, flash steam, dan condensate yang tidak seluruhnya kembali.
Efisiensi keseluruhan sistem diperkirakan:
85%×90%=76,5%85\% \times 90\% =76,5\%
Kebutuhan energi bahan bakar:
3.000.0000,765=3.921.569 kcal/jam\frac{3.000.000}{0,765} =3.921.569\text{ kcal/jam}
Perkiraan konsumsi solar:
3.921.5698.500=461,4 liter/jam\frac{3.921.569}{8.500} =461,4\text{ liter/jam}
Jadi, konsumsi solar pada sistem steam diperkirakan sekitar:
461 liter/jam
Konsumsi harian selama 16 jam:
461,4×16=7.382 liter/hari461,4 \times 16 =7.382\text{ liter/hari}
Konsumsi tahunan selama 300 hari:
7.382×300=2.214.600 liter/tahun7.382 \times 300 =2.214.600\text{ liter/tahun}
Perbandingan Konsumsi Bahan Bakar
| Parameter | Thermal Oil Heater | Steam Boiler |
|---|---|---|
| Kebutuhan panas proses | 3.000.000 kcal/jam | 3.000.000 kcal/jam |
| Efisiensi heater/boiler | 85% | 85% |
| Asumsi kerugian distribusi | Termasuk dalam perhitungan sederhana | 10% |
| Efisiensi sistem efektif | 85% | 76,5% |
| Konsumsi solar | 415,2 liter/jam | 461,4 liter/jam |
| Konsumsi per hari | 6.643 liter | 7.382 liter |
| Konsumsi per tahun | 1.992.900 liter | 2.214.600 liter |
| Selisih konsumsi | — | 221.700 liter/tahun |
Potensi penghematan bahan bakar:
461,4−415,2=46,2 liter/jam461,4-415,2 =46,2\text{ liter/jam}
Persentase penghematan:
46,2461,4×100%≈10%\frac{46,2}{461,4}\times100\% \approx10\%
Berdasarkan asumsi tersebut, Thermal Oil Heater berpotensi menghemat sekitar 10% bahan bakar dibandingkan sistem steam yang mengalami kerugian distribusi sebesar 10%.
Potensi penghematan aktual dapat lebih kecil atau lebih besar, tergantung kondisi sistem steam, tingkat condensate return, blowdown, kualitas insulasi, efisiensi burner, dan pola beban produksi.
Simulasi Penghematan Biaya Bahan Bakar
Jika harga solar diasumsikan sebesar Rp15.000 per liter, potensi penghematan per jam adalah:
46,2×Rp15.000=Rp693.000/jam46,2 \times Rp15.000 =Rp693.000/\text{jam}
Penghematan per hari:
Rp693.000×16=Rp11.088.000/hariRp693.000 \times 16 =Rp11.088.000/\text{hari}
Penghematan per tahun:
Rp11.088.000×300=Rp3.326.400.000/tahunRp11.088.000 \times 300 =Rp3.326.400.000/\text{tahun}
Dengan asumsi tersebut, potensi penghematan biaya bahan bakar dapat mencapai sekitar:
Rp3,32 miliar per tahun
Nilai ini merupakan simulasi, bukan jaminan penghematan. Perhitungan akhir harus menggunakan harga bahan bakar aktual, data konsumsi lapangan, jam operasi efektif, serta hasil audit energi.
Perbandingan Temperatur dan Tekanan
Jika proses membutuhkan temperatur thermal oil sekitar 250°C, thermal oil heater dapat mencapainya pada tekanan sirkulasi yang relatif rendah.
Untuk mencapai temperatur yang sama menggunakan saturated steam, diperlukan tekanan steam yang jauh lebih tinggi. Hal ini menyebabkan steam boiler, pipa, valve, heat exchanger, dan perlengkapan keselamatan harus dirancang untuk tekanan tinggi.
| Parameter | Thermal Oil Heater | Steam Boiler |
|---|---|---|
| Temperatur proses | 250°C | 250°C |
| Kondisi media | Thermal oil tetap cair | Steam bertekanan tinggi |
| Tekanan sistem | Terutama dari circulation pump | Mengikuti tekanan saturasi steam |
| Konstruksi pengguna panas | Relatif lebih sederhana | Harus memenuhi desain tekanan tinggi |
| Risiko kebocoran | Kebocoran minyak panas dan kebakaran | Kebocoran steam bertekanan tinggi |
| Pengoperasian | Circulation dan temperature control | Pressure, level, steam, dan water control |
Tekanan thermal oil yang lebih rendah bukan berarti sistem bebas risiko. Kebocoran thermal oil pada permukaan panas atau di dalam furnace tetap dapat menimbulkan kebakaran serius.
Perbandingan Peralatan Pendukung
Thermal Oil Heater IDM Membutuhkan
- Thermal oil heater
- Burner modulating
- Circulation pump
- Standby circulation pump
- Expansion tank
- Collecting tank
- Strainer
- Control valve
- Flow atau differential pressure switch
- Temperature controller
- High-temperature limiter
- Flue-gas temperature limiter
- Control panel
- Chimney
- Sistem perpipaan dan insulasi
Steam Boiler Membutuhkan
- Steam boiler
- Burner
- Feedwater pump
- Water treatment
- Softener atau demineralization unit
- Chemical dosing
- Feedwater tank
- Deaerator untuk sistem tertentu
- Blowdown tank
- Steam header
- Steam trap
- Condensate receiver
- Condensate return pump
- Safety valve
- Water-level control
- Pressure controller
- Sistem perpipaan steam dan kondensat
Dari sisi jumlah peralatan, thermal oil heater dapat menghasilkan sistem distribusi yang lebih sederhana ketika seluruh proses hanya membutuhkan pemanasan tidak langsung.
Perhitungan Debit Thermal Oil
Jika Thermal Oil Heater berkapasitas 3.000.000 kcal/jam bekerja dengan perbedaan temperatur supply dan return sebesar 30°C, debit thermal oil dapat diperkirakan menggunakan:
Q=m×Cp×ΔTQ=m \times C_p \times \Delta T
Dengan asumsi:
- Kapasitas panas: 3.000.000 kcal/jam
- Specific heat thermal oil: 0,55 kcal/kg·°C
- Selisih temperatur: 30°C
- Density thermal oil panas: 780 kg/m³
Kebutuhan mass flow:
m=3.000.0000,55×30=181.818 kg/jamm=\frac{3.000.000}{0,55\times30} =181.818\text{ kg/jam}
Debit volume:
181.818780=233 m3/jam\frac{181.818}{780} =233\text{ m}^3/\text{jam}
Dengan demikian, estimasi debit thermal oil adalah sekitar:
233 m³/jam
Circulation pump tidak boleh dipilih hanya dari hasil debit tersebut. Total head harus dihitung berdasarkan pressure drop pada:
- Heating coil
- Pipa supply dan return
- Heat exchanger
- Control valve
- Strainer
- Fitting
- Elevasi dan konfigurasi sistem
Mengapa Burner Modulating Direkomendasikan?
Pada awal produksi, burner dapat bekerja mendekati kapasitas maksimum untuk mempercepat proses pemanasan. Setelah temperatur tercapai, kebutuhan panas biasanya turun karena burner hanya mengganti panas yang diserap proses dan hilang dari sistem.
Burner modulating dapat menyesuaikan kapasitas secara bertahap berdasarkan sinyal temperature controller.
Keuntungannya meliputi:
- Temperatur lebih stabil
- Konsumsi bahan bakar mengikuti beban aktual
- Mengurangi frekuensi hidup dan mati burner
- Mengurangi thermal shock
- Memperpanjang umur heating coil
- Mengurangi risiko overheating thermal oil
- Meningkatkan kestabilan proses produksi
Kesimpulan Studi Kasus
Untuk kebutuhan pemanasan tidak langsung sebesar 3.000.000 kcal/jam dengan temperatur proses tinggi, Thermal Oil Heater IDM lebih sesuai dibandingkan steam boiler apabila pabrik tidak membutuhkan steam untuk proses lain.
Berdasarkan simulasi, Thermal Oil Heater membutuhkan sekitar 415 liter solar per jam, sedangkan sistem steam diperkirakan membutuhkan sekitar 461 liter per jam setelah memperhitungkan kerugian distribusi sebesar 10%.
Potensi penghematan mencapai sekitar 46 liter per jam atau 10%, tetapi hasil aktual harus dibuktikan melalui audit energi dan pengukuran lapangan.
Keunggulan utama Thermal Oil Heater IDM pada studi kasus ini adalah:
- Temperatur tinggi dengan tekanan relatif rendah
- Tidak memerlukan water treatment
- Tidak menghasilkan blowdown
- Tidak membutuhkan steam trap
- Tidak memerlukan condensate return
- Temperatur lebih mudah dikontrol
- Dapat melayani beberapa mesin dengan temperatur berbeda
- Sistem distribusi panas lebih sederhana
- Dukungan teknis dan after-sales dari PT Indira Mitra Boiler
Kapasitas final heater, burner, circulation pump, expansion tank, perpipaan, dan instrumen keselamatan tetap harus ditentukan berdasarkan data proses aktual dan perhitungan engineering.
Info lebih lanjut Kontak di bawah ini :
Workshop
Kawasan Pergudangan Laksana Business Park, Jalan Laksana 6 Blok F 09, Desa laksana Kec. Pakuhaji, Kab. Tangerang, Banten- 15570
PT Indira Mitra Boiler
Ratman Bejo
☎️081388666204
My Website
https://indira.co.id
https://hargaboiler.co.id
Email: info@indira.co.id
Email: idmratman@gmail.com
https://www.youtube.com/@Ratman_Bejo/videos
