Kontraktor Thermal Oil Heater

Jual Thermal Oil Heater

PT Indira Mitra Boiler melalui PT Indira Mitra Boiler merupakan perusahaan yang bergerak di bidang fabrikasi, engineering, dan kontraktor Thermal Oil Heater di Indonesia. Kami memproduksi berbagai jenis Thermal Oil Heater dengan kapasitas yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan proses industri pelanggan (custom design).

Didukung pengalaman sejak tahun 2015, kami memiliki tim engineer, teknisi, dan tenaga fabrikasi yang berpengalaman dalam merancang, memproduksi, memasang, hingga melakukan commissioning sistem Thermal Oil Heater untuk berbagai sektor industri, seperti kelapa sawit, makanan dan minuman, kimia, aspal, tekstil, plywood, karet, plastik, dan manufaktur.

Sebagai produsen sekaligus kontraktor, kami tidak hanya menjual Thermal Oil Heater berbagai kapasitas, tetapi juga menyediakan solusi pemanasan yang lengkap, mulai dari konsultasi kebutuhan panas proses, perancangan sistem, pemilihan burner, instalasi perpipaan, panel kontrol, hingga layanan purna jual dan perawatan.

Kami berkomitmen memberikan produk berkualitas tinggi dengan efisiensi termal yang optimal, sistem operasi yang aman, serta layanan profesional agar setiap pelanggan memperoleh solusi yang tepat sesuai kebutuhan industrinya.

Jika Anda sedang mencari jual Thermal Oil Heater berkualitas dengan harga kompetitif, tim kami siap membantu memberikan konsultasi teknis dan penawaran terbaik sesuai spesifikasi yang dibutuhkan.

Steam Boiler Service by PT Indira Mitra Boiler
Steam Boiler Service by PT Indira Mitra Boiler

Pengertian dasar tentang thermal oil heater

Thermal oil Heater atau thermal fluid alat pengahantar panas bisanya digunakan untuk membawa energi pada aplikasi pemanasan, seperti industri processing dan juga pendinginan mesin-2 industri. Thermal oil paling sesuai digunakan pada aplikasi bersuhu tinggi di mana kondisi operasi paling optimal berada di antara 150ºC sampai 350ºC. Pada suhu ini, pemanasan dengan menggunakan Thermal oil / thermal fluid akan memiliki efisiensi paling tinggi jika dibandingkan dengan metode pemanasan lain seperti menggunakan steam (uap), elektrik atau direct fired.

Penggunaan sistem Thermal oil sudah dimulai sejak akhir dekade 1930an. Thermal oil banyak digunakan karena efisiensi energi dan laju perpindahan panasnya yang tinggi. Namun pada masa itu, thermal oil yang digunakan belum stabil sehingga apabila suhu terjadi kondisi operasi sedikit melebihi suhu acuan maka dapat menyebabkan thermal oil rusak atau teroksidasi sebagian. Akibatnya, beberapa dekade kemudian banyak perusahaan kembali menggunakan pilihan yang dirasa lebih aman yaitu penggunan steam / uap, walaupun system ini lebih rumit dibandingkan thermal oil.

Thermal Oil Heater Modern Lebih Aman dan Efisien

Perkembangan teknologi dalam beberapa dekade terakhir telah menjadikan Thermal Oil Heater sebagai salah satu sistem pemanas industri yang paling aman, efisien, dan andal untuk aplikasi temperatur tinggi. Apabila dirancang oleh produsen yang berpengalaman, menggunakan thermal oil berkualitas, serta dioperasikan dan dipelihara sesuai prosedur, sistem Thermal Oil Heater umumnya menawarkan tingkat keselamatan yang lebih tinggi dibandingkan sistem steam boiler pada aplikasi suhu tinggi.

Kemajuan teknologi tidak hanya terjadi pada desain peralatan, tetapi juga pada pengembangan thermal fluid. Saat ini tersedia berbagai jenis thermal oil sintetis maupun mineral dengan karakteristik yang lebih unggul, antara lain:

  • Stabil pada temperatur operasi hingga sekitar 300–400°C (tergantung jenis thermal oil).
  • Memiliki ketahanan oksidasi yang lebih baik sehingga umur pakai lebih panjang.
  • Mengurangi pembentukan sludge dan karbon (coking).
  • Memiliki performa perpindahan panas yang lebih tinggi.
  • Tersedia formulasi dengan tingkat toksisitas yang rendah sesuai kebutuhan aplikasi industri.

Perkembangan tersebut merupakan hasil riset dan inovasi berkelanjutan dari berbagai produsen thermal oil dunia sehingga sistem pemanas berbasis thermal fluid kini semakin banyak digunakan pada industri modern.

Sistem Tekanan Rendah yang Lebih Aman

Salah satu alasan utama banyak perusahaan beralih ke Thermal Oil Heater adalah karena sistem ini bekerja pada tekanan operasi yang sangat rendah. Meskipun mampu menghasilkan temperatur hingga 300–400°C, thermal oil tetap berada dalam fase cair sehingga tidak memerlukan tekanan tinggi sebagaimana sistem steam.

Sebaliknya, pada sistem steam boiler, kenaikan temperatur harus diikuti dengan peningkatan tekanan sesuai karakteristik kurva saturated steam. Semakin tinggi temperatur steam yang diinginkan, semakin tinggi pula tekanan operasi yang harus digunakan. Kondisi ini mengharuskan boiler dirancang sebagai pressure vessel dengan persyaratan keselamatan yang lebih ketat.

Karena bekerja pada tekanan tinggi, instalasi steam boiler umumnya memerlukan:

  • Desain pressure vessel sesuai standar yang berlaku.
  • Sistem pengaman tambahan seperti safety valve, level control, dan proteksi tekanan.
  • Program inspeksi berkala.
  • Pengujian dan sertifikasi sesuai regulasi keselamatan.
  • Pengawasan operasional yang lebih ketat.

Persyaratan tersebut dapat meningkatkan biaya investasi awal, biaya operasional, serta biaya inspeksi dan pemeliharaan selama masa pakai peralatan.

Mengapa Banyak Industri Beralih ke Thermal Oil Heater?

Dengan berbagai keunggulan tersebut, Thermal Oil Heater semakin banyak dipilih sebagai alternatif pengganti steam boiler pada aplikasi pemanasan temperatur tinggi. Beberapa alasan utamanya meliputi:

  • Mampu menghasilkan temperatur tinggi dengan tekanan operasi rendah.
  • Tingkat keselamatan lebih baik karena tidak menggunakan tekanan tinggi.
  • Efisiensi perpindahan panas lebih tinggi.
  • Biaya instalasi dan pemeliharaan lebih ekonomis.
  • Tidak memerlukan water treatment seperti pada steam boiler.
  • Temperatur proses lebih stabil dan mudah dikontrol.
  • Umur peralatan lebih panjang karena risiko korosi lebih rendah.

Dengan desain engineering yang tepat, pemilihan thermal oil yang sesuai, serta program pemeliharaan yang baik, Thermal Oil Heater menjadi solusi pemanas industri yang aman, efisien, dan ekonomis untuk berbagai proses produksi modern.

Thermal oil transfer pemanas 1

Aplikasi Thermal Oil Heater di Berbagai Industri

Thermal oil merupakan salah satu thermal fluid yang paling banyak digunakan sebagai media perpindahan panas pada berbagai proses industri yang membutuhkan temperatur tinggi dengan kontrol suhu yang stabil. Berkat kemampuan menghantarkan panas secara efisien pada tekanan operasi rendah, sistem Thermal Oil Heater telah menjadi pilihan utama di berbagai sektor industri modern.

Selain digunakan sebagai media pemanas pada proses manufaktur, thermal oil juga diaplikasikan pada berbagai sistem peralatan seperti heat exchanger, reaktor, tangki proses, kompresor, pompa, gearbox, mesin industri, hingga peralatan khusus pada sektor otomotif, perkapalan, energi, dan militer.

Di industri makanan, minuman, dan farmasi, Thermal Oil Heater banyak digunakan karena mampu menghasilkan pemanasan yang seragam (uniform heating) tanpa kontak langsung dengan produk, sehingga kualitas produk tetap terjaga.

Berikut beberapa industri yang banyak menggunakan Thermal Oil Heater:

1. Industri Kimia

Digunakan untuk memanaskan reaktor, tangki pencampur (mixing tank), heat exchanger, distilasi, evaporator, serta berbagai proses reaksi kimia yang membutuhkan temperatur tinggi secara stabil.

2. Industri Plastik dan Karet

Digunakan pada mesin ekstruder, injection molding, blow molding, kalender karet, vulkanisasi, laminasi, serta proses pencetakan plastik yang memerlukan kontrol temperatur yang presisi.

3. Industri Tekstil dan Laundry

Thermal Oil Heater digunakan pada mesin drying, stenter, calender, dyeing, finishing, serta proses pengeringan kain yang membutuhkan distribusi panas yang merata.

4. Industri Makanan dan Minuman

Digunakan untuk proses penggorengan (continuous fryer), oven industri, pemasakan, pengeringan, roasting, pemanasan tangki minyak goreng, margarin, cokelat, gula, susu, serta berbagai proses pengolahan pangan lainnya.

5. Industri Minyak dan Gas (Oil & Gas)

Berfungsi sebagai sumber panas untuk pemanasan crude oil, fuel oil, bitumen, asphalt, storage tank, pipeline heating, separator, hingga proses refinery dan terminal penyimpanan.

6. Industri Kayu dan Plywood

Digunakan pada hot press, veneer dryer, plywood press, MDF, particle board, wood drying kiln, serta berbagai proses laminasi kayu.

7. Industri Kertas, Karton, dan Kemasan

Thermal Oil Heater dimanfaatkan pada mesin corrugator, laminating, coating, drying, paper machine, dan proses pembuatan karton bergelombang.

8. Industri Perkapalan

Digunakan untuk pemanasan fuel oil tank, cargo tank heating, thermal cargo heating system, heating coil pada kapal tanker, serta berbagai aplikasi pemanasan fluida di kapal.

9. Industri Material Bangunan

Digunakan pada produksi aspal, asphalt mixing plant (AMP), gypsum board, beton ringan (AAC), keramik, bata ringan, hingga berbagai proses pengeringan material konstruksi.

10. Industri Pengolahan Logam

Thermal Oil Heater digunakan pada proses heat treatment, oven industri, powder coating, curing oven, drying oven, pre-heating material, dan berbagai proses manufaktur logam yang memerlukan temperatur tinggi.

Mengapa Banyak Industri Memilih Thermal Oil Heater?

Penggunaan Thermal Oil Heater semakin meningkat karena menawarkan berbagai keuntungan, antara lain:

  • Mampu menghasilkan temperatur hingga sekitar 400°C dengan tekanan operasi rendah.
  • Efisiensi perpindahan panas yang tinggi.
  • Temperatur proses lebih stabil dan mudah dikontrol.
  • Biaya operasional dan perawatan lebih rendah dibandingkan sistem steam pada aplikasi suhu tinggi.
  • Umur peralatan lebih panjang karena risiko korosi lebih rendah.
  • Cocok untuk proses produksi yang membutuhkan pemanasan kontinu dengan efisiensi tinggi.

Dengan fleksibilitas dan keandalannya, Thermal Oil Heater menjadi solusi pemanas yang ideal untuk berbagai industri yang membutuhkan sistem pemanasan aman, hemat energi, dan berperforma tinggi.

Fleksibilitas Thermal Oil Heater untuk Berbagai Tingkatan Suhu

Salah satu keunggulan utama Thermal Oil Heater adalah kemampuannya untuk melayani beberapa kebutuhan temperatur proses dalam satu sistem. Dengan desain perpipaan dan sistem kontrol yang tepat, satu unit Thermal Oil Heater dapat memasok panas ke beberapa sirkuit (loop) dengan temperatur operasi yang berbeda secara bersamaan.

Sebagai contoh, sebuah Thermal Oil Heater yang beroperasi pada suhu maksimum 300°C dapat melayani beberapa sirkuit proses, seperti:

  • Loop 1: 300°C untuk proses temperatur tinggi.
  • Loop 2: 240°C untuk proses pemanasan menengah.
  • Loop 3: 150°C untuk proses yang membutuhkan temperatur lebih rendah.

Masing-masing sirkuit dilengkapi dengan sistem kontrol dan pengaturan aliran tersendiri sehingga temperatur dapat dijaga tetap stabil sesuai kebutuhan proses produksi. Konsep ini memberikan fleksibilitas tinggi sekaligus meningkatkan efisiensi energi karena satu sumber panas dapat digunakan untuk berbagai aplikasi.

Thermal Oil Heater Dapat Menghasilkan Steam Secara Tidak Langsung

Pada banyak industri, kebutuhan panas tidak hanya berupa thermal oil, tetapi juga steam untuk proses tertentu, seperti:

  • Sterilisasi menggunakan Autoclave.
  • Proses perebusan dengan steam.
  • Pengeringan menggunakan Rotary Drum Dryer.
  • Proses pemanasan tidak langsung pada berbagai peralatan produksi.

Dengan sistem Thermal Oil Heater, perusahaan tetap dapat memenuhi kebutuhan steam tanpa harus mengoperasikan boiler konvensional. Hal ini dilakukan menggunakan Organic Steam Generator (OSG) atau Heat Recovery Steam Generator berbasis Thermal Oil, yaitu peralatan yang memanfaatkan thermal oil bertemperatur tinggi sebagai media pemanas untuk menghasilkan uap (steam).

Cara Kerja Organic Steam Generator (OSG)

Organic Steam Generator (OSG) bekerja dengan prinsip pemanasan tidak langsung (indirect heating). Berbeda dengan boiler konvensional yang memanaskan air menggunakan nyala api secara langsung, OSG menggunakan thermal oil panas sebagai media perpindahan kalor.

Prosesnya berlangsung sebagai berikut:

  1. Thermal Oil Heater memanaskan thermal oil hingga temperatur operasi yang diinginkan.
  2. Thermal oil panas dialirkan menuju heat exchanger pada Organic Steam Generator.
  3. Panas dari thermal oil dipindahkan ke air umpan (feed water).
  4. Air berubah menjadi uap (steam) sesuai tekanan yang dibutuhkan proses.
  5. Thermal oil yang telah melepaskan panas kembali ke Thermal Oil Heater untuk dipanaskan kembali sehingga membentuk sistem sirkulasi tertutup.

Karena tidak terdapat pembakaran langsung pada OSG, sistem ini memiliki tingkat keselamatan yang tinggi dan dapat dipasang di dalam area produksi tanpa memerlukan ruang boiler tersendiri, selama tetap memenuhi standar keselamatan dan peraturan yang berlaku.

Steam dengan Berbagai Tekanan

Kombinasi antara Thermal Oil Heater dan Organic Steam Generator (OSG) mampu menghasilkan steam dengan berbagai tingkat tekanan sesuai kebutuhan industri, antara lain:

  • Steam tekanan rendah (Low Pressure Steam).
  • Steam tekanan sedang (Medium Pressure Steam).
  • Steam tekanan tinggi (High Pressure Steam).

Sistem ini memberikan fleksibilitas yang tinggi bagi industri yang membutuhkan thermal oil sekaligus steam dalam satu proses produksi.

Keunggulan Sistem Thermal Oil Heater + OSG

  • Satu sumber panas untuk berbagai temperatur proses.
  • Dapat menghasilkan steam tanpa boiler berbahan bakar langsung.
  • Efisiensi energi lebih tinggi karena panas dimanfaatkan secara optimal.
  • Sistem lebih aman karena pembakaran hanya terjadi pada Thermal Oil Heater.
  • Biaya operasional dan perawatan lebih rendah dibanding penggunaan dua sistem terpisah.
  • Temperatur proses lebih stabil dan mudah dikontrol.
  • Cocok untuk industri makanan, kimia, farmasi, tekstil, kelapa sawit, plywood, karet, plastik, aspal, dan berbagai industri manufaktur.

Dengan fleksibilitas, efisiensi energi, tingkat keselamatan yang tinggi, serta kemudahan perawatan, Thermal Oil Heater telah menjadi pilihan utama berbagai industri modern sebagai solusi sistem pemanas proses yang andal dan ekonomis.

Kesimpulan

Thermal Oil Heater merupakan solusi pemanas industri yang sangat efisien untuk aplikasi yang membutuhkan temperatur tinggi, bahkan hingga 400°C, tanpa memerlukan tekanan operasi yang tinggi seperti pada sistem steam boiler. Kemampuan ini menjadikan Thermal Oil Heater sebagai pilihan ideal untuk berbagai industri, seperti makanan, kelapa sawit, kimia, tekstil, plywood, karet, plastik, aspal, hingga manufaktur.

Dibandingkan dengan sistem steam konvensional, sistem thermal oil menawarkan berbagai keunggulan, antara lain:

  • Efisiensi perpindahan panas yang lebih tinggi.
  • Tidak terjadi kehilangan panas akibat steam trap, blowdown, maupun kebocoran uap.
  • Biaya operasional lebih rendah.
  • Konsumsi bahan bakar lebih hemat.
  • Perawatan lebih sederhana dan downtime lebih sedikit.
  • Temperatur proses lebih stabil dan mudah dikontrol.
  • Tekanan operasi rendah sehingga tingkat keselamatan lebih tinggi.

Meskipun demikian, penggunaan Thermal Oil Heater di beberapa industri masih belum sebanyak steam boiler. Hal ini sebagian besar dipengaruhi oleh pengalaman pada masa lalu ketika beberapa sistem thermal oil mengalami kegagalan akibat desain yang kurang tepat, kualitas thermal oil yang rendah, sirkulasi yang tidak optimal, serta kurangnya prosedur perawatan.

Faktanya, dengan perkembangan teknologi saat ini, Thermal Oil Heater modern jauh lebih aman dan andal apabila dirancang sesuai standar engineering, menggunakan thermal oil berkualitas, memiliki kecepatan aliran yang memadai, sistem kontrol yang lengkap, serta menjalankan program pemeliharaan secara berkala.

Sebuah sistem Thermal Oil Heater umumnya terdiri dari:

  • Heating Coil (koil pemanas)
  • Burner (Gas, Solar, Heavy Oil, Biomassa)
  • Thermal Oil Circulation Pump
  • Expansion Tank
  • Deaeration Tank (bila diperlukan)
  • Control Panel PLC atau Digital Controller
  • Safety Devices (High Temperature Limit, Flow Switch, Pressure Gauge, Safety Interlock)

Untuk memperpanjang umur thermal oil, tangki ekspansi sebaiknya dirancang agar kontak thermal oil dengan oksigen seminimal mungkin. Pada aplikasi temperatur tinggi, penggunaan blanketing gas nitrogen (Nitrogen Inerting) sangat dianjurkan untuk mengurangi proses oksidasi sehingga umur thermal oil menjadi lebih panjang dan pembentukan sludge maupun carbon deposit dapat diminimalkan.

Studi Kasus

Penggantian Steam Boiler Menjadi Thermal Oil Heater pada Industri Laminasi

Sebuah pabrik laminasi sebelumnya menggunakan steam boiler untuk memanaskan roll laminasi dengan temperatur operasi sekitar 220°C.

Sistem lama memiliki beberapa kendala:

  • Efisiensi boiler sekitar 80–85%.
  • Kehilangan energi melalui blowdown dan steam trap.
  • Biaya treatment air cukup tinggi.
  • Korosi pada jaringan pipa steam.
  • Perawatan boiler relatif lebih sering.

Setelah dilakukan evaluasi, sistem diganti menggunakan Thermal Oil Heater kapasitas 1.000.000 kcal/jam dengan burner gas alam.

Hasil yang Diperoleh

ParameterSteam BoilerThermal Oil Heater
Temperatur Proses220°C220°C
Tekanan Operasi±20 bar<5 bar
Water TreatmentDiperlukanTidak diperlukan
Steam TrapBanyakTidak ada
BlowdownAdaTidak ada
Stabilitas TemperaturBaikSangat Baik
Biaya PerawatanTinggiLebih Rendah
Efisiensi Sistem±82%±90–93%

Hasil Operasional

Setelah enam bulan beroperasi, perusahaan memperoleh beberapa keuntungan:

  • Penghematan konsumsi bahan bakar sekitar 10–20%, tergantung pola operasi.
  • Biaya perawatan menurun karena tidak ada lagi steam trap, blowdown, dan pengolahan air boiler.
  • Temperatur proses menjadi lebih stabil sehingga kualitas produk meningkat.
  • Downtime produksi berkurang karena sistem lebih sederhana.
  • Umur peralatan proses lebih panjang akibat distribusi panas yang lebih merata.

Studi kasus tersebut menunjukkan bahwa Thermal Oil Heater merupakan investasi yang memberikan manfaat jangka panjang, terutama pada proses industri yang membutuhkan temperatur di atas 150°C secara kontinu. Dengan desain yang benar, pemilihan thermal oil berkualitas, serta pemeliharaan yang baik, sistem ini mampu memberikan efisiensi tinggi, biaya operasional yang lebih rendah, dan tingkat keselamatan yang lebih baik dibandingkan sistem steam konvensional pada aplikasi pemanasan suhu tinggi.

 

PT Indira Mitra Boiler
Industrial Heating System Specialist
Office:Emerald Residence Sepatan Ruko 8i, Kosambi Tangerang
Phone: (021) 352 95874
WhatsApp : +62 813-8866-6204 (Ratman Bejo)
Workshop : Tangerang – Indonesia
Website : www.indiramitraboiler.co.id
Website : www.burner.co.id
Email : info@indira.co.id | idmratman@gmail.com
YouTube : https://www.youtube.com/@Bejoburnerindonesia

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top