Sepesifikasi Thermal oil Boiler

Definisi Thermal oil Boiler

Thermal oil transfer pemanas 1
Thermal oil transfer pemanas 1

IDM BOILER Thermal Oil Heaters (juga disebut Thermal Oil Boiler, T

 

hermal Fluid Boilers, Hot Oil Unit atau Diathermic Heaters) dikembangkan dan dirancang khusus untuk menuntut proses pemanasan operasi di mana tidak ada kompromi pada kualitas yang diterima dan di mana keandalan adalah kata kuncinya. Solusi pemanas dari thermal oil heater tidak ditandai dengan harga beli yang rendah – melainkan biaya keseluruhan yang rendah termasuk biaya perawatan dan operasional yang rendah, dan masa pakai yang lama.

 

Karenanya pemanas IDM BOILER terbuat dari bahan dan komponen kelas satu, tanpa mengurangi kualitas. Bagian tekanan dirancang sebagai standar antara tekanan 10 bar dan hingga 40 bar (meskipun operasi sering kali atmosferik dan tidak bertekanan). Pemanas untuk oli termal atau cairan transfer panas (HTF) dikirimkan sebagai unit yang lengkap dan lengkap dengan semua armature, instrumentasi, dan fitur keselamatan yang diperlukan.

Pemanas oli termal dikirim sebagai berbahan bakar minyak, berbahan bakar gas, untuk bahan bakar ganda atau pemanas listrik. Pilihan khusus lainnya banyak dan mencakup pilihan bebas untuk jenis horizontal atau vertikal. Model dirancang untuk tekanan minimum 10 bar dengan kapasitas dalam kisaran normal hingga 3000 kW, – dan hingga 10.000 kW berdasarkan permintaan.

Manfaat Thermal Oil Heater

Thermal Oil Heater merupakan sistem pemanas industri yang menggunakan Heat Transfer Fluid (HTF) berbasis minyak sebagai media pembawa panas. Sistem ini banyak digunakan pada proses yang membutuhkan temperatur tinggi tetapi tidak memerlukan steam sebagai media proses.

Pada sistem steam, peningkatan temperatur saturated steam akan diikuti dengan peningkatan tekanan. Sebagai perbandingan, untuk memperoleh saturated steam pada temperatur sekitar 300°C, dibutuhkan tekanan sekitar 85 bar absolut.

Thermal oil memiliki karakteristik berbeda. Dengan pemilihan HTF dan desain sistem yang tepat, thermal oil dapat digunakan untuk menghasilkan temperatur proses hingga sekitar 300°C dengan tekanan sistem yang jauh lebih rendah dibandingkan saturated steam pada temperatur yang sama.

Meskipun demikian, thermal oil tetap disirkulasikan menggunakan pompa sehingga terdapat tekanan operasi untuk mengatasi hambatan aliran (pressure drop) pada heater, piping, valve, dan equipment proses.

1. Mencapai Temperatur Operasi Tinggi

Salah satu keuntungan utama thermal oil heater adalah kemampuannya menyediakan panas pada temperatur tinggi tanpa membutuhkan tekanan seperti saturated steam pada temperatur yang sama.

Jenis thermal oil tertentu dapat digunakan pada temperatur sekitar 300°C atau lebih, selama pengoperasian tidak melebihi batas maximum bulk temperature dan maximum film temperature yang ditentukan produsen HTF.

2. Kontrol Temperatur yang Stabil

Temperatur thermal oil dapat dikontrol berdasarkan setpoint proses. Hal ini membuat sistem cocok untuk aplikasi yang membutuhkan pengaturan temperatur secara stabil dan konsisten.

Thermal oil heater banyak digunakan untuk reactor, mixing tank, dryer, oven, hot press, heat exchanger, asphalt plant, chemical processing, dan berbagai mesin pemanas industri.

3. Tidak Memerlukan Boiler Feed-Water Treatment

Berbeda dengan steam boiler, thermal oil heater tidak menggunakan air sebagai media utama sehingga tidak membutuhkan boiler feed-water treatment untuk mengendalikan hardness dan scale seperti pada sistem boiler air.

Namun, kondisi thermal oil tetap harus diperiksa secara berkala karena HTF dapat mengalami oxidation, thermal cracking, contamination, dan degradasi selama penggunaan.

4. Tidak Membutuhkan Steam Trap dan Condensate Return

Thermal oil bekerja dalam sistem sirkulasi tertutup dan tetap dalam fase cair selama berada dalam kondisi desainnya.

Karena tidak menggunakan steam sebagai media distribusi panas, sistem tidak membutuhkan steam trap dan condensate return system seperti instalasi steam konvensional.

Hal ini dapat menyederhanakan sistem distribusi panas pada aplikasi tertentu.

5. Risiko Korosi Berbasis Air Lebih Rendah

Karena media utama bukan air, beberapa mekanisme korosi yang umum ditemukan pada sistem steam dan condensate dapat dikurangi.

Namun, bukan berarti thermal oil heater sepenuhnya bebas korosi. Kondisi material, kelembapan, kontaminasi, temperatur, kualitas instalasi, dan lingkungan tetap dapat menyebabkan kerusakan atau korosi pada komponen tertentu.

6. Kebutuhan Maintenance yang Berbeda

Thermal oil heater tidak membutuhkan blowdown dan pengelolaan kualitas boiler water seperti pada steam boiler.

Maintenance sistem thermal oil umumnya difokuskan pada:

  • Pemeriksaan kualitas thermal oil
  • Circulation pump dan mechanical seal
  • Heating coil
  • Expansion tank
  • Strainer dan filter
  • Burner dan combustion system
  • Valve dan piping
  • Instrumentasi dan safety interlock

Dengan preventive maintenance yang tepat, sistem dapat mempertahankan performa dan umur operasi yang baik.

7. Operasi Relatif Tenang

Karena tidak terjadi proses pembentukan dan kondensasi steam pada jaringan distribusinya, thermal oil system tidak mengalami steam hammer dengan mekanisme yang sama seperti sistem steam.

Hal ini dapat menghasilkan karakteristik operasi yang relatif lebih tenang pada sistem yang dirancang dan dioperasikan dengan benar.

8. Sistem Closed-Loop

Thermal oil bersirkulasi dari heater menuju equipment produksi dan kembali lagi ke heater untuk dipanaskan.

Konfigurasi closed-loop memungkinkan fluida digunakan secara berulang sebagai media transfer panas dan dapat melayani beberapa pengguna panas dalam satu sistem yang dirancang dengan tepat.

Ringkasan Manfaat Thermal Oil Heater

ManfaatThermal Oil Heater
Temperatur operasiDapat mencapai ±300°C atau lebih sesuai jenis HTF
TekananRelatif rendah dibandingkan saturated steam pada temperatur sama
Feed-water treatmentTidak diperlukan
Steam trapTidak diperlukan
Condensate returnTidak diperlukan
Temperature controlStabil dan dapat disesuaikan
Sistem distribusiClosed-loop circulation
Maintenance utamaHTF, pump, coil, burner & safety system
AplikasiIndirect heating temperatur tinggi

Kesimpulan

Manfaat utama Thermal Oil Heater adalah kemampuannya menyediakan indirect heating pada temperatur tinggi dengan tekanan yang relatif rendah dibandingkan sistem saturated steam pada temperatur yang sama.

Sistem ini sangat menarik untuk industri yang membutuhkan temperatur sekitar 200–300°C, kontrol temperatur yang stabil, dan tidak membutuhkan steam secara langsung dalam proses produksi.

Pemilihan thermal oil heater tetap harus mempertimbangkan heating capacity, operating temperature, jenis HTF, flow rate, circulation pump, expansion tank, burner, piping, control system, safety interlock, serta regulasi yang berlaku.

Untuk aplikasi yang membutuhkan sterilisasi dengan steam, direct steam injection, humidification, atau proses lain yang secara khusus membutuhkan uap, steam boiler tetap dapat menjadi pilihan yang lebih tepat.

Bahan Bakar Burner 

Pemanas minyak termal berbahan bakar minyak dan gas hanya dilengkapi dengan merek burner berkualitas tinggi yang diakui internasional – disesuaikan untuk pengoperasian dengan gas, bahan bakar ringan, minyak bahan bakar berat atau kombinasi (bahan bakar ganda) dan bahkan minyak ikan dan bahan bakar padat. Tuntutan individu untuk desain burner khusus dapat dipenuhi dan diadaptasi dalam desain pemanas – misalnya burner untuk pembakaran bio-gas dan gas bahan bakar rendah kalori atau bahkan korosif lainnya.

Unit pemanas listrik tipe ELVTO dikirim dalam dua opsi. Elemen pemanas tabung listrik konvensional biasanya digunakan untuk aplikasi suhu rendah dan biaya untuk ini juga rendah. Unsur-unsur ini dirancang khusus untuk tugas-tugas yang menuntut yang berarti ao menggunakan paduan Incoloy 825 tahan suhu tinggi khusus dan ekstrim.

Untuk aplikasi lain, perawatan yang rendah dan mudah mungkin merupakan permintaan penting. Dalam hal ini dapat direkomendasikan untuk menggunakan tabung baja dilas penuh, di mana kabel pemanas bagian dalam elemen keramik dapat ditarik, tanpa mengosongkan pemanas untuk minyak.

Para insinyur di dunia menghitung beban panas optimal dalam pemanas secara individu yaitu untuk setiap tugas, – memastikan bahwa suhu film dari minyak termal tidak pernah melebihi bahkan selama berhenti dan mulai.

Studi Kasus dan Perbandingan Thermal Oil Heater vs Steam Boiler

Studi Kasus Penggunaan Thermal Oil Heater

Sebuah pabrik membutuhkan media pemanas untuk proses produksi pada temperatur sekitar 250–280°C. Panas digunakan pada reactor, mixing tank, dryer, atau heat exchanger dan harus dapat dikontrol secara stabil selama proses berlangsung.

Pada tahap engineering, perusahaan mempertimbangkan dua alternatif, yaitu steam boiler dan thermal oil heater.

Permasalahan utamanya adalah temperatur proses yang relatif tinggi. Jika menggunakan saturated steam, semakin tinggi temperatur yang dibutuhkan maka semakin tinggi pula tekanan steam yang diperlukan. Kondisi tersebut memengaruhi desain pressure equipment, piping, valve, instrumentasi, dan sistem keselamatan.

Sebagai alternatif, perusahaan mengevaluasi Thermal Oil Heater dengan Heat Transfer Fluid (HTF) sebagai media pembawa panas.

Solusi dengan Thermal Oil Heater

Thermal oil dipanaskan di dalam heater kemudian disirkulasikan menggunakan circulation pump menuju equipment produksi. Setelah panas ditransfer ke proses, thermal oil kembali ke heater untuk dipanaskan kembali.

Pada sistem dan jenis HTF yang sesuai, temperatur operasi sekitar 250–300°C dapat dicapai dengan tekanan sistem yang relatif rendah dibandingkan steam pada temperatur yang sama.

Namun, thermal oil tetap membutuhkan tekanan dari circulation pump untuk mengatasi pressure drop dan mempertahankan aliran. Jadi, istilah “tekanan atmosfer” tidak berarti seluruh sistem bekerja tanpa tekanan.

Studi Banding Thermal Oil vs Steam

ParameterThermal Oil HeaterSteam Boiler
Media pemanasHeat Transfer FluidAir / steam
Temperatur tinggiDapat mencapai ±300°C atau lebih sesuai HTFBisa mencapai temperatur tinggi dengan desain tekanan yang sesuai
Tekanan pada temperatur tinggiRelatif rendahSaturated steam membutuhkan tekanan semakin tinggi saat temperatur meningkat
Water treatmentTidak membutuhkan boiler feed-water treatmentUmumnya membutuhkan water treatment
Condensate systemTidak ada steam condensateMemerlukan condensate management jika condensate dikembalikan
Steam trapTidak diperlukanUmumnya diperlukan
Risiko freezingBergantung pada jenis HTFAir dapat membeku pada kondisi tertentu
KorosiTidak menghilangkan risiko sepenuhnya; mekanismenya berbedaWater-side corrosion perlu dikendalikan
Temperature controlBaik untuk pemanasan proses temperatur tinggiSangat baik untuk banyak proses pemanasan
MaintenanceBerbeda fokus: HTF, pump, seal, coil, burnerWater treatment, blowdown, steam trap, pressure equipment, dll.
AplikasiReactor, dryer, hot press, asphalt, chemical processSterilisasi, laundry, food process, heating, turbine, dll.

Contoh Perbandingan pada Temperatur 300°C

Untuk menghasilkan saturated steam sekitar 300°C, tekanan saturasinya berada pada kisaran 85 bar absolut (sekitar 84 bar gauge).

Hal tersebut menunjukkan mengapa thermal oil sering dipertimbangkan untuk proses yang membutuhkan temperatur sekitar 300°C tetapi tidak membutuhkan steam sebagai media proses.

Thermal oil dapat memberikan temperatur tinggi tanpa memerlukan tekanan saturasi seperti pada sistem steam.

Manfaat Thermal Oil Heater

1. Temperatur Operasi Tinggi

Thermal oil heater cocok untuk proses yang membutuhkan temperatur tinggi. Jenis HTF tertentu dapat digunakan pada temperatur sekitar 300°C atau lebih, selama masih berada dalam batas maximum bulk temperature dan maximum film temperature yang ditetapkan produsen fluida.

2. Kontrol Temperatur Proses

Temperatur thermal oil dapat dikontrol berdasarkan kebutuhan proses sehingga cocok untuk reactor, mixing tank, dryer, oven, heat exchanger, dan berbagai mesin produksi.

3. Tidak Membutuhkan Boiler Feed-Water Treatment

Karena media yang digunakan adalah thermal oil dan bukan air, sistem tidak membutuhkan pengolahan boiler feed water seperti softener atau chemical treatment untuk mengendalikan scale pada boiler air.

Thermal oil sendiri tetap memerlukan monitoring kualitas dan analisis berkala karena dapat mengalami oxidation, thermal cracking, dan degradasi.

4. Tidak Membutuhkan Steam Trap dan Condensate Return

Thermal oil tetap berada dalam fase cair pada sistem yang dirancang sesuai operating range-nya. Karena itu, sistem tidak membutuhkan steam trap dan condensate return seperti sistem steam konvensional.

5. Risiko Korosi Berbeda

Tidak adanya air sebagai media utama dapat mengurangi beberapa mekanisme korosi yang umum pada sistem steam. Namun, thermal oil system tetap dapat mengalami kerusakan material, kebocoran, fouling, oksidasi, dan masalah lain sehingga inspeksi tetap diperlukan.

6. Maintenance yang Berbeda

Thermal oil heater tidak memerlukan blowdown dan water-treatment management seperti steam boiler. Sebaliknya, maintenance berfokus pada kondisi HTF, circulation pump, seal, strainer, expansion tank, burner, heating coil, dan safety devices.

7. Operasi Lebih Tenang

Karena tidak terjadi proses pembentukan dan kondensasi steam pada jaringan distribusi panas, sistem thermal oil tidak mengalami steam hammer dengan mekanisme yang sama seperti sistem steam.

8. Distribusi Panas dalam Sistem Tertutup

Thermal oil bersirkulasi dalam closed-loop system, sehingga fluida panas dapat digunakan berulang kali untuk membawa energi dari heater menuju equipment produksi.

Studi Kasus Hasil Pemilihan

Misalnya sebuah pabrik membutuhkan:

  • Temperatur proses: 280°C
  • Heating load: 800 kW
  • Operasi: 16 jam/hari
  • Media panas tidak bersentuhan langsung dengan produk
  • Beberapa mesin membutuhkan temperatur tinggi secara bersamaan

Untuk kondisi tersebut, thermal oil heater dapat menjadi kandidat yang kuat karena kebutuhan utama adalah indirect heating pada temperatur tinggi.

Namun, apabila pabrik membutuhkan steam untuk sterilisasi, humidification, direct steam injection, atau proses yang secara spesifik membutuhkan uap, steam boiler dapat menjadi pilihan yang lebih tepat.

Kapan Memilih Thermal Oil Heater?

Thermal oil heater layak dipertimbangkan apabila:

  • Membutuhkan temperatur proses tinggi.
  • Menginginkan indirect heating.
  • Tidak membutuhkan steam sebagai bagian langsung dari proses.
  • Membutuhkan kontrol temperatur yang stabil.
  • Memiliki beberapa pengguna panas dalam closed-loop system.

Kapan Memilih Steam Boiler?

Steam boiler lebih tepat ketika proses membutuhkan:

  • Steam untuk sterilisasi.
  • Direct steam injection.
  • Humidification.
  • Laundry dan pressing.
  • Steam tracing tertentu.
  • Proses yang membutuhkan latent heat dari kondensasi steam.

Kesimpulan Studi Banding

Tidak ada satu sistem yang selalu lebih unggul untuk semua industri. Thermal Oil Heater memiliki keunggulan terutama pada proses indirect heating bertemperatur tinggi dengan tekanan relatif rendah, sedangkan Steam Boiler unggul pada proses yang memang membutuhkan karakteristik steam.

Pemilihan terbaik harus mempertimbangkan temperatur proses, heating load, tekanan, karakteristik produk, jenis heat exchanger, efisiensi sistem, bahan bakar, biaya investasi, biaya operasional, maintenance, safety, dan regulasi setempat.

Untuk aplikasi sekitar 250–300°C yang hanya membutuhkan transfer panas tidak langsung, thermal oil heater sering menjadi alternatif yang menarik dibandingkan menghasilkan saturated steam bertekanan tinggi.

Workshop
Kawasan Pergudangan Laksana Business Park, Jalan Laksana 6 Blok F 09, Desa laksana Kec. Pakuhaji, Kab. Tangerang, Banten- 15570

PT Indira Mitra Boiler
Ratman Bejo
☎️081388666204

My Website
https://indira.co.id

PT Indira Mitra Boiler


https://hargaboiler.co.id

HERO IMB

Email: info@indira.co.id
Email: idmratman@gmail.com

https://www.youtube.com/@Ratman_Bejo/videos

 

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top