JUAL THERMAL OIL HEATER/BOILER 1000 MCAL- 3000 MCAL
Pendahuluan Thermal Oil Boiler

Thermal Oil Boiler (TOB) atau Thermal Fluid Heater merupakan salah satu sistem pemanas industri yang menggunakan media thermal oil sebagai penghantar panas. Berbeda dengan boiler uap, sistem ini mampu menghasilkan temperatur tinggi dengan tekanan operasi yang relatif rendah sehingga lebih aman dan efisien. Thermal oil heater banyak digunakan untuk proses pengeringan, pemanasan produk, reaktor kimia, oven industri, hingga Asphalt Mixing Plant (AMP).
Pada umumnya, Thermal Oil Boiler bekerja pada rentang temperatur 70°C hingga 350°C, bahkan dapat dirancang untuk temperatur yang lebih tinggi sesuai kebutuhan proses. Oleh karena itu, sistem ini menjadi pilihan ideal bagi industri yang membutuhkan panas stabil tanpa harus menggunakan tekanan uap yang tinggi. Dibandingkan dengan pemanas berbasis steam, electric heater, maupun pembakaran langsung (direct firing), thermal oil heater mampu memberikan efisiensi energi yang lebih baik serta distribusi panas yang lebih merata.
Thermal Oil Heater BEJO by PT Indira Mitra Boiler
Seiring berkembangnya teknologi industri di Indonesia, PT Indira Mitra Boiler terus melakukan inovasi dalam pengembangan BEJO Thermal Oil Heater. Produk yang diproduksi tersedia dalam kapasitas 1.000 Mcal/jam hingga 3.000 Mcal/jam dan dirancang untuk memenuhi kebutuhan berbagai sektor industri, seperti makanan dan minuman, tekstil, kimia, farmasi, kelapa sawit, plywood, serta aspal.
Selain memiliki efisiensi termal yang tinggi, Thermal Oil Heater BEJO mampu bekerja secara stabil pada temperatur tinggi dengan sistem sirkulasi tertutup yang menjaga kualitas thermal oil selama proses operasi. Desain modern, sistem kontrol otomatis, serta penggunaan material berkualitas membuat unit ini memiliki umur pakai yang panjang, biaya perawatan yang rendah, dan konsumsi bahan bakar yang lebih hemat.
Dengan demikian, Thermal Oil Boiler BEJO menjadi solusi pemanas industri yang andal untuk proses produksi yang membutuhkan temperatur tinggi secara kontinu, aman, dan efisien.
DATA TEKNIS THERMAL OIL 1000 – 3000 MCAL
Ada banyak alasan mengapa banyak aplikasi yang membutuhkan pemanas menggunakan thermal oil kapasitas 1000 Mcal- 3000 Mcal/h. Salah satu alasan utama adalah thermal oil sistem adalah mesin yang dapat menghasilkan panas temperatur tinggi yang tidak bertekanan. Sebaliknya sistem steam / uap beroperasi pada tekanan tinggi sesuai dengan suhu yang diinginkan. ada pun spesifikasi data teknis thermal oil fluid sebagai berikut.
Spesifikasi Thermal Oil Heater (TOH)
Kapasitas 1.000.000 Kcal/jam (1.000 Mcal/h)
Technical Specification
| Item | Specification |
|---|---|
| Equipment | Thermal Oil Heater (Horizontal Type) |
| Thermal Capacity | 1,000 Mcal/h (1,000,000 Kcal/h) |
| Quantity | 1 Unit |
| Design Temperature | 300°C |
| Maximum Thermal Oil Temperature | 290°C |
| Temperature Difference (ΔT) | 32°C |
| Coil Test Pressure | 12 Barg |
| Heating Coil Pipe | Ø76.1 × 3.2 mm |
| Thermal Oil Inlet Connection | DN150 Flange |
| Thermal Oil Outlet Connection | DN150 Flange |
| Overall Length (TOH Only) | 4,000 mm |
| Overall Diameter (TOH Only) | 2,150 mm |
| Overall Height (TOH Only) | 1,960 mm |
| Approximate Empty Weight | 10,000 kg |
| Power Consumption | 60 kW |
| Diesel Fuel Consumption (85% Load) | ±80 Liter/hour (Typical) |
Catatan: Konsumsi solar sebesar 240 Liter/jam tidak sesuai untuk Thermal Oil Heater berkapasitas 1.000.000 Kcal/jam. Dengan efisiensi pembakaran sekitar 90%, konsumsi aktual umumnya berada pada kisaran 75–90 Liter/jam, sehingga ±80 Liter/jam merupakan nilai yang lebih realistis.
Circulation Pump
| Item | Specification |
|---|---|
| Pump Type | KSB Etanorm SYT Series (Germany) |
| Quantity | 2 Units (1 Duty + 1 Standby) |
| Capacity | 180 m³/hour |
| Maximum Head | 60 Meter |
Burner System
| Item | Specification |
|---|---|
| Burner Type | Single Fuel Burner |
| Fuel | Natural Gas (PNG/CNG/LNG), LPG, atau Diesel Oil |
| Quantity | 1 Set |
| Ignition System | Automatic Electronic Ignition |
| Flame Detection | UV / Ionization Flame Detector |
| Burner Control | Fully Modulating (Recommended) |
Control System
| Item | Specification |
|---|---|
| Main Control Panel | Schneider Electric Components |
| Temperature Controller | Autonics Digital Temperature Controller |
| Quantity | 3 Units |
| Pressure Gauge with Pressure Switch | 1 Unit |
Insulation
| Item | Specification |
|---|---|
| Insulation Material | High Density Rockwool |
| External Cladding | Stainless Steel Sheet |
Thermal Oil System Accessories
| Equipment | Specification |
|---|---|
| Expansion Tank | Mild Steel Plate 6 mm, Capacity 1,000 Liter, Complete with Support |
| Collecting Tank | Mild Steel Plate 6 mm, Capacity 1,500 Liter |
| Fuel Tank | Mild Steel Plate 6 mm, Capacity 4,000 Liter |
| Chimney | Ø380 mm × Thickness 6 mm × Height 9 Meter |
Scope of Supply
- Thermal Oil Heater kapasitas 1.000.000 Kcal/jam
- Heating Coil Assembly
- Single Fuel Burner
- KSB Etanorm SYT Circulation Pump (2 Units)
- Expansion Tank
- Collecting Tank
- Fuel Tank
- Schneider Electrical Control Panel
- Autonics Temperature Controller
- Pressure Gauge & Pressure Switch
- Stainless Steel Cladding
- Chimney
- Standard Accessories
Operating Data
| Parameter | Value |
|---|---|
| Thermal Capacity | 1,000,000 Kcal/hour |
| Thermal Efficiency | 90–92% |
| Maximum Operating Temperature | 290°C |
| Design Temperature | 300°C |
| Thermal Oil Flow Rate | 180 m³/hour |
| Electrical Power Consumption | 60 kW |
| Diesel Consumption (85% Load) | ±80 Liter/hour |
Recommended Burner Specification
Untuk Thermal Oil Heater berkapasitas 1.000.000 Kcal/jam, spesifikasi burner yang direkomendasikan adalah:
| Item | Specification |
|---|---|
| Burner Capacity | ±1.150–1.250 kW |
| Fuel | Natural Gas (PNG/CNG/LNG), LPG, atau Solar (Diesel) |
| Burner Type | Fully Modulating (Recommended) atau Two Stage |
| Turndown Ratio | Minimum 5:1 |
| Combustion System | Forced Draft Low NOx |
Burner modulating direkomendasikan karena mampu menyesuaikan kapasitas pembakaran secara otomatis sesuai kebutuhan proses. Hal ini menjaga temperatur thermal oil tetap stabil, mengurangi konsumsi bahan bakar, meminimalkan siklus ON/OFF burner, dan memperpanjang umur pakai coil heater.
Aplikasi
Thermal Oil Heater kapasitas 1.000.000 Kcal/jam sangat cocok digunakan untuk berbagai aplikasi pemanasan industri, antara lain:
- Pabrik Kelapa Sawit (PKS)
- Asphalt Mixing Plant (AMP)
- Industri Kimia dan Petrokimia
- Industri Makanan dan Minuman
- Industri Tekstil
- Industri Karet
- Industri Kayu dan Plywood
- Palm Oil Refinery
- Paper Mill
- Bitumen Storage dan Tank Heating
- Heat Exchanger Process
- Hot Air Generator
- Rotary Dryer
- Drying Oven
- Berbagai proses pemanasan tidak langsung (indirect heating) hingga temperatur operasi 290°C.
Sistem Thermal Oil Heater ini dirancang untuk memberikan efisiensi tinggi, distribusi panas yang merata, pengoperasian yang aman, serta biaya perawatan yang rendah, sehingga menjadi solusi ideal untuk proses industri yang membutuhkan pemanasan kontinu dengan temperatur tinggi tanpa menggunakan uap bertekanan tinggi.

Spesifikasi Thermal Oil Heater (TOH)
Kapasitas 1.500.000 Kcal/jam (1.500 Mcal/h)
Technical Specification
| Item | Specification |
|---|---|
| Equipment | Thermal Oil Heater (Horizontal Type) |
| Thermal Capacity | 1,500 Mcal/h (1,500,000 Kcal/h) |
| Quantity | 1 Unit |
| Design Temperature | 300°C |
| Maximum Thermal Oil Temperature | 290°C |
| Temperature Difference (ΔT) | 32°C |
| Coil Test Pressure | 12 Barg |
| Heating Coil Pipe | Ø76.1 × 3.2 mm |
| Thermal Oil Inlet Connection | DN150 Flange |
| Thermal Oil Outlet Connection | DN150 Flange |
| Overall Length (TOH Only) | 4,100 mm |
| Overall Diameter (TOH Only) | 2,300 mm |
| Overall Height (TOH Only) | 1,960 mm |
| Approximate Empty Weight | 11,000 kg |
| Power Consumption | 60 kW |
| Diesel Fuel Consumption (85% Load) | ±120 Liter/hour (typical) |
Catatan: Nilai konsumsi solar 240 Liter/jam terlalu besar untuk Thermal Oil Heater 1.500.000 Kcal/jam. Dengan efisiensi pembakaran sekitar 90%, konsumsi yang realistis berada pada kisaran 115–130 Liter/jam, sehingga ±120 Liter/jam merupakan nilai yang lebih sesuai.
Circulation Pump
| Item | Specification |
|---|---|
| Pump Type | KSB Etanorm SYT Series (Germany) |
| Quantity | 2 Units (1 Duty + 1 Standby) |
| Capacity | 180 m³/hour |
| Maximum Head | 60 Meter |
Burner System
| Item | Specification |
|---|---|
| Burner Type | Single Fuel Burner |
| Fuel | Natural Gas (PNG/CNG/LNG), LPG, atau Diesel Oil |
| Quantity | 1 Set |
| Ignition System | Automatic Electronic Ignition |
| Flame Detection | UV / Ionization Flame Detector |
| Burner Control | Fully Modulating (Recommended) |
Control System
| Item | Specification |
|---|---|
| Main Control Panel | Schneider Electric Components |
| Temperature Controller | Autonics Digital Temperature Controller |
| Quantity | 3 Units |
| Pressure Gauge with Pressure Switch | 1 Unit |
Insulation
| Item | Specification |
|---|---|
| Insulation Material | High Density Rockwool |
| External Cladding | Stainless Steel Sheet |
Thermal Oil System Accessories
| Equipment | Specification |
|---|---|
| Expansion Tank | Mild Steel Plate 6 mm, Capacity 1,000 Liter, Complete with Support |
| Collecting Tank | Mild Steel Plate 6 mm, Capacity 1,500 Liter |
| Fuel Tank | Mild Steel Plate 6 mm, Capacity 4,000 Liter |
| Chimney | Ø380 mm × 9 Meter Height × Thickness 6 mm |
Scope of Supply
- Thermal Oil Heater kapasitas 1.500.000 Kcal/jam
- Heating Coil Assembly
- Single Fuel Burner
- KSB Etanorm SYT Circulation Pump (2 Units)
- Expansion Tank
- Collecting Tank
- Fuel Tank
- Schneider Electrical Control Panel
- Autonics Temperature Controller
- Pressure Gauge & Pressure Switch
- Stainless Steel Cladding
- Chimney
- Standard Accessories
Operating Data
| Parameter | Value |
|---|---|
| Thermal Capacity | 1,500,000 Kcal/hour |
| Thermal Efficiency | 90–92% |
| Maximum Operating Temperature | 290°C |
| Design Temperature | 300°C |
| Thermal Oil Flow Rate | 180 m³/hour |
| Electrical Power Consumption | 60 kW |
| Diesel Consumption (85% Load) | ±120 Liter/hour |
Recommended Burner Specification
Untuk Thermal Oil Heater berkapasitas 1.500.000 Kcal/jam, spesifikasi burner yang direkomendasikan adalah:
| Item | Specification |
|---|---|
| Burner Capacity | ±1.750–1.900 kW |
| Fuel | Natural Gas (PNG/CNG/LNG), LPG, atau Solar (Diesel) |
| Burner Type | Fully Modulating (Recommended) atau Two Stage |
| Turndown Ratio | Minimum 5:1 |
| Combustion System | Forced Draft Low NOx |
Burner modulating memberikan pengaturan output panas yang mengikuti kebutuhan proses secara otomatis, sehingga temperatur thermal oil tetap stabil, konsumsi bahan bakar lebih hemat, dan umur pakai coil heater menjadi lebih panjang.
Aplikasi
Thermal Oil Heater kapasitas 1.500.000 Kcal/jam banyak digunakan pada berbagai proses industri yang memerlukan pemanasan tidak langsung hingga 290°C, antara lain:
- Pabrik Kelapa Sawit (PKS)
- Asphalt Mixing Plant (AMP)
- Industri Kimia dan Petrokimia
- Industri Makanan dan Minuman
- Industri Tekstil
- Industri Karet
- Industri Kayu dan Plywood
- Palm Oil Refinery
- Paper Mill
- Bitumen Storage & Tank Heating
- Heat Exchanger Process
- Hot Air Generator
- Rotary Dryer
- Drying Oven dan berbagai proses pemanasan industri lainnya.
Sistem ini dirancang untuk menghasilkan pemanasan yang aman, efisien, dan stabil tanpa menggunakan uap bertekanan tinggi, sehingga biaya operasional dan perawatan dapat ditekan sekaligus meningkatkan keandalan proses produksi.

Spesifikasi Thermal Oil Heater (TOH)
Kapasitas 2.000.000 Kcal/jam (2.000 Mcal/h)
Technical Specification
| Item | Specification |
|---|---|
| Equipment | Thermal Oil Heater (Horizontal Type) |
| Thermal Capacity | 2,000 Mcal/h (2,000,000 Kcal/h) |
| Quantity | 1 Unit |
| Design Temperature | 300°C |
| Maximum Thermal Oil Temperature | 290°C |
| Temperature Difference (ΔT) | 32°C |
| Coil Test Pressure | 12 Barg |
| Heating Coil Pipe | Ø76.1 × 3.2 mm |
| Thermal Oil Inlet Connection | DN150 Flange |
| Thermal Oil Outlet Connection | DN150 Flange |
| Length | 4,400 mm |
| Diameter | 2,400 mm |
| Height | 1,960 mm |
| Approximate Empty Weight | 12,000 kg |
| Power Consumption | 60 kW |
| Diesel Fuel Consumption (85% Load) | ±160 Liter/hour (typical) |
Catatan: Konsumsi solar sebesar 240 Liter/jam lebih sesuai untuk Thermal Oil Heater kapasitas 3.000.000 Kcal/jam. Untuk kapasitas 2.000.000 Kcal/jam, konsumsi normal berada di kisaran 150–170 Liter/jam, sehingga nilai ±160 Liter/jam lebih realistis.
Circulation Pump
| Item | Specification |
|---|---|
| Pump Type | KSB Etanorm SYT Series (Germany) |
| Quantity | 2 Units (1 Duty + 1 Standby) |
| Capacity | 180 m³/hour |
| Maximum Head | 60 Meter |
Burner System
| Item | Specification |
|---|---|
| Burner Type | Single Fuel Burner |
| Fuel | Natural Gas / CNG / LNG / Diesel Oil (sesuai pilihan) |
| Quantity | 1 Set |
| Ignition System | Automatic Electronic Ignition |
| Flame Supervision | UV / Ionization Flame Detector |
Control System
| Item | Specification |
|---|---|
| Main Control Panel | Schneider Electric Components |
| Temperature Controller | Autonics Digital Temperature Controller |
| Quantity | 3 Units |
| Pressure Gauge with Pressure Switch | 1 Unit |
Insulation
| Item | Specification |
|---|---|
| Insulation Material | High Density Rockwool |
| External Cladding | Stainless Steel Sheet |
Thermal Oil System Accessories
| Equipment | Specification |
|---|---|
| Expansion Tank | Mild Steel Plate 6 mm, Capacity 1,500 Liter, Complete with Support |
| Collecting Tank | Mild Steel Plate 6 mm, Capacity 2,000 Liter |
| Fuel Tank | Mild Steel Plate 6 mm, Capacity 4,000 Liter |
| Chimney | Ø420 mm × 9 Meter Height × Thickness 6 mm |
Scope of Supply
- Thermal Oil Heater 2.000.000 Kcal/jam
- Heating Coil Assembly
- Single Fuel Burner
- KSB Etanorm SYT Circulation Pump (2 Units)
- Expansion Tank
- Collecting Tank
- Fuel Tank
- Schneider Electrical Control Panel
- Autonics Temperature Controller
- Pressure Gauge & Pressure Switch
- Stainless Steel Cladding
- Chimney
- Standard Accessories
Operating Data
| Parameter | Value |
|---|---|
| Thermal Capacity | 2,000,000 Kcal/hour |
| Thermal Efficiency | 90–92% |
| Maximum Operating Temperature | 290°C |
| Design Temperature | 300°C |
| Thermal Oil Flow Rate | 180 m³/hour |
| Electrical Power Consumption | 60 kW |
| Diesel Consumption (85% Load) | ±160 Liter/hour |
Recommended Burner Specification
Untuk Thermal Oil Heater berkapasitas 2.000.000 Kcal/jam, spesifikasi burner yang direkomendasikan adalah:
| Item | Specification |
|---|---|
| Burner Capacity | ±2.300–2.500 kW |
| Fuel | Natural Gas (PNG/CNG/LNG), LPG, atau Solar (Diesel) |
| Control Type | Fully Modulating (Recommended) atau Two Stage |
| Turndown Ratio | Minimum 5:1 |
| Combustion System | Forced Draft Low NOx |
Burner modulating sangat disarankan karena mampu menjaga temperatur thermal oil tetap stabil, meningkatkan efisiensi pembakaran, menghemat konsumsi bahan bakar, serta memperpanjang umur coil heater akibat perubahan temperatur yang lebih halus.
Aplikasi
Thermal Oil Heater kapasitas 2.000.000 Kcal/jam cocok digunakan pada berbagai industri, antara lain:
- Pabrik Kelapa Sawit (PKS)
- Asphalt Mixing Plant (AMP)
- Industri Kimia
- Industri Makanan dan Minuman
- Industri Tekstil
- Industri Karet
- Industri Kayu dan Plywood
- Palm Oil Refinery
- Paper Mill
- Tank Heating System
- Bitumen Heating
- Heat Exchanger Process
- Drying System dan Rotary Dryer
Sistem ini dirancang untuk menghasilkan pemanasan tidak langsung (indirect heating) yang aman, stabil, dan efisien hingga temperatur operasi 290°C tanpa tekanan uap tinggi seperti pada sistem boiler uap.

Spesifikasi Thermal Oil Heater (TOH)
Kapasitas 3.000.000 Kcal/jam (3.000 Mcal/h)
| Item | Specification |
|---|---|
| Equipment | Thermal Oil Heater (Horizontal Type) |
| Thermal Capacity | 3,000 Mcal/h (3,000,000 Kcal/h) |
| Quantity | 1 Unit |
| Design Temperature | 300°C |
| Maximum Thermal Oil Temperature | 290°C |
| Temperature Difference (ΔT) | 32°C |
| Coil Test Pressure | 12 Barg |
| Heating Coil Pipe | Ø76.1 × 3.2 mm |
| Thermal Oil Inlet | DN150 Flange |
| Thermal Oil Outlet | DN150 Flange |
| Length | 4,500 mm |
| Diameter | 2,600 mm |
| Height | 2,200 mm |
| Approximate Empty Weight | 13,000 kg |
| Power Consumption | 60 kW |
| Diesel Consumption (85% Load) | ±240 Liter/hour |
Circulation Pump
| Item | Specification |
|---|---|
| Pump Type | KSB Etanorm SYT Series (Germany) |
| Quantity | 2 Units (1 Duty + 1 Standby) |
| Capacity | 180 m³/hour |
| Head | 60 Meter |
Burner System
| Item | Specification |
|---|---|
| Burner Type | Single Fuel Burner |
| Fuel | Diesel Oil atau Natural Gas (sesuai pilihan) |
| Quantity | 1 Set |
| Automatic Ignition | Yes |
| Safety Flame Monitoring | Yes |
Control System
| Item | Specification |
|---|---|
| Main Control Panel | Schneider Electric Components |
| Temperature Controller | Autonics Digital Controller |
| Quantity Temperature Controller | 3 Units |
| Pressure Gauge with Pressure Switch | 1 Unit |
Insulation
| Item | Specification |
|---|---|
| Insulation Material | High Density Rockwool |
| Cladding | Stainless Steel |
Thermal Oil System Accessories
| Equipment | Specification |
|---|---|
| Expansion Tank | Mild Steel Plate 6 mm, Capacity 2,000 Liter Complete with Support |
| Collecting Tank | Mild Steel Plate 6 mm, Capacity 2,000 Liter |
| Fuel Tank | Mild Steel Plate 6 mm, Capacity 4,000 Liter |
| Chimney | Ø450 mm × 9 Meter Height × Thickness 6 mm |
Ruang Lingkup Supply
- Thermal Oil Heater kapasitas 3.000.000 Kcal/jam
- Heating Coil
- Burner lengkap
- Circulation Pump KSB (2 Unit)
- Expansion Tank
- Collecting Tank
- Fuel Tank
- Control Panel Schneider
- Temperature Controller Autonics
- Pressure Gauge & Pressure Switch
- Stainless Steel Cladding
- Chimney
- Standard Accessories
Data Operasional
| Parameter | Nilai |
|---|---|
| Kapasitas Panas | 3.000.000 Kcal/jam |
| Efisiensi Thermal (Typical) | 90–92% |
| Temperatur Operasi Maksimum | 290°C |
| Temperatur Desain | 300°C |
| Debit Thermal Oil | 180 m³/jam |
| Konsumsi Listrik | 60 kW |
| Konsumsi Solar (85% Load) | ±240 Liter/jam |
Rekomendasi Burner
Untuk Thermal Oil Heater berkapasitas 3.000.000 Kcal/jam, kapasitas burner yang direkomendasikan adalah:
- Output panas: sekitar 3.500 kW (≈ 3,0 juta kcal/jam)
- Jenis bahan bakar: Natural Gas (CNG/LNG/PNG), LPG, atau Solar (Diesel)
- Tipe operasi: Modulating (lebih disarankan) atau Two Stage
- Rasio modulasi: minimal 5:1 agar kontrol temperatur thermal oil lebih stabil dan efisien.
Spesifikasi ini sesuai untuk aplikasi industri seperti pabrik kelapa sawit, aspal (AMP), refinery, chemical plant, edible oil, wood processing, textile, rubber, paper mill, food processing, dan berbagai proses pemanasan tidak langsung hingga temperatur operasi sekitar 290°C.

Komponen Penting Thermal Oil Heater 1000 Mcal – 3000 Mcal
Thermal Oil Heater (TOH) kapasitas 1.000 Mcal/jam hingga 3.000 Mcal/jam merupakan sistem pemanas tidak langsung yang dirancang untuk menghasilkan temperatur tinggi hingga 300–350°C dengan tekanan operasi rendah. Agar sistem bekerja secara aman, efisien, dan andal, terdapat beberapa komponen utama yang saling terintegrasi dalam proses pemanasan dan sirkulasi thermal oil.
1. Heating Coil
Heating Coil merupakan komponen utama yang berfungsi sebagai media perpindahan panas dari hasil pembakaran burner ke thermal oil. Thermal oil mengalir di dalam pipa coil dan menyerap panas sebelum didistribusikan ke mesin atau proses produksi.
Heating coil pada Thermal Oil Heater BEJO tersedia dengan desain:
- 2 Pass Coil (2 Phase) untuk kapasitas menengah.
- 3 Pass Coil (3 Phase) untuk kapasitas besar dengan efisiensi perpindahan panas yang lebih tinggi.
Material heating coil menggunakan pipa baja seamless tahan temperatur tinggi yang dirancang untuk memberikan umur pakai panjang dan distribusi panas yang merata.
2. Burner
Burner berfungsi sebagai sumber panas utama yang menghasilkan energi pembakaran untuk memanaskan thermal oil di dalam heating coil.
Thermal Oil Heater BEJO dapat menggunakan berbagai jenis burner, antara lain:
- Burner Gas (Natural Gas, LPG, LNG, CNG)
- Burner Solar (HSD)
- Burner Light Oil
- Burner Dual Fuel (Gas dan Solar)
Burner tersedia dalam sistem One Stage, Two Stage, maupun Modulating sehingga konsumsi bahan bakar lebih efisien dan temperatur thermal oil tetap stabil.
3. Pompa Sirkulasi (Circulation Pump)
Pompa sirkulasi merupakan jantung sistem Thermal Oil Heater. Komponen ini bertugas mensirkulasikan thermal oil dari unit heater menuju seluruh jaringan proses produksi, kemudian mengembalikannya kembali ke heating coil untuk dipanaskan ulang.
Pompa dirancang khusus untuk:
- Temperatur tinggi hingga 350°C
- Operasi kontinu 24 jam
- Tekanan kerja tinggi
- Aliran thermal oil yang stabil
Kinerja pompa sangat menentukan efisiensi perpindahan panas pada seluruh sistem.
4. Expansion Tank
Expansion Tank berfungsi menampung perubahan volume thermal oil akibat pemuaian ketika temperatur meningkat.
Selain sebagai ruang ekspansi, tangki ini juga memiliki fungsi:
- Menjaga tekanan sistem tetap stabil.
- Menambah thermal oil saat diperlukan.
- Menghilangkan gelembung udara dari sistem.
- Menjadi titik pemeriksaan level thermal oil.
Expansion Tank umumnya dipasang pada posisi yang lebih tinggi dari unit Thermal Oil Heater agar sirkulasi berlangsung secara optimal.
5. Drain Tank
Drain Tank digunakan sebagai tempat penampungan thermal oil saat proses pengurasan (draining), perawatan, maupun kondisi darurat.
Fungsinya meliputi:
- Menampung thermal oil dari Expansion Tank.
- Mencegah tumpahan thermal oil ke area kerja.
- Memudahkan proses penggantian thermal oil.
- Mendukung pekerjaan inspeksi dan maintenance.
Dengan adanya Drain Tank, proses servis menjadi lebih aman, bersih, dan efisien.
6. Flow Control System
Flow Control merupakan sistem yang mengatur laju aliran thermal oil agar distribusi panas ke seluruh proses produksi tetap merata.
Sistem ini terdiri dari beberapa komponen seperti:
- Flow Meter
- Flow Switch
- Control Valve
- Balancing Valve
Flow Control membantu memastikan thermal oil mengalir sesuai kapasitas desain sehingga tidak terjadi kekurangan maupun kelebihan aliran pada masing-masing jalur proses.
7. Temperature Control System
Temperature Control berfungsi menjaga temperatur thermal oil sesuai dengan kebutuhan proses produksi secara otomatis.
Sistem ini terdiri dari:
- Temperature Sensor (RTD atau Thermocouple)
- Temperature Controller (PID)
- Thermostat
- Safety High Temperature Switch
Keunggulan sistem kontrol temperatur antara lain:
- Menjaga temperatur tetap stabil.
- Menghemat konsumsi bahan bakar.
- Mengurangi risiko overheating.
- Meningkatkan kualitas hasil produksi.
8. Panel Control Listrik
Panel Control merupakan pusat kendali seluruh sistem Thermal Oil Heater. Semua proses pengoperasian, monitoring, proteksi, dan pengaturan dilakukan melalui panel ini.
Komponen utama panel kontrol meliputi:
- MCB (Miniature Circuit Breaker)
- MCCB (Molded Case Circuit Breaker)
- Magnetic Contactor
- Thermal Overload Relay
- PLC (Programmable Logic Controller)
- HMI (Human Machine Interface) (opsional)
- Inverter / Variable Frequency Drive (VFD)
- Temperature Controller
- Pressure Controller
- Timer
- Relay
- Pilot Lamp
- Push Button
- Emergency Stop
- Alarm Buzzer
Panel kontrol memungkinkan operator memantau kondisi burner, pompa sirkulasi, temperatur, tekanan, aliran thermal oil, hingga sistem keselamatan secara real-time, sehingga operasi menjadi lebih aman dan efisien.
Studi Kasus Aplikasi Thermal Oil Boiler (Thermal Oil Heater) di Berbagai Industri
Thermal Oil Boiler (Thermal Oil Heater/TOH) merupakan sistem pemanas tidak langsung (indirect heating) yang menggunakan thermal oil sebagai media penghantar panas. Dibandingkan boiler uap, Thermal Oil Heater mampu menghasilkan temperatur hingga 300–350°C pada tekanan operasi yang relatif rendah, sehingga lebih aman, efisien, dan hemat biaya operasional untuk berbagai proses industri.
Berikut beberapa studi kasus penggunaan Thermal Oil Boiler BEJO by PT Indira Mitra Boiler pada berbagai sektor industri.
1. Studi Kasus Industri Makanan
Aplikasi
- Deep Fryer (Mesin Penggorengan)
- Kettle Cooker
- Spray Dryer
- Pasteurisasi
- Produksi Susu Bubuk
Permasalahan
Sebuah pabrik makanan membutuhkan media pemanas dengan temperatur stabil 250°C untuk proses penggorengan secara terus-menerus selama 18 jam per hari. Sebelumnya menggunakan burner direct fire sehingga temperatur sulit dikontrol dan kualitas produk tidak seragam.
Solusi
Menggunakan Thermal Oil Heater 600.000 kcal/jam dengan temperatur operasi 280°C.
Hasil
- Temperatur stabil ±2°C.
- Produk matang lebih merata.
- Konsumsi bahan bakar turun sekitar 15–20%.
- Tidak terjadi kontak langsung antara api dan produk makanan.
2. Studi Kasus Industri Aspal Mixing Plant (AMP)
Aplikasi
- Tangki Aspal Curah
- Bitumen Storage Tank
- Asphalt Mixing Plant
Permasalahan
Aspal harus dipertahankan pada temperatur 160–180°C agar tetap memiliki viskositas yang sesuai selama proses pencampuran.
Solusi
Thermal Oil Heater 1.500.000 kcal/jam dengan sistem coil mengelilingi tangki aspal.
Hasil
- Temperatur aspal stabil.
- Aspal tidak mengalami overheating.
- Konsumsi solar lebih hemat dibanding direct burner.
- Umur thermal oil lebih panjang karena sirkulasi stabil.
3. Studi Kasus Industri Kimia
Aplikasi
- Reactor Heating
- Mixing Tank
- Chemical Storage Tank
Permasalahan
Reaktor kimia membutuhkan temperatur 220°C selama proses reaksi selama 8 jam.
Solusi
Menggunakan Thermal Oil Heater 800.000 kcal/jam dengan sistem kontrol PID otomatis.
Hasil
- Temperatur reaksi sangat stabil.
- Produk lebih konsisten.
- Waktu produksi lebih singkat.
- Risiko overheating menurun.
4. Studi Kasus Industri Tekstil
Aplikasi
- Stenter Machine
- Drying Machine
- Coating Machine
- Calender Machine
Permasalahan
Mesin stenter membutuhkan udara panas sekitar 220°C secara terus-menerus.
Solusi
Thermal Oil Heater 1.000.000 kcal/jam dengan Heat Exchanger Air Heater.
Hasil
- Pengeringan kain lebih cepat.
- Warna kain lebih konsisten.
- Konsumsi energi turun sekitar 18%.
5. Studi Kasus Industri Plywood
Aplikasi
- Veneer Dryer
- Hot Press
- Glue Mixing
Permasalahan
Mesin Hot Press membutuhkan temperatur 180°C selama proses pengepresan kayu lapis.
Solusi
Thermal Oil Heater 800.000 kcal/jam.
Hasil
- Kualitas lem meningkat.
- Waktu press lebih singkat.
- Kapasitas produksi naik sekitar 15%.
6. Studi Kasus Industri Bata Ringan dan Material Bangunan
Aplikasi
- Drying Chamber
- Brick Dryer
- Concrete Curing
Permasalahan
Produk membutuhkan pemanasan merata tanpa kontak langsung dengan api.
Solusi
Thermal Oil Heater 600.000 kcal/jam.
Hasil
- Produk tidak retak.
- Pengeringan lebih merata.
- Reject produksi menurun.
7. Studi Kasus Industri Kelapa Sawit
Aplikasi
- Sterilizer
- Fruit Heating
- CPO Tank Heating
- Kernel Dryer
Permasalahan
Pabrik ingin mengurangi konsumsi steam pada proses tertentu dan membutuhkan temperatur tinggi yang stabil.
Solusi
Thermal Oil Heater 2.000.000 kcal/jam dengan sistem distribusi ke beberapa heat exchanger.
Hasil
- Temperatur stabil.
- Konsumsi bahan bakar lebih hemat.
- Perawatan sistem lebih mudah.
8. Studi Kasus Multi-Line Heating
Salah satu keunggulan Thermal Oil Boiler adalah kemampuannya melayani beberapa proses dengan temperatur berbeda menggunakan satu unit pemanas.
Studi Kasus
Sebuah pabrik kimia memiliki tiga proses produksi:
| Line Produksi | Temperatur Proses |
|---|---|
| Reactor A | 300°C |
| Reactor B | 240°C |
| Storage Tank | 150°C |
Menggunakan 1 unit Thermal Oil Heater 2.000.000 kcal/jam, thermal oil dipompa ke tiga jalur berbeda. Setiap jalur dilengkapi control valve, temperature sensor, dan heat exchanger sehingga temperatur dapat diatur sesuai kebutuhan masing-masing proses.
Keuntungan
- Tidak perlu membeli tiga unit heater.
- Investasi awal lebih rendah.
- Konsumsi energi lebih efisien.
- Perawatan lebih sederhana.
- Sistem kontrol temperatur lebih mudah.
Kesimpulan
Thermal Oil Boiler BEJO by PT Indira Mitra Boiler merupakan solusi pemanas industri yang efisien untuk berbagai aplikasi yang membutuhkan temperatur tinggi hingga 350°C dengan tekanan operasi rendah. Sistem ini cocok digunakan pada industri makanan, kimia, tekstil, plywood, aspal, kelapa sawit, farmasi, karet, plastik, hingga material bangunan.
Keunggulan utama Thermal Oil Heater adalah kemampuannya menyediakan panas yang stabil, aman, dan hemat energi, bahkan untuk beberapa jalur proses dengan temperatur berbeda secara bersamaan. Dengan desain yang tepat, satu unit Thermal Oil Heater dapat melayani berbagai kebutuhan pemanasan sekaligus sehingga meningkatkan efisiensi produksi dan menurunkan biaya operasional.
Studi Kasus Penggunaan Thermal Oil Boiler (TOB) Kapasitas 1.000.000 Kcal/jam
Sebuah perusahaan pengolahan minyak nabati (edible oil) membutuhkan sistem pemanas untuk memanaskan minyak di dalam heat exchanger dan storage tank. Sebelumnya perusahaan menggunakan boiler uap (steam boiler), namun sering mengalami masalah berupa kehilangan panas pada jalur pipa, biaya perawatan tinggi, serta kebutuhan operator bersertifikat boiler.
Untuk meningkatkan efisiensi dan menurunkan biaya operasional, perusahaan mengganti sistem tersebut dengan Thermal Oil Boiler (TOB) kapasitas 1.000.000 Kcal/jam yang menggunakan burner gas modulating.
Data Proses
| Parameter | Nilai |
|---|---|
| Produk | Edible Oil |
| Kapasitas Produk | 20.000 kg |
| Temperatur Awal | 40°C |
| Temperatur Akhir | 180°C |
| ΔT | 140°C |
| Kalor Jenis (Cp) | 0,50 kcal/kg°C |
Perhitungan Kebutuhan Panas
Rumus perpindahan panas:
Q = m × Cp × ΔT
Keterangan:
- Q = Energi panas (kcal)
- m = Massa produk (kg)
- Cp = Kalor jenis (kcal/kg°C)
- ΔT = Perbedaan temperatur (°C)
Perhitungan:
Q = 20.000 × 0,50 × 140
Q = 1.400.000 kcal
Artinya, dibutuhkan energi panas sebesar 1.400.000 kcal untuk menaikkan temperatur produk dari 40°C menjadi 180°C.
Estimasi Waktu Pemanasan
Dengan Thermal Oil Boiler berkapasitas 1.000.000 Kcal/jam dan efisiensi perpindahan panas sekitar 90%, maka panas efektif yang diterima proses adalah:
Output efektif = 1.000.000 × 90% = 900.000 kcal/jam
Waktu pemanasan:
1.400.000 ÷ 900.000 = 1,56 jam
≈ 1 jam 34 menit
Pada praktiknya, waktu pemanasan dapat sedikit lebih lama karena adanya kehilangan panas pada pipa, tangki, heat exchanger, dan kondisi operasi di lapangan.
Konsumsi Bahan Bakar
Dengan efisiensi pembakaran sekitar 90%, konsumsi bahan bakar diperkirakan:
| Jenis Bahan Bakar | Konsumsi Per Jam |
|---|---|
| Solar (Diesel) | ±80 Liter/jam |
| Natural Gas | ±110 Nm³/jam |
| LPG | ±70 kg/jam |
Nilai tersebut dapat berubah tergantung nilai kalor bahan bakar dan efisiensi burner.
Hasil yang Diperoleh
Setelah menggunakan Thermal Oil Boiler, perusahaan memperoleh beberapa keuntungan:
- Temperatur proses lebih stabil hingga 290°C.
- Tidak memerlukan steam trap maupun sistem pengembalian kondensat.
- Tekanan operasi rendah sehingga meningkatkan aspek keselamatan.
- Efisiensi perpindahan panas lebih tinggi dibanding sistem steam pada aplikasi temperatur tinggi.
- Konsumsi bahan bakar lebih hemat karena burner modulating bekerja mengikuti beban proses.
- Biaya perawatan lebih rendah dan umur peralatan proses menjadi lebih panjang.
Kesimpulan
Studi kasus ini menunjukkan bahwa Thermal Oil Boiler (TOB) kapasitas 1.000.000 Kcal/jam merupakan solusi yang efektif untuk proses industri yang membutuhkan pemanasan hingga 180–290°C. Dengan media thermal oil sebagai penghantar panas, sistem mampu menghasilkan temperatur tinggi pada tekanan rendah, sehingga lebih aman, efisien, dan ekonomis dibandingkan sistem boiler uap untuk aplikasi pemanasan tidak langsung.
Thermal Oil Boiler sangat cocok diterapkan pada industri makanan dan minuman, kelapa sawit, kimia, tekstil, karet, kayu, asphalt mixing plant (AMP), paper mill, palm oil refinery, heat exchanger, rotary dryer, dan berbagai proses pemanasan industri lainnya yang memerlukan suplai panas kontinu dengan kontrol temperatur yang presisi.
Demikian artikel mengenai Thermal oil boiler idm info lebih lanjut untuk diskusi maupun kebutuhan unit bisa hubungi marketing di :
Workshop
Kawasan Pergudangan Laksana Business Park, Jalan Laksana 6 Blok F 09, Desa laksana Kec. Pakuhaji, Kab. Tangerang, Banten- 15570
PT Indira Mitra Boiler
Ratman Bejo
☎️081388666204
My Website
https://indira.co.id
https://hargaboiler.co.id
https://boilermarine.co.id
Email: info@indira.co.id
Email: idmratman@gmail.com
https://www.youtube.com/@Ratman_Bejo/videos
