BEJO OEM UNIGAS BURNER INDONESIA – PT Indira Mitra Boiler
BEJO OEM UNIGAS BURNER INDONESIA merupakan solusi burner industri yang disediakan oleh PT Indira Mitra Boiler untuk berbagai kebutuhan sistem pembakaran di Indonesia. Kami menyediakan pilihan gas burner, oil burner, dual fuel burner, Low NOx burner, hingga industrial burner berkapasitas kecil maupun besar. Produk BEJO OEM UNIGAS BURNER INDONESIA dirancang untuk memberikan efisiensi pembakaran tinggi, emisi rendah, serta keandalan operasi pada aplikasi steam boiler, thermal oil heater, hot water boiler, furnace, rotary dryer, hot air generator, oven industri, asphalt mixing plant (AMP), kiln, dan incinerator.
Solusi BEJO OEM UNIGAS BURNER INDONESIA dari PT Indira Mitra Boiler
PT Indira Mitra Boiler menyediakan BEJO OEM UNIGAS BURNER INDONESIA untuk berbagai aplikasi industri, mulai dari steam boiler, thermal oil heater, furnace, rotary dryer, hot air generator, oven industri, kiln, hingga asphalt mixing plant (AMP). Dengan dukungan tim engineering yang berpengalaman, BEJO OEM UNIGAS BURNER INDONESIA menawarkan solusi pembakaran yang efisien, aman, dan hemat energi. Layanan kami meliputi konsultasi teknis, pemilihan kapasitas burner, instalasi, commissioning, combustion tuning, retrofit burner, preventive maintenance, serta penyediaan spare parts original untuk memastikan performa sistem pembakaran tetap optimal sepanjang masa operasional.
.

UNIGAS merupakan produsen industrial burner asal Italia yang telah berpengalaman lebih dari 50 tahun dalam mengembangkan teknologi sistem pembakaran untuk berbagai kebutuhan industri.
Produk UNIGAS dikenal karena menggabungkan efisiensi energi, keandalan operasi, teknologi Low NOx, serta sistem kontrol pembakaran yang modern untuk memenuhi standar industri internasional.
Burner UNIGAS dirancang untuk menghasilkan pembakaran yang stabil, konsumsi bahan bakar yang efisien, serta emisi gas buang yang rendah. Dengan dukungan teknologi electronic combustion control, fully modulating operation, dan digital burner management system, burner mampu menyesuaikan kapasitas panas secara otomatis sesuai kebutuhan proses sehingga meningkatkan efisiensi sekaligus mengurangi biaya operasional.
UNIGAS menawarkan berbagai pilihan burner dengan kapasitas mulai dari sekitar 50 kW hingga lebih dari 30 MW, menggunakan bahan bakar Natural Gas, LPG, LNG, CNG, Biogas, Diesel, Solar, High Speed Diesel (HSD), Heavy Fuel Oil (HFO), Marine Fuel Oil (MFO), hingga konfigurasi Dual Fuel yang mengombinasikan gas dan minyak dalam satu sistem burner.
Teknologi Low NOx yang diterapkan pada burner UNIGAS membantu mengurangi emisi nitrogen oksida (NOx), sehingga mendukung kepatuhan terhadap standar emisi seperti EN 676 untuk burner gas dan EN 267 untuk burner berbahan bakar minyak. Beberapa seri juga dilengkapi teknologi Premix Combustion dan Internal Flue Gas Recirculation (IFGR) untuk menghasilkan emisi yang lebih rendah tanpa mengurangi efisiensi pembakaran.
UNIGAS Industrial Burners banyak digunakan pada berbagai aplikasi industri, antara lain:
- Steam Boiler
- Hot Water Boiler
- Thermal Oil Heater
- Furnace
- Rotary Dryer
- Hot Air Generator
- Oven Industri
- Asphalt Mixing Plant (AMP)
- Kiln
- Incinerator
- Process Heater
- Air Heater
- Power Plant
- Cogeneration System
Produk UNIGAS telah diaplikasikan di berbagai sektor industri, seperti:
- Industri Makanan dan Minuman (Food & Beverage)
- Industri Farmasi (Pharmaceutical)
- Industri Kimia (Chemical)
- Industri Petrokimia
- Industri Kelapa Sawit (Palm Oil)
- Industri Tekstil
- Industri Pulp dan Kertas
- Industri Baja dan Logam
- Industri Keramik
- Industri Otomotif
- Industri Elektronik
- Industri Energi dan Pembangkit Listrik
- Industri Kelautan (Marine)
Kategori Produk UNIGAS Industrial Burners
UNIGAS menyediakan berbagai seri burner yang dapat disesuaikan dengan jenis bahan bakar, kapasitas, serta kebutuhan proses industri.
- Gas Burners Low NOx Class 2
- Gas Burners Low NOx Class 3
- PREMIX Gas Burners Low NOx Class 4
- Light Oil Burners
- Heavy Oil Burners
- Dual Fuel Burners Natural Gas / Light Oil Low NOx Class 2
- Dual Fuel Burners Natural Gas / Light Oil Low NOx Class 3
- Dual Fuel Burners Natural Gas / Heavy Oil
- Industrial Gas Burners Class 2 dan Class 3
1. Gas Burners Low NOx Class 2
Gas Burners Low NOx Class 2 adalah burner industri berbahan bakar gas yang dirancang untuk memenuhi standar emisi EN 676 Low NOx Class 2. Burner ini menghasilkan pembakaran yang stabil dengan emisi nitrogen oksida (NOx) yang lebih rendah dibandingkan burner konvensional, sehingga menjadi solusi ideal bagi industri yang mengutamakan efisiensi energi dan kepatuhan terhadap regulasi lingkungan.
Teknologi pembakaran modern memungkinkan pencampuran udara dan gas secara optimal sehingga menghasilkan nyala api yang stabil, pembakaran lebih sempurna, konsumsi bahan bakar yang lebih hemat, serta emisi gas buang yang lebih rendah. Gas Burners Low NOx Class 2 banyak digunakan pada sistem pemanas industri yang membutuhkan performa tinggi dengan biaya operasional yang efisien.
Prinsip Kerja
Burner bekerja dengan mengatur suplai udara dan bahan bakar secara presisi menggunakan sistem kontrol elektronik.
Tahapan proses pembakaran meliputi:
- Blower memasok udara pembakaran ke combustion head.
- Gas dialirkan melalui gas train menuju burner.
- Electronic ignition menyalakan campuran udara dan gas.
- Flame detector memastikan nyala api tetap stabil.
- Sistem modulasi menyesuaikan kapasitas burner sesuai kebutuhan proses.
- Digital controller mengoptimalkan rasio udara dan bahan bakar selama operasi.
Hasilnya adalah pembakaran yang efisien dengan distribusi panas yang merata dan emisi NOx yang lebih rendah.
Jenis Bahan Bakar
Gas Burners Low NOx Class 2 dapat menggunakan berbagai jenis bahan bakar gas, antara lain:
- Natural Gas (NG)
- Liquefied Petroleum Gas (LPG)
- Liquefied Natural Gas (LNG)
- Compressed Natural Gas (CNG)
- Biogas (opsional, tergantung model burner)
Karakteristik Utama
Forced Draft Burner
Menggunakan blower bertekanan untuk memasok udara pembakaran sehingga menghasilkan pencampuran udara dan gas yang optimal.
High Combustion Efficiency
Desain combustion head menghasilkan efisiensi pembakaran tinggi sehingga energi dari bahan bakar dapat dimanfaatkan secara maksimal.
Electronic Ignition
Sistem penyalaan elektronik memastikan proses start-up berlangsung cepat, aman, dan andal.
Flame Ionization Detection
Sensor ionisasi memonitor keberadaan nyala api secara terus-menerus. Jika api padam, sistem akan menghentikan suplai gas secara otomatis untuk menjaga keselamatan.
Progressive atau Modulating Control
Burner tersedia dalam konfigurasi Progressive maupun Fully Modulating, sehingga output panas dapat menyesuaikan kebutuhan proses secara bertahap atau kontinu.
Digital Combustion Management
Pengontrol digital mengatur proses penyalaan, modulasi, pemantauan nyala api, alarm, dan sistem keselamatan secara otomatis.
Oxygen Trim Ready
Burner dapat dikombinasikan dengan Oxygen Trim System untuk mengukur kandungan oksigen pada gas buang dan mengoptimalkan rasio udara-bahan bakar secara otomatis. Integrasi ini membantu meningkatkan efisiensi pembakaran dan mengurangi konsumsi bahan bakar.
Kisaran Kapasitas
Gas Burners Low NOx Class 2 tersedia dalam berbagai ukuran, mulai dari:
- 50 kW hingga lebih dari 20 MW
- Setara sekitar 43.000 hingga lebih dari 17.200.000 kcal/jam
Pemilihan kapasitas disesuaikan dengan kebutuhan panas dan jenis peralatan yang digunakan.
Standar Emisi
Gas Burners Low NOx Class 2 memenuhi standar EN 676 Low NOx Class 2, yang dirancang untuk membantu mengurangi dampak lingkungan dari proses pembakaran.
Keunggulan emisi meliputi:
- Emisi NOx lebih rendah dibandingkan burner standar.
- Pembakaran lebih bersih dan efisien.
- Membantu memenuhi regulasi emisi industri.
- Mendukung program efisiensi energi dan keberlanjutan lingkungan.
Aplikasi
Gas Burners Low NOx Class 2 banyak digunakan pada berbagai sistem pemanasan industri, seperti:
- Steam Boiler
- Hot Water Boiler
- Thermal Oil Heater
- Furnace
- Oven Industri
- Hot Air Generator
- Rotary Dryer
- Process Heater
- Air Heater
Industri yang Menggunakan
Gas Burners Low NOx Class 2 banyak diterapkan pada berbagai sektor industri, antara lain:
- Industri makanan dan minuman
- Industri farmasi
- Industri tekstil
- Industri kimia
- Industri kelapa sawit
- Industri pulp dan kertas
- Industri petrokimia
- Rumah sakit
- Hotel
- Industri manufaktur
Keunggulan Gas Burners Low NOx Class 2
- Memenuhi standar emisi EN 676 Low NOx Class 2.
- Efisiensi pembakaran tinggi dengan konsumsi bahan bakar yang lebih hemat.
- Nyala api stabil pada berbagai kondisi operasi.
- Sistem kontrol digital yang presisi.
- Mudah diintegrasikan dengan Burner Management System (BMS), PLC, dan SCADA.
- Mendukung pemasangan Oxygen Trim System untuk meningkatkan efisiensi energi.
- Perawatan mudah dengan ketersediaan spare parts yang baik.
- Cocok untuk operasi industri yang berlangsung secara kontinu.
2. Gas Burners Low NOx Class 3
Gas Burners Low NOx Class 3 merupakan burner gas industri berteknologi tinggi yang dirancang untuk menghasilkan pembakaran yang efisien dengan emisi nitrogen oksida (NOx) lebih rendah dibandingkan burner Low NOx Class 2. Burner ini memenuhi standar EN 676 Low NOx Class 3, sehingga menjadi pilihan ideal bagi industri yang mengutamakan efisiensi energi sekaligus kepatuhan terhadap regulasi emisi yang semakin ketat.
Dengan desain combustion head yang dioptimalkan, sistem kontrol udara dan bahan bakar yang presisi, serta teknologi pembakaran modern, burner mampu menghasilkan nyala api yang stabil pada berbagai tingkat beban. Hal ini tidak hanya meningkatkan efisiensi pembakaran, tetapi juga membantu mengurangi konsumsi bahan bakar, memperpanjang umur peralatan, dan menurunkan biaya operasional.
Prinsip Kerja
Gas Burners Low NOx Class 3 bekerja dengan mengatur pencampuran udara dan gas secara presisi sebelum proses pembakaran berlangsung.
Tahapan proses meliputi:
- Blower memasok udara pembakaran.
- Katup gas mengatur debit bahan bakar sesuai kebutuhan.
- Servo motor mengontrol damper udara dan katup gas secara otomatis.
- Campuran udara dan gas dibakar di combustion head berteknologi Low NOx.
- Sensor nyala api memonitor stabilitas pembakaran secara terus-menerus.
- Sistem kontrol digital menyesuaikan output burner agar sesuai dengan kebutuhan proses.
Dengan pengaturan rasio udara dan bahan bakar yang akurat, pembentukan NOx dapat ditekan tanpa mengurangi efisiensi pembakaran.
Keunggulan
Emisi NOx Sangat Rendah
Menghasilkan emisi NOx yang lebih rendah dibandingkan burner Class 2 sehingga membantu memenuhi standar lingkungan modern.
Flame Lebih Stabil
Desain combustion head menghasilkan nyala api yang stabil pada beban rendah maupun tinggi sehingga proses pemanasan menjadi lebih konsisten.
Efisiensi Pembakaran Tinggi
Kontrol pembakaran yang presisi meningkatkan efisiensi termal dan mengurangi kehilangan energi.
Mengurangi Konsumsi Bahan Bakar
Pengaturan rasio udara dan gas secara otomatis membantu mengoptimalkan penggunaan bahan bakar sehingga biaya operasional menjadi lebih hemat.
Ramah Lingkungan
Pembakaran yang lebih sempurna menghasilkan emisi gas buang yang lebih rendah serta mendukung program efisiensi energi dan keberlanjutan industri.
Teknologi Utama
Internal Flue Gas Recirculation (IFGR)
Sebagian gas buang dialirkan kembali ke ruang pembakaran untuk menurunkan temperatur puncak nyala api, sehingga pembentukan NOx dapat dikurangi tanpa mengganggu stabilitas pembakaran.
Precision Air Damper
Damper udara dikontrol dengan tingkat akurasi tinggi untuk menjaga suplai udara pembakaran tetap sesuai dengan kebutuhan burner pada setiap kapasitas operasi.
Electronic Servo Motor
Servo motor elektronik mengatur posisi damper udara dan katup gas secara sinkron sehingga rasio udara dan bahan bakar selalu optimal.
Digital Flame Supervision
Sistem pemantauan nyala api berbasis elektronik mendeteksi kondisi pembakaran secara real-time. Jika terjadi kegagalan nyala api, sistem keselamatan akan menghentikan suplai gas secara otomatis.
Variable Air/Fuel Ratio
Sistem secara otomatis menyesuaikan rasio udara dan bahan bakar sesuai perubahan beban, sehingga efisiensi pembakaran tetap tinggi pada seluruh rentang kapasitas.
Fitur Utama
- Low NOx Combustion Head
- Progressive atau Fully Modulating Operation
- Electronic Ignition System
- Electronic Servo Motor
- Digital Burner Management System
- Flame Ionization Detection
- Automatic Air/Fuel Ratio Control
- PLC & SCADA Ready
- O₂ Trim Ready (opsional)
- Modbus Communication (opsional)
Kisaran Kapasitas
Gas Burners Low NOx Class 3 tersedia dalam berbagai kapasitas, mulai dari:
- 50 kW hingga lebih dari 25 MW
- Setara sekitar 43.000 hingga lebih dari 21.500.000 kcal/jam
Kapasitas dapat dipilih sesuai kebutuhan aplikasi, mulai dari boiler kecil hingga sistem pembakaran industri berkapasitas besar.
Aplikasi
Gas Burners Low NOx Class 3 banyak digunakan pada berbagai aplikasi industri, antara lain:
- Steam Boiler
- Hot Water Boiler
- Thermal Oil Heater
- Furnace
- Hot Air Generator
- Rotary Dryer
- Oven Industri
- Process Heater
Industri yang Menggunakan
Burner ini sangat sesuai untuk industri yang membutuhkan pembakaran bersih dan efisiensi tinggi, seperti:
- Food Processing
- Pharmaceutical
- Textile
- Chemical Plant
- Palm Oil Industry
- Pulp & Paper Industry
- Petrochemical
- Electronics Manufacturing
- Hospital
- Commercial Heating
Perbandingan Low NOx Class 2 dan Class 3
| Parameter | Low NOx Class 2 | Low NOx Class 3 |
|---|---|---|
| Standar Emisi | EN 676 Class 2 | EN 676 Class 3 |
| Emisi NOx | Rendah | Lebih Rendah |
| Teknologi Pembakaran | Low NOx | Advanced Low NOx |
| Internal Flue Gas Recirculation | Opsional | Umumnya tersedia |
| Electronic Servo Motor | Ya | Ya |
| Variable Air/Fuel Ratio | Dasar | Presisi Tinggi |
| Efisiensi Energi | Tinggi | Sangat Tinggi |
| Regulasi Lingkungan | Industri Umum | Industri dengan persyaratan emisi lebih ketat |
3. PREMIX Gas Burners Low NOx Class 4
PREMIX Gas Burners Low NOx Class 4 merupakan teknologi burner gas industri paling canggih yang dirancang untuk menghasilkan pembakaran dengan emisi NOx sangat rendah serta efisiensi energi yang tinggi. Berbeda dengan burner konvensional, sistem Premix mencampurkan udara dan gas secara homogen sebelum memasuki combustion head, sehingga menghasilkan pembakaran yang lebih sempurna, nyala api yang stabil, dan distribusi panas yang merata.
Teknologi ini sangat sesuai untuk industri yang memiliki persyaratan emisi ketat, membutuhkan kontrol temperatur yang presisi, serta mengutamakan efisiensi energi. Dengan desain pembakaran modern, Premix Burner mampu mengurangi konsumsi bahan bakar sekaligus meminimalkan emisi karbon dan nitrogen oksida.
Prinsip Kerja
Pada sistem Fully Premixed Combustion, udara pembakaran dan gas dicampurkan terlebih dahulu dalam rasio yang telah dikontrol secara presisi sebelum masuk ke ruang pembakaran.
Tahapan proses pembakaran meliputi:
- Blower menyuplai udara pembakaran.
- Katup gas mengatur debit bahan bakar.
- Electronic Ratio Controller menjaga perbandingan udara dan gas tetap optimal.
- Campuran udara dan gas dialirkan menuju premix combustion head.
- Sistem pengapian elektronik menyalakan campuran bahan bakar.
- Flame detector memonitor kestabilan nyala api secara kontinu.
- Servo motor dan digital controller mengatur kapasitas burner sesuai kebutuhan proses.
Dengan pencampuran yang homogen, pembakaran menjadi lebih sempurna dan temperatur nyala api lebih merata sehingga pembentukan NOx dapat ditekan secara signifikan.
Teknologi Utama
Fully Premixed Combustion
Udara dan gas dicampurkan sebelum proses pembakaran sehingga menghasilkan pembakaran yang lebih efisien dibandingkan sistem nozzle konvensional.
Electronic Ratio Control
Sistem elektronik secara otomatis mengontrol rasio udara dan gas agar selalu berada pada kondisi optimum di seluruh rentang kapasitas burner.
High Modulation Ratio
Burner mampu beroperasi pada rentang modulasi yang luas sehingga output panas dapat mengikuti perubahan beban proses tanpa sering melakukan start dan stop.
Digital Servo Control
Servo motor digital mengatur posisi damper udara dan katup gas dengan tingkat presisi tinggi sehingga efisiensi pembakaran tetap optimal.
Intelligent Combustion Management
Burner dilengkapi sistem kontrol digital yang mengatur penyalaan, modulasi, pemantauan nyala api, alarm, dan fungsi keselamatan secara otomatis.
Keunggulan
- Emisi NOx sangat rendah sesuai Low NOx Class 4.
- Salah satu teknologi burner dengan emisi terendah untuk aplikasi industri.
- Efisiensi pembakaran sangat tinggi.
- Nyala api sangat stabil pada seluruh rentang kapasitas.
- Distribusi panas lebih merata.
- Konsumsi bahan bakar lebih hemat.
- Respon modulasi cepat terhadap perubahan beban.
- Operasi lebih senyap dibanding burner konvensional.
- Mendukung sistem otomasi industri modern.
- Membantu memenuhi regulasi lingkungan yang ketat.
Emisi
PREMIX Gas Burners memenuhi standar Low NOx Class 4, yang merupakan salah satu klasifikasi emisi terendah untuk burner gas industri.
Keunggulan emisi meliputi:
- Emisi NOx sangat rendah.
- Pembentukan CO lebih rendah berkat pembakaran yang lebih sempurna.
- Mendukung target efisiensi energi dan keberlanjutan (sustainability).
- Cocok untuk fasilitas yang menerapkan standar lingkungan internasional.
Kisaran Kapasitas
PREMIX Gas Burners tersedia dalam berbagai ukuran, mulai dari:
- 100 kW hingga lebih dari 15 MW
- Setara sekitar 86.000 hingga lebih dari 12.900.000 kcal/jam
Pemilihan kapasitas disesuaikan dengan kebutuhan proses, jenis peralatan, dan karakteristik aplikasi industri.
Aplikasi
PREMIX Gas Burners dapat digunakan pada berbagai sistem pemanasan industri, antara lain:
- Steam Boiler
- Thermal Oil Heater
- Hot Water Boiler
- Furnace
- Hot Air Generator
- Oven Industri
- Air Heater
- Process Heater
- Clean Heating System
Industri yang Menggunakan
Teknologi Premix banyak diterapkan pada industri dengan kebutuhan emisi rendah dan kontrol proses yang presisi, seperti:
- Industri Farmasi (Pharmaceutical)
- Industri Makanan dan Minuman (Food & Beverage)
- Industri Kimia (Chemical)
- Industri Elektronik (Electronics)
- Clean Process Industry
- Laboratorium
- Rumah Sakit
- Industri Bioteknologi
- Industri Semikonduktor
- Fasilitas dengan regulasi emisi yang ketat
Perbandingan Low NOx Class 2, Class 3, dan Class 4
| Parameter | Class 2 | Class 3 | Premix Class 4 |
|---|---|---|---|
| Teknologi Pembakaran | Low NOx | Advanced Low NOx | Fully Premixed |
| Emisi NOx | Rendah | Sangat Rendah | Paling Rendah |
| Efisiensi Pembakaran | Tinggi | Sangat Tinggi | Maksimum |
| Stabilitas Api | Sangat Baik | Sangat Baik | Sangat Stabil |
| Rasio Modulasi | Tinggi | Tinggi | Sangat Tinggi |
| Kontrol Udara & Gas | Servo Motor | Servo Motor Digital | Electronic Ratio Control |
| Aplikasi | Industri Umum | Industri Beremisi Rendah | Industri dengan Regulasi Emisi Sangat Ketat |
4. Light Oil Burners
Light Oil Burners adalah burner industri yang dirancang untuk menggunakan bahan bakar minyak ringan seperti Diesel, Solar, dan High Speed Diesel (HSD). Burner ini banyak digunakan karena mampu menghasilkan pembakaran yang stabil, efisiensi tinggi, serta mudah dioperasikan dan dirawat.
Dibandingkan dengan heavy oil burner, light oil burner tidak memerlukan sistem pemanas bahan bakar (fuel preheating) karena viskositas bahan bakarnya relatif rendah. Bahan bakar dipompa langsung menuju nozzle bertekanan tinggi untuk diatomisasi menjadi kabut halus sehingga proses pencampuran dengan udara menjadi lebih sempurna.
Light Oil Burner tersedia dalam konfigurasi One Stage, Two Stage, Progressive, hingga Fully Modulating, sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhan kapasitas panas dan karakteristik proses industri.
Prinsip Kerja
Light oil dialirkan dari tangki menuju pompa burner, kemudian ditekan menuju nozzle atomisasi.
Proses pembakaran meliputi:
- Oil pump memberikan tekanan bahan bakar.
- Nozzle menghasilkan kabut (atomisasi) berukuran halus.
- Blower menyuplai udara pembakaran.
- Elektroda melakukan penyalaan otomatis.
- Sensor nyala api memonitor kestabilan pembakaran.
- Sistem kontrol mengatur kapasitas burner sesuai kebutuhan beban.
Dengan atomisasi yang baik, pembakaran menjadi lebih bersih, efisien, dan menghasilkan emisi yang lebih rendah.
Jenis Bahan Bakar
Light Oil Burner kompatibel dengan berbagai jenis bahan bakar minyak ringan, antara lain:
- Diesel
- Solar
- High Speed Diesel (HSD)
- Light Fuel Oil (LFO)
- Biodiesel (sesuai spesifikasi burner dan kualitas bahan bakar)
Fitur Utama
Pressure Jet Atomization
Nozzle bertekanan tinggi menghasilkan kabut bahan bakar yang sangat halus sehingga pembakaran lebih sempurna.
High Efficiency Fan
Blower berkapasitas tinggi menyediakan udara pembakaran secara stabil pada seluruh rentang kapasitas burner.
Automatic Ignition
Sistem penyalaan elektronik memungkinkan proses start-up berlangsung cepat, aman, dan otomatis.
Electronic Flame Control
Sensor ionisasi atau photocell memonitor keberadaan nyala api secara terus-menerus. Apabila api padam, suplai bahan bakar akan dihentikan secara otomatis untuk menjaga keselamatan.
Two Stage Operation
Burner dapat beroperasi pada dua tingkat kapasitas (Low Fire dan High Fire), sehingga lebih hemat energi dibanding sistem on-off.
Progressive Control
Kapasitas panas meningkat atau menurun secara bertahap mengikuti kebutuhan proses, sehingga temperatur lebih stabil.
Fully Modulating
Burner secara otomatis menyesuaikan output panas secara kontinu melalui servo motor dan pengontrol digital, menghasilkan efisiensi energi maksimum serta mengurangi siklus hidup-mati burner.
Kisaran Kapasitas
Light Oil Burners tersedia dalam berbagai kapasitas, mulai dari:
- 40 kW hingga lebih dari 20 MW
- Setara sekitar 34.400 hingga lebih dari 17.200.000 kcal/jam
Kapasitas dipilih berdasarkan kebutuhan panas, jenis peralatan, dan proses industri yang digunakan.
Keunggulan
- Efisiensi pembakaran tinggi.
- Tidak memerlukan sistem pemanas bahan bakar.
- Pembakaran stabil dengan nyala api yang bersih.
- Start-up cepat dan mudah.
- Perawatan relatif sederhana.
- Tersedia pilihan One Stage, Two Stage, Progressive, dan Fully Modulating.
- Mudah diintegrasikan dengan PLC, SCADA, dan Burner Management System (BMS).
- Cocok untuk berbagai aplikasi industri.
Aplikasi
Light Oil Burner banyak digunakan pada berbagai sistem pemanasan industri, antara lain:
- Steam Boiler
- Thermal Oil Heater
- Hot Water Boiler
- Furnace
- Rotary Dryer
- Hot Air Generator
- Oven Industri
- Kiln
- Incinerator
- Air Heater
Industri yang Menggunakan
Light Oil Burners banyak diterapkan pada berbagai sektor industri, seperti:
- Industri makanan dan minuman
- Industri farmasi
- Industri tekstil
- Industri kimia
- Industri kelapa sawit
- Industri pulp dan kertas
- Rumah sakit
- Hotel
- Laundry industri
- Industri manufaktur
- Industri pengolahan logam
- Industri keramik
5. Heavy Oil Burners
Heavy Oil Burners adalah burner industri yang dirancang khusus untuk menggunakan bahan bakar dengan viskositas tinggi seperti Heavy Fuel Oil (HFO) dan Marine Fuel Oil (MFO). Karena karakteristik bahan bakar yang lebih kental dibandingkan light oil atau diesel, burner ini memerlukan sistem pemanasan bahan bakar (fuel preheating) sebelum proses atomisasi agar pembakaran berlangsung sempurna.
Dengan sistem pemanasan dan pengaturan viskositas yang tepat, heavy oil dapat diubah menjadi butiran halus (atomized fuel) sehingga menghasilkan nyala api yang stabil, efisiensi pembakaran tinggi, serta mengurangi pembentukan asap dan jelaga.
Heavy Oil Burner banyak digunakan pada industri berkapasitas besar yang membutuhkan biaya operasional lebih rendah serta mampu memanfaatkan bahan bakar residu dengan nilai kalor tinggi.
Prinsip Kerja
Sebelum masuk ke nozzle burner, heavy oil dipanaskan menggunakan electric heater atau steam heater hingga mencapai temperatur yang sesuai dengan viskositas yang direkomendasikan.
Setelah viskositas optimum tercapai:
- Oil pump mengalirkan bahan bakar menuju burner.
- Fuel heater menjaga temperatur tetap stabil.
- Nozzle mengatomisasi bahan bakar menjadi kabut halus.
- Udara pembakaran dicampurkan secara presisi.
- Campuran udara dan bahan bakar dibakar menghasilkan nyala api yang stabil.
Seluruh proses dikendalikan oleh Burner Management System (BMS) untuk memastikan keselamatan dan efisiensi operasi.
Jenis Bahan Bakar
Heavy Oil Burner dapat menggunakan berbagai jenis bahan bakar, antara lain:
- Heavy Fuel Oil (HFO)
- Marine Fuel Oil (MFO)
- Residual Fuel Oil
- Furnace Oil
- Low Sulfur Fuel Oil (LSFO)
- Waste Oil tertentu (sesuai spesifikasi burner dan sistem filtrasi)
Sistem Pendukung
Agar pembakaran berlangsung optimal, Heavy Oil Burner dilengkapi dengan beberapa sistem pendukung.
Oil Heater
Memanaskan heavy oil hingga mencapai temperatur yang sesuai untuk proses atomisasi.
Oil Pump Unit
Mengalirkan bahan bakar dari tangki menuju burner dengan tekanan yang stabil.
Viscosity Control
Mengontrol viskositas bahan bakar melalui pengaturan temperatur sehingga kualitas atomisasi tetap konsisten.
Steam Heating atau Electric Heating
Pemanasan dapat menggunakan:
- Steam Heater
- Electric Heater
- Thermal Oil Heater (pada aplikasi tertentu)
Pemilihan sistem tergantung fasilitas utilitas yang tersedia di pabrik.
Fitur Utama
- Heavy Oil Combustion Head
- High Pressure Atomization
- Progressive atau Fully Modulating Control
- Electronic Ignition System
- Automatic Flame Monitoring
- Servo Motor Air Damper
- Digital Burner Management System
- PLC & SCADA Ready
- Automatic Fuel Temperature Control
- Oil Pressure Monitoring
- Safety Shut-off Valve
- Low NOx Technology (pada model tertentu)
Kisaran Kapasitas
Heavy Oil Burners tersedia dalam berbagai kapasitas, mulai dari:
- 100 kW hingga lebih dari 30 MW
- Setara sekitar 86.000 hingga lebih dari 25.800.000 kcal/jam
Burner dapat dipilih sesuai kebutuhan proses pemanasan maupun pembangkitan uap.
Keunggulan
- Mampu menggunakan bahan bakar dengan viskositas tinggi.
- Efisiensi pembakaran tinggi dengan sistem atomisasi yang tepat.
- Cocok untuk aplikasi industri berkapasitas besar.
- Fleksibel menggunakan berbagai jenis heavy fuel oil.
- Operasi stabil pada beban rendah maupun tinggi.
- Dapat diintegrasikan dengan sistem kontrol otomatis.
- Mendukung operasi kontinu (24/7) dengan perawatan berkala yang baik.
Aplikasi
Heavy Oil Burner banyak digunakan pada:
- Steam Boiler
- Thermal Oil Heater
- Hot Water Boiler
- Furnace
- Rotary Dryer
- Kiln
- Hot Air Generator
- Asphalt Mixing Plant (AMP)
- Incinerator
- Smelting Furnace
Industri yang Menggunakan
Heavy Oil Burners banyak diaplikasikan pada berbagai sektor industri, antara lain:
- Industri Kelapa Sawit (Palm Oil)
- Industri Pelayaran (Marine)
- Industri Petrokimia
- Industri Aspal (Asphalt Mixing Plant)
- Industri Semen dan Kiln
- Industri Baja dan Logam
- Industri Pulp dan Kertas
- Industri Kimia
- Pembangkit Listrik
- Industri Manufaktur Berat
6. Dual Fuel Burners Natural Gas / Light Oil Low NOx Class 2
Dual Fuel Burners Natural Gas / Light Oil Low NOx Class 2 adalah burner industri yang dirancang untuk beroperasi menggunakan Natural Gas maupun Light Oil (Diesel/HSD) dalam satu unit burner. Burner ini memenuhi standar emisi EN 676 Low NOx Class 2, sehingga mampu menghasilkan pembakaran yang efisien dengan emisi nitrogen oksida (NOx) yang lebih rendah dibandingkan burner konvensional.
Teknologi dual fuel memberikan fleksibilitas bagi industri untuk memilih bahan bakar yang paling ekonomis atau beralih ke bahan bakar cadangan apabila terjadi gangguan pasokan gas. Dengan sistem kontrol pembakaran yang presisi, burner mampu menjaga stabilitas nyala api, meningkatkan efisiensi energi, dan mengurangi biaya operasional.
Prinsip Kerja
Burner dilengkapi dengan dua sistem pembakaran dalam satu perangkat:
- Sistem pembakaran Natural Gas untuk operasi yang bersih dan efisien.
- Sistem pembakaran Light Oil sebagai bahan bakar alternatif atau cadangan.
Peralihan bahan bakar dapat dilakukan secara manual maupun otomatis, tergantung konfigurasi burner dan sistem kontrol. Selama proses perpindahan, burner tetap menjaga kestabilan pembakaran sehingga gangguan terhadap proses produksi dapat diminimalkan.
Jenis Bahan Bakar
Gas
- Natural Gas (NG)
- LNG
- CNG
- LPG
Light Oil
- Diesel
- High Speed Diesel (HSD)
- Light Fuel Oil (LFO)
Fitur Utama
Low NOx Class 2 Combustion Head
Kepala pembakaran dirancang untuk menghasilkan pencampuran udara dan bahan bakar yang optimal sehingga emisi NOx lebih rendah sesuai standar EN 676 Class 2.
Progressive atau Fully Modulating Control
Burner mampu menyesuaikan kapasitas pembakaran secara bertahap maupun kontinu sesuai kebutuhan beban proses.
Electronic Servo Motor
Mengontrol posisi damper udara dan katup bahan bakar secara presisi sehingga rasio udara dan bahan bakar selalu optimal.
Digital Burner Management System
Mengelola proses penyalaan, modulasi, pemantauan nyala api, alarm, dan sistem keselamatan secara otomatis.
Flame Detection System
Menggunakan sensor ionisasi atau UV untuk memastikan nyala api tetap stabil. Apabila api padam, sistem akan menghentikan suplai bahan bakar secara otomatis.
PLC & SCADA Ready
Dapat diintegrasikan dengan sistem otomasi industri untuk pemantauan dan pengendalian jarak jauh.
Keunggulan
- Fleksibilitas menggunakan gas maupun light oil.
- Emisi NOx lebih rendah dibanding burner standar.
- Efisiensi pembakaran tinggi.
- Konsumsi bahan bakar lebih hemat.
- Nyala api stabil pada berbagai kondisi beban.
- Perpindahan bahan bakar cepat dan aman.
- Mengurangi risiko berhentinya produksi akibat gangguan pasokan bahan bakar.
- Perawatan relatif mudah dengan komponen yang mudah diakses.
Kisaran Kapasitas
Dual Fuel Burners Natural Gas / Light Oil Low NOx Class 2 tersedia dalam berbagai ukuran, mulai dari sekitar:
- 50 kW hingga lebih dari 20 MW
- Setara sekitar 43.000 hingga lebih dari 17.200.000 kcal/jam
Pemilihan kapasitas disesuaikan dengan kebutuhan aplikasi dan beban panas proses.
Aplikasi
Burner ini banyak digunakan pada berbagai sistem pemanasan industri, antara lain:
- Steam Boiler
- Thermal Oil Heater
- Hot Water Boiler
- Furnace
- Rotary Dryer
- Hot Air Generator
- Oven Industri
- Kiln
- Incinerator
Industri yang Menggunakan
Dual Fuel Burners Natural Gas / Light Oil Low NOx Class 2 banyak diterapkan pada:
- Industri makanan dan minuman
- Industri farmasi
- Industri tekstil
- Industri kimia
- Industri elektronik
- Industri kelapa sawit
- Industri pulp dan kertas
- Industri petrokimia
- Rumah sakit
- Hotel
- Kawasan industriPerbandingan Class 2 dan Class 3
| Parameter | Low NOx Class 2 | Low NOx Class 3 |
|---|---|---|
| Standar Emisi | EN 676 Class 2 | EN 676 Class 3 |
| Emisi NOx | Rendah | Lebih rendah |
| Efisiensi Pembakaran | Tinggi | Sangat tinggi |
| Sistem Kontrol | Progressive / Modulating | Fully Modulating |
| O₂ Trim | Opsional | Umumnya siap diintegrasikan |
| Teknologi IFGR | Tidak selalu tersedia | Umumnya tersedia pada model tertentu |
| Aplikasi | Industri umum | Industri dengan persyaratan emisi lebih ketat |
7. Dual Fuel Burners Natural Gas / Light Oil Low NOx Class 3
Dual Fuel Burners Natural Gas / Light Oil Low NOx Class 3 merupakan burner industri berteknologi tinggi yang dirancang untuk beroperasi menggunakan Natural Gas maupun Light Oil (Diesel/HSD) dengan tingkat emisi Low NOx Class 3 sesuai standar EN 676. Dibandingkan dengan Class 2, burner ini menggunakan desain kepala pembakaran (combustion head) dan sistem kontrol udara-bahan bakar yang lebih canggih sehingga mampu menghasilkan pembakaran yang lebih efisien dan emisi nitrogen oksida (NOx) yang lebih rendah.
Teknologi ini sangat cocok untuk industri yang membutuhkan fleksibilitas penggunaan bahan bakar sekaligus harus memenuhi regulasi lingkungan yang lebih ketat. Burner dapat beroperasi secara progressive maupun fully modulating, sehingga kapasitas panas dapat menyesuaikan kebutuhan proses secara otomatis.
Prinsip Kerja
Burner dilengkapi dengan dua sistem pembakaran dalam satu unit, yaitu:
- Mode Natural Gas untuk pembakaran yang bersih dan efisien.
- Mode Light Oil sebagai bahan bakar cadangan atau alternatif ketika pasokan gas tidak tersedia.
Perpindahan antara kedua bahan bakar dapat dilakukan secara manual maupun otomatis, tergantung konfigurasi sistem kontrol. Dengan modulasi yang presisi, burner mampu menjaga rasio udara dan bahan bakar tetap optimal pada berbagai tingkat beban.
Jenis Bahan Bakar
Gas
- Natural Gas (NG)
- LNG
- CNG
- LPG
Light Oil
- Diesel
- High Speed Diesel (HSD)
- Light Fuel Oil (LFO)
Fitur Utama
Electronic Servo Motor
Servo motor elektronik mengontrol posisi damper udara dan katup bahan bakar secara presisi sehingga pembakaran selalu berada pada kondisi optimum.
O₂ Trim Ready
Mendukung integrasi dengan Oxygen Trim System untuk memantau kadar oksigen pada gas buang dan melakukan penyesuaian otomatis terhadap rasio udara-bahan bakar. Hal ini membantu meningkatkan efisiensi sekaligus menurunkan konsumsi bahan bakar.
Digital Combustion Controller
Pengontrol digital mengelola seluruh proses pembakaran, termasuk penyalaan, modulasi, pemantauan nyala api, serta sistem keselamatan burner.
Low NOx Combustion Head
Desain kepala pembakaran khusus menghasilkan pencampuran udara dan bahan bakar yang lebih merata sehingga suhu puncak nyala api lebih terkendali dan pembentukan NOx dapat dikurangi.
Internal Flue Gas Recirculation (IFGR)
Pada model tertentu, sebagian gas buang dialirkan kembali ke zona pembakaran untuk menurunkan temperatur nyala api. Teknologi ini efektif mengurangi pembentukan NOx tanpa mengorbankan stabilitas pembakaran.
Fully Modulating Operation
Burner dapat beroperasi secara modulasi penuh sehingga output panas mengikuti kebutuhan proses secara kontinu, mengurangi siklus hidup-mati (on-off), dan meningkatkan efisiensi energi.
Flame Monitoring
Sistem deteksi nyala api berbasis ionisasi atau UV memastikan pembakaran berlangsung aman. Jika api padam, sistem akan menghentikan suplai bahan bakar secara otomatis.
Keunggulan
- Emisi NOx lebih rendah dibandingkan Low NOx Class 2.
- Fleksibilitas menggunakan gas maupun light oil.
- Efisiensi pembakaran tinggi dengan konsumsi bahan bakar lebih hemat.
- Perpindahan bahan bakar yang cepat dan aman.
- Kontrol temperatur proses yang lebih stabil.
- Mendukung integrasi dengan PLC, SCADA, dan Burner Management System (BMS).
- Memenuhi kebutuhan industri dengan standar emisi yang lebih ketat.
Kisaran Kapasitas
Burner tersedia dalam berbagai ukuran, mulai dari sekitar 50 kW hingga lebih dari 25 MW, tergantung model dan kebutuhan aplikasi.
Aplikasi
Dual Fuel Burners Natural Gas / Light Oil Low NOx Class 3 banyak digunakan pada:
- Steam Boiler
- Thermal Oil Heater
- Hot Water Boiler
- Furnace
- Hot Air Generator
- Rotary Dryer
- Oven Industri
- Kiln
- Incinerator
Industri yang Menggunakan
Burner ini banyak diaplikasikan pada industri yang membutuhkan efisiensi energi tinggi dan emisi rendah, antara lain:
- Industri makanan dan minuman (Food & Beverage)
- Industri farmasi (Pharmaceutical)
- Industri tekstil (Textile)
- Industri kimia (Chemical)
- Industri elektronik (Electronics)
- Industri kelapa sawit
- Industri pulp dan kertas
- Industri petrokimia
- Rumah sakit
- Hotel
- Kawasan industri
8. Dual Fuel Burners Natural Gas / Heavy Oil
Apa Itu Dual Fuel Burners Natural Gas / Heavy Oil?
Dual Fuel Burners Natural Gas / Heavy Oil adalah burner industri yang dirancang untuk beroperasi menggunakan dua jenis bahan bakar, yaitu Natural Gas dan Heavy Oil (Heavy Fuel Oil/HFO). Sistem ini memberikan fleksibilitas tinggi bagi industri untuk beralih dari gas ke minyak berat atau sebaliknya sesuai dengan ketersediaan bahan bakar, biaya operasional, maupun kebutuhan proses.
Burner dual fuel banyak digunakan pada aplikasi berkapasitas besar yang membutuhkan kontinuitas operasi. Jika pasokan gas terganggu, sistem dapat beralih ke heavy oil sehingga proses produksi tetap berjalan tanpa penghentian yang lama.
Prinsip Kerja
Burner dilengkapi dengan dua sistem pembakaran yang terintegrasi dalam satu unit:
- Sistem pembakaran gas dengan gas train sesuai standar keselamatan.
- Sistem pembakaran heavy oil dengan pompa, pemanas (heater), dan nozzle atomisasi.
- Peralihan bahan bakar dapat dilakukan secara manual atau otomatis, tergantung konfigurasi burner dan sistem kontrol.
Pada mode heavy oil, bahan bakar dipanaskan hingga mencapai viskositas yang sesuai agar proses atomisasi menghasilkan butiran minyak yang halus dan pembakaran berlangsung sempurna.
Jenis Bahan Bakar
Gas
- Natural Gas (NG)
- LNG
- CNG
- LPG
Heavy Oil
- Heavy Fuel Oil (HFO)
- Residual Fuel Oil
- Marine Fuel Oil (MFO)
- Industrial Fuel Oil sesuai spesifikasi burner
Fitur Utama
- Dual Fuel Operation
- Automatic Fuel Changeover (opsional)
- Fully Modulating Control
- Progressive Modulation
- Electronic Ignition
- Flame Ionization Detection
- Servo Motor Air Damper
- Digital Burner Management System
- PLC & SCADA Ready
- Low NOx Combustion Technology (pada model tertentu)
- O₂ Trim System Ready
- Remote Monitoring (opsional)
Sistem Heavy Oil
Pada Dual Fuel Burners Natural Gas / Heavy Oil, sistem bahan bakar heavy oil memerlukan peralatan pendukung karena Heavy Fuel Oil (HFO) memiliki viskositas yang jauh lebih tinggi dibandingkan Natural Gas maupun Light Oil (Diesel). Agar proses atomisasi berlangsung sempurna, heavy oil harus dipanaskan hingga mencapai temperatur dan viskositas yang sesuai sebelum masuk ke nozzle burner.
Sistem heavy oil dirancang untuk menjaga tekanan, temperatur, dan aliran bahan bakar tetap stabil sehingga menghasilkan pembakaran yang efisien, nyala api yang konsisten, serta mengurangi pembentukan asap dan deposit karbon pada ruang bakar.
Prinsip Kerja Sistem Heavy Oil
Heavy oil dipompa dari tangki penyimpanan menuju unit pemanas (Oil Heater). Selanjutnya bahan bakar dipanaskan hingga mencapai viskositas yang direkomendasikan, kemudian dialirkan melalui filter menuju burner.
Setelah memasuki burner:
- Heavy oil diatomisasi melalui nozzle bertekanan tinggi.
- Udara pembakaran dicampurkan secara presisi.
- Campuran bahan bakar dan udara dibakar menghasilkan nyala api yang stabil.
- Kelebihan heavy oil akan disirkulasikan kembali melalui Oil Recirculation Line untuk menjaga temperatur dan tekanan tetap konstan.
Seluruh proses dikendalikan oleh Burner Management System (BMS) sehingga operasi berlangsung secara otomatis dan aman.
Komponen Utama Sistem Heavy Oil
Heavy Oil Pump
Pompa heavy oil berfungsi mengalirkan bahan bakar dari tangki menuju burner dengan tekanan yang stabil sesuai kebutuhan pembakaran.
Electric Oil Heater
Pemanas listrik digunakan untuk menaikkan temperatur heavy oil hingga mencapai viskositas ideal sebelum proses atomisasi.
Steam Oil Heater (Opsional)
Pada fasilitas yang memiliki jaringan uap, pemanasan heavy oil dapat menggunakan steam heater. Metode ini banyak diterapkan pada boiler berkapasitas besar karena efisien dan mampu memberikan pemanasan yang merata.
Oil Filter
Filter berfungsi menyaring partikel, kotoran, dan endapan yang dapat menyumbat nozzle atau merusak pompa bahan bakar.
Pressure Regulator
Pressure regulator menjaga tekanan bahan bakar tetap stabil sehingga atomisasi berlangsung secara konsisten dan nyala api tidak berfluktuasi.
Temperature Controller
Mengontrol temperatur heavy oil secara otomatis agar selalu berada pada kisaran yang sesuai dengan spesifikasi burner.
Viscosity Controller
Sistem ini memonitor dan mengendalikan viskositas bahan bakar melalui pengaturan temperatur. Viskositas yang tepat sangat penting untuk menghasilkan atomisasi yang halus dan pembakaran yang efisien.
Oil Recirculation Line
Sirkulasi ulang heavy oil membantu menjaga temperatur dan tekanan tetap stabil selama burner beroperasi, sekaligus mengurangi risiko pendinginan bahan bakar di dalam pipa.
Atomizing Nozzle
Nozzle mengubah heavy oil menjadi butiran halus (atomisasi) sehingga mudah bercampur dengan udara pembakaran dan terbakar secara sempurna.
Solenoid Valve
Katup solenoid mengontrol aliran heavy oil secara otomatis selama proses start-up, operasi normal, maupun shutdown burner.
Safety Shut-off Valve
Katup pengaman akan menutup aliran bahan bakar secara otomatis apabila terjadi kondisi abnormal seperti kehilangan nyala api, tekanan tidak normal, atau alarm keselamatan lainnya.
Kisaran Kapasitas
Dual Fuel Burners Natural Gas / Heavy Oil tersedia dalam berbagai ukuran untuk memenuhi kebutuhan pemanasan industri, mulai dari aplikasi berkapasitas menengah hingga sistem pembakaran berkapasitas sangat besar.
Rentang kapasitas meliputi:
- 300 kW hingga lebih dari 30 MW
- Setara sekitar 258.000 hingga lebih dari 25.800.000 kcal/jam
Pilihan kapasitas yang luas memungkinkan burner digunakan pada berbagai jenis peralatan industri, seperti:
- Steam Boiler
- Hot Water Boiler
- Thermal Oil Heater
- Furnace
- Rotary Dryer
- Hot Air Generator
- Kiln
- Incinerator
- Asphalt Mixing Plant (AMP)
- Process Heater
- Petrochemical Heater
Pemilihan kapasitas burner harus mempertimbangkan kebutuhan beban panas maksimum, efisiensi sistem, jenis bahan bakar, tekanan operasi, kondisi lingkungan, serta karakteristik proses produksi. Perhitungan kapasitas yang tepat akan menghasilkan pembakaran yang stabil, konsumsi energi yang efisien, umur peralatan yang lebih panjang, serta biaya operasional yang lebih rendah.
Keunggulan Sistem Heavy Oil pada Dual Fuel Burner
Penggunaan sistem heavy oil yang dirancang dengan baik memberikan berbagai manfaat, antara lain:
- Menjaga viskositas bahan bakar pada kondisi ideal.
- Menghasilkan atomisasi yang lebih halus dan pembakaran lebih sempurna.
- Mengurangi pembentukan jelaga dan deposit karbon.
- Menjaga kestabilan nyala api pada berbagai beban operasi.
- Meningkatkan efisiensi pembakaran.
- Memperpanjang umur nozzle, pompa, dan komponen burner.
- Mendukung operasi kontinu pada aplikasi industri berkapasitas besar.
Dengan kombinasi Natural Gas dan Heavy Oil, UNIGAS Dual Fuel Burners memberikan fleksibilitas tinggi, keandalan operasi, dan efisiensi energi untuk berbagai aplikasi pemanasan industri yang membutuhkan kontinuitas produksi dan performa pembakaran yang optimal.
Keunggulan Dual Fuel Burners Natural Gas / Heavy Oil
Fleksibilitas Bahan Bakar
Salah satu keunggulan utama Dual Fuel Burners Natural Gas / Heavy Oil adalah fleksibilitas dalam penggunaan dua jenis bahan bakar. Pengguna dapat memilih Natural Gas atau Heavy Fuel Oil (HFO) sesuai dengan harga energi, ketersediaan pasokan, maupun strategi operasional perusahaan tanpa perlu mengganti burner. Fleksibilitas ini membantu mengurangi risiko gangguan produksi akibat keterbatasan salah satu jenis bahan bakar.
Keandalan Operasi
Burner dirancang untuk menjaga kontinuitas proses produksi. Apabila terjadi gangguan pada suplai gas, sistem dapat beralih menggunakan heavy oil sesuai konfigurasi burner dan prosedur operasi. Kemampuan ini sangat penting bagi industri yang beroperasi secara kontinu selama 24 jam, karena membantu meminimalkan waktu henti (downtime) dan menjaga proses produksi tetap berjalan.
Efisiensi Pembakaran Tinggi
Dual Fuel Burners menggunakan sistem kontrol elektronik yang mengatur rasio udara dan bahan bakar secara presisi. Teknologi seperti Electronic Combustion Control, Servo Motor Modulation, dan Digital Burner Management System membantu menghasilkan pembakaran yang stabil, distribusi panas yang merata, serta konsumsi bahan bakar yang lebih efisien.
Manfaat yang diperoleh antara lain:
- Pembakaran lebih sempurna.
- Konsumsi bahan bakar lebih hemat.
- Temperatur proses lebih stabil.
- Emisi CO dan NOx lebih rendah.
- Efisiensi termal sistem meningkat.
Biaya Operasional Lebih Terkendali
Dengan kemampuan menggunakan dua jenis bahan bakar, perusahaan dapat mengoptimalkan biaya energi berdasarkan kondisi pasar dan ketersediaan pasokan. Saat harga Natural Gas lebih kompetitif, burner dapat dioperasikan dengan gas. Sebaliknya, ketika pasokan gas terbatas atau strategi operasional mengharuskan penggunaan minyak, sistem dapat memanfaatkan Heavy Fuel Oil.
Pendekatan ini memberikan beberapa keuntungan:
- Fleksibilitas dalam pengelolaan biaya energi.
- Mengurangi ketergantungan pada satu sumber bahan bakar.
- Menjaga kelangsungan produksi saat terjadi gangguan pasokan.
- Mempermudah perencanaan anggaran operasional jangka panjang.
Pembakaran Stabil pada Berbagai Beban
Dengan sistem Progressive atau Fully Modulating, burner dapat menyesuaikan kapasitas panas secara bertahap sesuai kebutuhan proses. Hal ini menghasilkan:
- Nyala api lebih stabil.
- Mengurangi siklus start-stop.
- Menjaga tekanan steam dan temperatur proses tetap konstan.
- Mengurangi keausan komponen burner.
Mudah Diintegrasikan dengan Sistem Otomasi
Dual Fuel Burners dapat diintegrasikan dengan berbagai sistem kontrol industri, seperti:
- Burner Management System (BMS)
- PLC (Programmable Logic Controller)
- SCADA (Supervisory Control and Data Acquisition)
- DCS (Distributed Control System)
- O₂ Trim Control
- VFD Blower Control
Mudah Diintegrasikan
Burner dapat dihubungkan dengan:
- Burner Management System (BMS)
- PLC
- SCADA
- Distributed Control System (DCS)
Aplikasi Industri
Dual Fuel Burners Natural Gas / Heavy Oil banyak digunakan pada:
- Steam Boiler
- Thermal Oil Heater
- Hot Water Boiler
- Furnace
- Rotary Dryer
- Hot Air Generator
- Kiln
- Asphalt Mixing Plant (AMP)
- Petrochemical Plant
- Oil & Gas Industry
- Palm Oil Mill
- Sugar Factory
- Pulp & Paper Industry
- Power Plant
- Marine Industry
Perbandingan Natural Gas dan Heavy Oil
| Parameter | Natural Gas | Heavy Oil |
|---|---|---|
| Kebersihan Pembakaran | Sangat bersih | Membutuhkan atomisasi yang baik |
| Emisi | Lebih rendah | Lebih tinggi dibanding gas |
| Efisiensi | Sangat tinggi | Tinggi dengan pengaturan yang tepat |
| Sistem Bahan Bakar | Lebih sederhana | Memerlukan pemanas dan pengendalian viskositas |
| Perawatan | Relatif mudah | Lebih intensif karena residu pembakaran |
| Keandalan | Bergantung pada jaringan gas | Dapat disimpan dalam tangki sebagai cadangan |
Sistem Kontrol UNIGAS Industrial Burners
Salah satu keunggulan UNIGAS Industrial Burners adalah penggunaan sistem kontrol pembakaran modern yang dirancang untuk menghasilkan efisiensi tinggi, pembakaran stabil, serta memenuhi standar keselamatan industri. Seluruh komponen kontrol bekerja secara terintegrasi untuk mengatur rasio udara dan bahan bakar, memonitor kondisi pembakaran, serta melindungi sistem dari gangguan operasional.
Electronic Combustion Control
Electronic Combustion Control (ECC) merupakan otak dari sistem pembakaran yang mengendalikan seluruh proses operasi burner secara otomatis. Sistem ini mengatur urutan penyalaan (ignition sequence), pembukaan katup bahan bakar, pengaturan udara pembakaran, modulasi kapasitas, hingga prosedur penghentian burner (shutdown).
Keunggulan:
- Operasi pembakaran lebih presisi.
- Mengurangi kesalahan pengaturan manual.
- Meningkatkan efisiensi bahan bakar.
- Mempermudah diagnosis gangguan (fault diagnostics).
Air/Fuel Ratio Control
Sistem Air/Fuel Ratio Control mengatur perbandingan antara udara pembakaran dan bahan bakar secara otomatis agar selalu berada pada rasio optimal.
Dengan rasio yang tepat, burner menghasilkan:
- Pembakaran lebih sempurna.
- Konsumsi bahan bakar lebih hemat.
- Emisi karbon monoksida (CO) dan NOx lebih rendah.
- Nyala api yang stabil pada seluruh rentang kapasitas.
Servo Motor Modulation
Servo motor elektronik mengontrol posisi damper udara dan katup bahan bakar secara presisi selama proses modulasi.
Dibandingkan sistem mekanis konvensional, servo motor memberikan:
- Akurasi posisi yang lebih tinggi.
- Respon lebih cepat terhadap perubahan beban.
- Pengaturan kapasitas pembakaran yang lebih halus.
- Pengurangan siklus ON-OFF burner.
PID Temperature Control
PID (Proportional–Integral–Derivative) Temperature Control digunakan untuk menjaga temperatur proses tetap stabil sesuai nilai set point.
Contoh aplikasi:
- Thermal Oil Heater
- Hot Air Generator
- Oven Industri
- Furnace
- Rotary Dryer
Keuntungan penggunaan PID meliputi:
- Temperatur lebih stabil.
- Mengurangi overshoot.
- Produk lebih konsisten.
- Konsumsi energi lebih efisien.
PID Pressure Control
Pada aplikasi Steam Boiler, burner dikendalikan menggunakan PID Pressure Control untuk mempertahankan tekanan uap secara otomatis.
Sistem akan meningkatkan atau menurunkan kapasitas burner sesuai kebutuhan beban sehingga tekanan tetap stabil.
Keuntungan:
- Tekanan steam lebih konstan.
- Mengurangi fluktuasi tekanan.
- Meningkatkan kualitas uap.
- Memperpanjang umur boiler dan burner.
O₂ Trim Control (Opsional)
O₂ Trim Control menggunakan sensor oksigen yang dipasang pada cerobong (flue gas) untuk mengukur kandungan oksigen sisa hasil pembakaran.
Berdasarkan data tersebut, sistem secara otomatis mengoreksi rasio udara dan bahan bakar sehingga pembakaran tetap berada pada kondisi optimum.
Manfaat O₂ Trim Control:
- Mengurangi konsumsi bahan bakar.
- Menurunkan emisi NOx dan CO.
- Mengurangi excess air.
- Menjaga efisiensi pembakaran dalam jangka panjang.
VFD Blower Control (Opsional)
Pada burner berkapasitas besar, motor blower dapat dikendalikan menggunakan Variable Frequency Drive (VFD).
VFD mengatur putaran blower sesuai kebutuhan udara pembakaran sehingga tidak selalu bekerja pada kecepatan maksimum.
Keunggulan:
- Menghemat konsumsi listrik.
- Mengurangi kebisingan blower.
- Memperpanjang umur motor.
- Respon pembakaran lebih halus.
Flame Failure Protection
Sistem Flame Failure Protection memantau keberadaan nyala api menggunakan sensor ionisasi atau UV Flame Detector.
Apabila nyala api padam secara tiba-tiba, sistem akan:
- Menutup katup bahan bakar.
- Menghentikan proses pembakaran.
- Mengaktifkan alarm.
- Mengunci burner hingga dilakukan reset sesuai prosedur keselamatan.
Fitur ini sangat penting untuk mencegah akumulasi bahan bakar yang dapat menimbulkan risiko ledakan.
Automatic Safety Shutdown
Automatic Safety Shutdown merupakan sistem perlindungan otomatis yang akan menghentikan operasi burner apabila terjadi kondisi abnormal, seperti:
- Tekanan gas terlalu rendah atau terlalu tinggi.
- Tekanan udara pembakaran tidak mencukupi.
- Kegagalan penyalaan (ignition failure).
- Flame failure.
- Over temperature.
- Over pressure.
- Gangguan pada sistem kontrol.
Dengan sistem ini, burner akan berhenti secara aman sebelum kerusakan yang lebih besar terjadi.
Keunggulan Sistem Kontrol UNIGAS Industrial Burners
Sistem kontrol modern pada UNIGAS Industrial Burners memberikan berbagai manfaat bagi industri, antara lain:
- Efisiensi pembakaran yang lebih tinggi.
- Konsumsi bahan bakar lebih hemat.
- Emisi NOx dan CO lebih rendah.
- Kontrol temperatur dan tekanan yang lebih stabil.
- Respon cepat terhadap perubahan beban proses.
- Keselamatan operasi yang lebih baik.
- Integrasi mudah dengan PLC, SCADA, DCS, dan Burner Management System (BMS).
- Mendukung konsep Industry 4.0 melalui sistem otomasi dan pemantauan digital.
Dengan kombinasi teknologi kontrol tersebut, UNIGAS Industrial Burners mampu memberikan performa pembakaran yang andal, efisien, dan aman untuk berbagai aplikasi seperti steam boiler, thermal oil heater, furnace, rotary dryer, hot air generator, dan oven industri.
9. Industrial Gas Burners Class 2 dan Class 3
Apa Itu Industrial Gas Burners?
Industrial Gas Burners Class 2 dan Class 3 adalah burner berbahan bakar gas yang dirancang untuk menghasilkan pembakaran dengan efisiensi tinggi dan emisi nitrogen oksida (NOx) rendah sesuai standar EN 676. Burner ini banyak digunakan pada steam boiler, thermal oil heater, hot water boiler, furnace, rotary dryer, hot air generator, oven industri, hingga berbagai proses pemanasan yang membutuhkan kontrol temperatur yang presisi.
Teknologi pembakaran modern pada burner kelas ini memungkinkan pengaturan rasio udara dan bahan bakar secara akurat sehingga menghasilkan nyala api yang stabil, konsumsi bahan bakar lebih hemat, dan emisi gas buang yang lebih rendah dibandingkan burner konvensional.
Standar Emisi EN 676
EN 676 merupakan standar Eropa yang mengatur performa, keselamatan, dan batas emisi burner berbahan bakar gas.
Semakin tinggi kelas Low NOx, semakin rendah emisi nitrogen oksida (NOx) yang dihasilkan.
| Klasifikasi | Karakteristik |
|---|---|
| Burner Standar | Emisi NOx konvensional |
| Low NOx Class 2 | Emisi NOx rendah |
| Low NOx Class 3 | Emisi NOx lebih rendah dibanding Class 2 |
| Premix Class 4 | Emisi NOx sangat rendah |
Burner Class 2 umumnya digunakan untuk aplikasi industri standar dengan kebutuhan efisiensi tinggi, sedangkan Class 3 dipilih pada industri yang memiliki persyaratan lingkungan lebih ketat.
Industrial Gas Burners Low NOx Class 2
Deskripsi
Industrial Gas Burners Class 2 menggunakan teknologi pembakaran Low NOx yang mampu mengurangi pembentukan nitrogen oksida tanpa mengurangi efisiensi pembakaran.
Burner ini dirancang untuk memberikan keseimbangan antara efisiensi energi, biaya investasi, dan kepatuhan terhadap regulasi emisi.
Karakteristik
- Low NOx Combustion Head
- Forced Draft Burner
- Electronic Ignition
- Flame Ionization Detection
- Progressive atau Fully Modulating
- Servo Motor Air Damper
- PLC Ready
- Mudah diintegrasikan dengan sistem BMS (Burner Management System)
Jenis Bahan Bakar
- Natural Gas
- LPG
- LNG
- CNG
- Biogas (pada model tertentu)
Kapasitas
Mulai sekitar 50 kW hingga 20 MW atau lebih, tergantung model burner.
Aplikasi
- Steam Boiler
- Hot Water Boiler
- Thermal Oil Heater
- Hot Air Generator
- Furnace
- Rotary Dryer
- Oven Industri
- Kiln
- Incinerator
Industrial Gas Burners Low NOx Class 3
Deskripsi
Industrial Gas Burners Class 3 merupakan pengembangan dari Class 2 dengan sistem pembakaran yang lebih canggih sehingga mampu menghasilkan emisi NOx yang lebih rendah.
Burner ini cocok digunakan pada industri yang mengutamakan efisiensi energi sekaligus memenuhi regulasi lingkungan yang lebih ketat.
Teknologi
- Optimized Combustion Head
- Internal Flue Gas Recirculation (IFGR) pada model tertentu
- Electronic Servo Motor
- Digital Air/Fuel Ratio Control
- Fully Modulating Control
- Variable Air Damper
- O₂ Trim Ready
- Digital Flame Monitoring
Keunggulan
- Emisi NOx lebih rendah
- Pembakaran lebih stabil
- Efisiensi pembakaran tinggi
- Penghematan konsumsi bahan bakar
- Respon modulasi cepat terhadap perubahan beban
- Suhu nyala api lebih merata
- Perawatan relatif mudah
Perbandingan Class 2 dan Class 3
| Parameter | Class 2 | Class 3 |
|---|---|---|
| Standar | EN 676 Low NOx Class 2 | EN 676 Low NOx Class 3 |
| Emisi NOx | Rendah | Lebih rendah |
| Efisiensi | Tinggi | Sangat tinggi |
| Stabilitas Api | Sangat baik | Sangat baik |
| Pengaturan Kapasitas | Progressive / Modulating | Fully Modulating |
| Servo Motor | Ya | Ya |
| Digital Combustion Control | Opsional | Umumnya tersedia |
| O₂ Trim | Opsional | Siap diintegrasikan |
| Konsumsi Bahan Bakar | Hemat | Lebih hemat dengan kontrol optimal |
| Regulasi Lingkungan | Industri umum | Industri dengan persyaratan emisi lebih ketat |
Fitur Utama Industrial Gas Burners
Burner industri modern umumnya dilengkapi dengan:
- Electronic ignition system
- Flame monitoring berbasis ionisasi
- Air damper otomatis
- Servo motor presisi
- Modulating combustion control
- Digital burner management
- Variable speed fan (opsional)
- Kompatibel dengan PLC dan SCADA
- Dukungan komunikasi Modbus atau Ethernet pada model tertentu
- Sistem keselamatan sesuai standar internasional
Keunggulan Menggunakan Industrial Gas Burners
Menggunakan burner gas industri berkualitas memberikan berbagai keuntungan, antara lain:
- Efisiensi pembakaran tinggi sehingga mengurangi biaya operasional.
- Emisi NOx lebih rendah untuk membantu memenuhi regulasi lingkungan.
- Kontrol temperatur proses yang lebih akurat.
- Modulasi kapasitas sesuai kebutuhan beban sehingga mengurangi siklus start-stop.
- Pembakaran bersih dengan residu dan jelaga yang minimal.
- Perawatan lebih sederhana dibanding burner berbahan bakar minyak.
- Umur pakai peralatan lebih panjang karena proses pembakaran lebih stabil.
- Mudah diintegrasikan dengan sistem otomasi industri.
Aplikasi Industri
Industrial Gas Burners Class 2 dan Class 3 banyak digunakan pada berbagai sektor industri, antara lain:
- Industri makanan dan minuman
- Industri farmasi
- Industri tekstil
- Industri kimia
- Industri petrokimia
- Industri kelapa sawit
- Industri kertas
- Industri baja dan logam
- Industri keramik
- Pembangkit listrik
- Rumah sakit
- Hotel
- Kawasan industri
| Parameter | Class 2 | Class 3 |
|---|---|---|
| Standar Emisi | EN 676 Class 2 | EN 676 Class 3 |
| Emisi NOx | Rendah | Lebih rendah |
| Efisiensi Pembakaran | Tinggi | Sangat tinggi |
| Konsumsi Bahan Bakar | Hemat | Lebih hemat dengan kontrol yang tepat |
| Sistem Kontrol | Two Stage, Progressive, Modulating | Progressive, Fully Modulating |
| O₂ Trim | Opsional | Umumnya siap diintegrasikan |
| Aplikasi | Boiler, Furnace, TOH | Boiler, TOH, proses industri dengan regulasi emisi lebih ketat |
Keunggulan Industrial Gas Burners
- Efisiensi pembakaran tinggi hingga lebih dari 90% (bergantung pada desain sistem dan kondisi operasi).
- Emisi NOx rendah sesuai standar EN 676.
- Rasio modulasi tinggi sehingga kapasitas panas dapat menyesuaikan beban proses.
- Nyala api stabil dengan sistem pengawasan elektronik.
- Mudah diintegrasikan dengan PLC, SCADA, dan sistem otomasi industri.
- Mendukung penggunaan berbagai jenis gas seperti Natural Gas, LNG, CNG, LPG, dan pada model tertentu biogas.
Burner-burner ini banyak digunakan pada industri makanan dan minuman, farmasi, tekstil, kimia, kelapa sawit, petrokimia, pembangkit energi, serta berbagai aplikasi proses yang membutuhkan pembakaran efisien, andal, dan memenuhi persyaratan emisi modern.
Studi Kasus Penggunaan UNIGAS Industrial Burner pada Steam Boiler 10 Ton/Jam
Latar Belakang
Sebuah perusahaan manufaktur makanan dan minuman mengoperasikan steam boiler berkapasitas 10 ton/jam sebagai sumber uap utama untuk proses produksi. Uap tersebut digunakan pada berbagai tahapan proses, seperti pemanasan, sterilisasi, memasak, hingga pengeringan produk. Karena boiler beroperasi hampir 24 jam per hari, efisiensi sistem pembakaran menjadi faktor penting dalam menentukan biaya operasional dan kelancaran proses produksi.
Selama bertahun-tahun, perusahaan menggunakan burner gas generasi lama dengan sistem kontrol mekanis. Meskipun masih dapat beroperasi, performa burner mulai mengalami penurunan sehingga konsumsi bahan bakar meningkat dan kestabilan pembakaran sulit dipertahankan. Hasil evaluasi menunjukkan beberapa permasalahan utama yang berdampak langsung terhadap efisiensi energi dan produktivitas pabrik.
Permasalahan yang ditemukan antara lain:
- Konsumsi natural gas relatif tinggi karena rasio udara dan bahan bakar belum dikontrol secara optimal.
- Tekanan steam sering berfluktuasi sehingga memengaruhi kestabilan temperatur pada proses produksi.
- Emisi nitrogen oksida (NOx) mendekati batas regulasi lingkungan yang berlaku, sehingga perusahaan perlu meningkatkan performa sistem pembakaran.
- Burner sering mengalami siklus ON-OFF akibat kemampuan modulasi yang terbatas. Kondisi ini menyebabkan elektroda pengapian, motor blower, kontaktor, dan komponen mekanis lainnya lebih cepat mengalami keausan.
- Efisiensi pembakaran menurun karena excess air yang terlalu tinggi, sehingga sebagian energi panas terbuang melalui gas buang (flue gas).
Setelah dilakukan audit sistem pembakaran oleh tim engineering, disimpulkan bahwa boiler masih berada dalam kondisi baik dan tidak memerlukan penggantian unit. Solusi yang paling efektif adalah melakukan retrofit burner dengan teknologi yang lebih modern.
Manajemen kemudian memutuskan mengganti burner lama dengan UNIGAS Gas Burner Low NOx Class 3 yang dilengkapi Fully Modulating Control, Electronic Servo Motor, Digital Combustion Controller, serta kompatibel dengan Oxygen Trim System. Teknologi ini dipilih untuk meningkatkan efisiensi pembakaran, menurunkan konsumsi bahan bakar, mengurangi emisi NOx, serta menjaga tekanan steam tetap stabil sesuai kebutuhan proses produksi.
Data Boiler
| Parameter | Nilai |
|---|---|
| Kapasitas Boiler | 10 Ton Steam/jam |
| Tekanan Kerja | 10 bar(g) |
| Efisiensi Boiler | 90% |
| Bahan Bakar | Natural Gas |
| Operasi | 24 jam/hari |
| Sistem Burner | Fully Modulating |
Permasalahan Sebelum Retrofit
Konsumsi Gas Tinggi
Burner lama menggunakan sistem kontrol mekanis sehingga rasio udara dan gas kurang optimal.
Akibatnya:
- Excess air terlalu tinggi.
- Panas terbuang melalui cerobong.
- Efisiensi pembakaran menurun.
Fluktuasi Tekanan Steam
Tekanan boiler sering berubah:
- 8,8 bar
- 10,5 bar
Akibatnya kualitas steam tidak stabil.
Burner Sering Start Stop
Dalam satu jam burner dapat melakukan:
25–40 kali start.
Hal ini menyebabkan:
- Elektroda cepat aus
- Motor blower bekerja lebih berat
- Konsumsi listrik meningkat
- Umur burner lebih pendek
Solusi
Dipasang:
- UNIGAS Gas Burner Low NOx Class 3
- Fully Modulating Control
- Servo Motor Digital
- Digital Combustion Controller
- O₂ Trim System
- Variable Air/Fuel Ratio
Hasil Setelah Retrofit
1. Tekanan Steam Stabil
Tekanan menjadi:
10 ±0,1 bar
Steam lebih stabil.
2. Efisiensi Pembakaran Naik
Sebelum
≈88%
Sesudah
≈92%
Peningkatan efisiensi berasal dari pengaturan rasio udara-bahan bakar yang lebih presisi dan penurunan excess air.
3. Penghematan Gas
Misalkan konsumsi gas sebelumnya:
650 Nm³/jam
Setelah retrofit turun sekitar 5–10%, menjadi:
585–618 Nm³/jam
Dengan operasi 24 jam per hari, penghematan tahunan dapat menjadi signifikan, tergantung harga gas dan beban operasi aktual.
4. Emisi NOx Turun
Sebelum:
Burner standar
Sesudah:
Low NOx Class 3
Emisi nitrogen oksida menjadi lebih rendah sehingga lebih mudah memenuhi persyaratan lingkungan yang berlaku.
5. Burner Lebih Halus
Burner tidak lagi sering ON-OFF.
Api berubah secara bertahap:
- Low Fire
- Medium Fire
- High Fire
Perbandingan Sebelum dan Sesudah
| Parameter | Burner Lama | UNIGAS Class 3 |
|---|---|---|
| Efisiensi Pembakaran | ±88% | ±92% |
| Kontrol Api | ON-OFF | Fully Modulating |
| Tekanan Steam | Fluktuatif | Stabil |
| Konsumsi Gas | Tinggi | Lebih Rendah |
| Emisi NOx | Standar | Low NOx Class 3 |
| Frekuensi Start | Tinggi | Rendah |
| Umur Komponen | Lebih Pendek | Lebih Panjang |
Manfaat bagi Industri
Dengan menggunakan UNIGAS Industrial Burner, perusahaan memperoleh:
- Penghematan konsumsi bahan bakar.
- Emisi lebih rendah.
- Tekanan steam lebih stabil.
- Kualitas produk lebih konsisten.
- Umur boiler dan burner lebih panjang.
- Biaya perawatan menurun.
- Keandalan operasi meningkat.
Solusi UNIGAS Industrial Burners dari PT Indira Mitra Boiler
PT Indira Mitra Boiler menyediakan solusi lengkap UNIGAS Industrial Burners untuk berbagai aplikasi seperti steam boiler, thermal oil heater, hot water boiler, furnace, rotary dryer, hot air generator, oven industri, kiln, dan asphalt mixing plant (AMP). Sebagai penyedia UNIGAS Industrial Burners di Indonesia, kami menawarkan layanan konsultasi teknis, perhitungan kapasitas burner, instalasi, commissioning, combustion tuning menggunakan flue gas analyzer, retrofit burner, preventive maintenance, overhaul, serta penyediaan spare parts original. Dengan dukungan tim engineering yang berpengalaman, UNIGAS Industrial Burners membantu meningkatkan efisiensi pembakaran, menurunkan konsumsi bahan bakar, mengurangi emisi NOx, serta menjaga keandalan sistem pemanasan industri sehingga operasi menjadi lebih aman, hemat energi, dan produktif.
Workshop
Kawasan Pergudangan Laksana Business Park, Jalan Laksana 6 Blok F 09, Desa laksana Kec. Pakuhaji, Kab. Tangerang, Banten- 15570
PT Indira Mitra Boiler
Ratman Bejo
☎️081388666204
My Website
https://indira.co.id
https://hargaboiler.co.id
https://boilermarine.co.id
Email: info@indira.co.id
Email: idmratman@gmail.com
https://www.youtube.com/@Ratman_Bejo/videos
