BEJO Burner OEM – Distributor UNIGAS Burner Indonesia | PT Indira Mitra Boiler

BEJO OEM UNIGAS BURNER INDONESIA – PT Indira Mitra Boiler

 

BEJO OEM UNIGAS BURNER INDONESIA merupakan solusi burner industri yang disediakan oleh PT Indira Mitra Boiler untuk berbagai kebutuhan sistem pembakaran di Indonesia. Kami menyediakan pilihan gas burner, oil burner, dual fuel burner, Low NOx burner, hingga industrial burner berkapasitas kecil maupun besar. Produk BEJO OEM UNIGAS BURNER INDONESIA dirancang untuk memberikan efisiensi pembakaran tinggi, emisi rendah, serta keandalan operasi pada aplikasi steam boiler, thermal oil heater, hot water boiler, furnace, rotary dryer, hot air generator, oven industri, asphalt mixing plant (AMP), kiln, dan incinerator.

Solusi BEJO OEM UNIGAS BURNER INDONESIA dari PT Indira Mitra Boiler

PT Indira Mitra Boiler menyediakan BEJO OEM UNIGAS BURNER INDONESIA untuk berbagai aplikasi industri, mulai dari steam boiler, thermal oil heater, furnace, rotary dryer, hot air generator, oven industri, kiln, hingga asphalt mixing plant (AMP). Dengan dukungan tim engineering yang berpengalaman, BEJO OEM UNIGAS BURNER INDONESIA menawarkan solusi pembakaran yang efisien, aman, dan hemat energi. Layanan kami meliputi konsultasi teknis, pemilihan kapasitas burner, instalasi, commissioning, combustion tuning, retrofit burner, preventive maintenance, serta penyediaan spare parts original untuk memastikan performa sistem pembakaran tetap optimal sepanjang masa operasional.

.

Unigas Industrial Burner, Capacity: 300-1200KW, Model Name/Number: P71 at Rs 85000 in Bengaluru
Unigas Industrial Burner, Capacity: 300-1200KW, Model Name/Number: P71 at Rs 85000 in Bengaluru

UNIGAS merupakan produsen industrial burner asal Italia yang telah berpengalaman lebih dari 50 tahun dalam mengembangkan teknologi sistem pembakaran untuk berbagai kebutuhan industri.

Produk UNIGAS dikenal karena menggabungkan efisiensi energi, keandalan operasi, teknologi Low NOx, serta sistem kontrol pembakaran yang modern untuk memenuhi standar industri internasional.

Burner UNIGAS dirancang untuk menghasilkan pembakaran yang stabil, konsumsi bahan bakar yang efisien, serta emisi gas buang yang rendah. Dengan dukungan teknologi electronic combustion control, fully modulating operation, dan digital burner management system, burner mampu menyesuaikan kapasitas panas secara otomatis sesuai kebutuhan proses sehingga meningkatkan efisiensi sekaligus mengurangi biaya operasional.

UNIGAS menawarkan berbagai pilihan burner dengan kapasitas mulai dari sekitar 50 kW hingga lebih dari 30 MW, menggunakan bahan bakar Natural Gas, LPG, LNG, CNG, Biogas, Diesel, Solar, High Speed Diesel (HSD), Heavy Fuel Oil (HFO), Marine Fuel Oil (MFO), hingga konfigurasi Dual Fuel yang mengombinasikan gas dan minyak dalam satu sistem burner.

Teknologi Low NOx yang diterapkan pada burner UNIGAS membantu mengurangi emisi nitrogen oksida (NOx), sehingga mendukung kepatuhan terhadap standar emisi seperti EN 676 untuk burner gas dan EN 267 untuk burner berbahan bakar minyak. Beberapa seri juga dilengkapi teknologi Premix Combustion dan Internal Flue Gas Recirculation (IFGR) untuk menghasilkan emisi yang lebih rendah tanpa mengurangi efisiensi pembakaran.

UNIGAS Industrial Burners banyak digunakan pada berbagai aplikasi industri, antara lain:

  • Steam Boiler
  • Hot Water Boiler
  • Thermal Oil Heater
  • Furnace
  • Rotary Dryer
  • Hot Air Generator
  • Oven Industri
  • Asphalt Mixing Plant (AMP)
  • Kiln
  • Incinerator
  • Process Heater
  • Air Heater
  • Power Plant
  • Cogeneration System

Produk UNIGAS telah diaplikasikan di berbagai sektor industri, seperti:

  • Industri Makanan dan Minuman (Food & Beverage)
  • Industri Farmasi (Pharmaceutical)
  • Industri Kimia (Chemical)
  • Industri Petrokimia
  • Industri Kelapa Sawit (Palm Oil)
  • Industri Tekstil
  • Industri Pulp dan Kertas
  • Industri Baja dan Logam
  • Industri Keramik
  • Industri Otomotif
  • Industri Elektronik
  • Industri Energi dan Pembangkit Listrik
  • Industri Kelautan (Marine)

Kategori Produk UNIGAS Industrial Burners

UNIGAS menyediakan berbagai seri burner yang dapat disesuaikan dengan jenis bahan bakar, kapasitas, serta kebutuhan proses industri.

  1. Gas Burners Low NOx Class 2
  2. Gas Burners Low NOx Class 3
  3. PREMIX Gas Burners Low NOx Class 4
  4. Light Oil Burners
  5. Heavy Oil Burners
  6. Dual Fuel Burners Natural Gas / Light Oil Low NOx Class 2
  7. Dual Fuel Burners Natural Gas / Light Oil Low NOx Class 3
  8. Dual Fuel Burners Natural Gas / Heavy Oil
  9. Industrial Gas Burners Class 2 dan Class 3

1. Gas Burners Low NOx Class 2

https://images.openai.com/static-rsc-4/gwxePZmOtbX1Q1thE4UrreAkBAEhMjXT_aNDBpVStyQ1MdB4JwdGf_SQWek8TYVg38haZqKNL18ERPCkPWGMul5Osq3HuXGVG3ulPB35LvRdmq2Z8qAvfX5RStDgfKJst4H5ampbBfTZWjdKbGC98rrzEx-fR78QaWOOMImueMMLPK3TiJ9VmCPXL1vgKzS4?purpose=fullsizeGas Burners Low NOx Class 2 adalah burner industri berbahan bakar gas yang dirancang untuk memenuhi standar emisi EN 676 Low NOx Class 2. Burner ini menghasilkan pembakaran yang stabil dengan emisi nitrogen oksida (NOx) yang lebih rendah dibandingkan burner konvensional, sehingga menjadi solusi ideal bagi industri yang mengutamakan efisiensi energi dan kepatuhan terhadap regulasi lingkungan.

Teknologi pembakaran modern memungkinkan pencampuran udara dan gas secara optimal sehingga menghasilkan nyala api yang stabil, pembakaran lebih sempurna, konsumsi bahan bakar yang lebih hemat, serta emisi gas buang yang lebih rendah. Gas Burners Low NOx Class 2 banyak digunakan pada sistem pemanas industri yang membutuhkan performa tinggi dengan biaya operasional yang efisien.

Prinsip Kerja

Burner bekerja dengan mengatur suplai udara dan bahan bakar secara presisi menggunakan sistem kontrol elektronik.

Tahapan proses pembakaran meliputi:

  • Blower memasok udara pembakaran ke combustion head.
  • Gas dialirkan melalui gas train menuju burner.
  • Electronic ignition menyalakan campuran udara dan gas.
  • Flame detector memastikan nyala api tetap stabil.
  • Sistem modulasi menyesuaikan kapasitas burner sesuai kebutuhan proses.
  • Digital controller mengoptimalkan rasio udara dan bahan bakar selama operasi.

Hasilnya adalah pembakaran yang efisien dengan distribusi panas yang merata dan emisi NOx yang lebih rendah.

Jenis Bahan Bakar

Gas Burners Low NOx Class 2 dapat menggunakan berbagai jenis bahan bakar gas, antara lain:

  • Natural Gas (NG)
  • Liquefied Petroleum Gas (LPG)
  • Liquefied Natural Gas (LNG)
  • Compressed Natural Gas (CNG)
  • Biogas (opsional, tergantung model burner)

Karakteristik Utama

Forced Draft Burner

Menggunakan blower bertekanan untuk memasok udara pembakaran sehingga menghasilkan pencampuran udara dan gas yang optimal.

High Combustion Efficiency

Desain combustion head menghasilkan efisiensi pembakaran tinggi sehingga energi dari bahan bakar dapat dimanfaatkan secara maksimal.

Electronic Ignition

Sistem penyalaan elektronik memastikan proses start-up berlangsung cepat, aman, dan andal.

Flame Ionization Detection

Sensor ionisasi memonitor keberadaan nyala api secara terus-menerus. Jika api padam, sistem akan menghentikan suplai gas secara otomatis untuk menjaga keselamatan.

Progressive atau Modulating Control

Burner tersedia dalam konfigurasi Progressive maupun Fully Modulating, sehingga output panas dapat menyesuaikan kebutuhan proses secara bertahap atau kontinu.

Digital Combustion Management

Pengontrol digital mengatur proses penyalaan, modulasi, pemantauan nyala api, alarm, dan sistem keselamatan secara otomatis.

Oxygen Trim Ready

Burner dapat dikombinasikan dengan Oxygen Trim System untuk mengukur kandungan oksigen pada gas buang dan mengoptimalkan rasio udara-bahan bakar secara otomatis. Integrasi ini membantu meningkatkan efisiensi pembakaran dan mengurangi konsumsi bahan bakar.

Kisaran Kapasitas

Gas Burners Low NOx Class 2 tersedia dalam berbagai ukuran, mulai dari:

  • 50 kW hingga lebih dari 20 MW
  • Setara sekitar 43.000 hingga lebih dari 17.200.000 kcal/jam

Pemilihan kapasitas disesuaikan dengan kebutuhan panas dan jenis peralatan yang digunakan.

Standar Emisi

Gas Burners Low NOx Class 2 memenuhi standar EN 676 Low NOx Class 2, yang dirancang untuk membantu mengurangi dampak lingkungan dari proses pembakaran.

Keunggulan emisi meliputi:

  • Emisi NOx lebih rendah dibandingkan burner standar.
  • Pembakaran lebih bersih dan efisien.
  • Membantu memenuhi regulasi emisi industri.
  • Mendukung program efisiensi energi dan keberlanjutan lingkungan.

Aplikasi

Gas Burners Low NOx Class 2 banyak digunakan pada berbagai sistem pemanasan industri, seperti:

  • Steam Boiler
  • Hot Water Boiler
  • Thermal Oil Heater
  • Furnace
  • Oven Industri
  • Hot Air Generator
  • Rotary Dryer
  • Process Heater
  • Air Heater

Industri yang Menggunakan

Gas Burners Low NOx Class 2 banyak diterapkan pada berbagai sektor industri, antara lain:

  • Industri makanan dan minuman
  • Industri farmasi
  • Industri tekstil
  • Industri kimia
  • Industri kelapa sawit
  • Industri pulp dan kertas
  • Industri petrokimia
  • Rumah sakit
  • Hotel
  • Industri manufaktur

Keunggulan Gas Burners Low NOx Class 2

  • Memenuhi standar emisi EN 676 Low NOx Class 2.
  • Efisiensi pembakaran tinggi dengan konsumsi bahan bakar yang lebih hemat.
  • Nyala api stabil pada berbagai kondisi operasi.
  • Sistem kontrol digital yang presisi.
  • Mudah diintegrasikan dengan Burner Management System (BMS), PLC, dan SCADA.
  • Mendukung pemasangan Oxygen Trim System untuk meningkatkan efisiensi energi.
  • Perawatan mudah dengan ketersediaan spare parts yang baik.
  • Cocok untuk operasi industri yang berlangsung secara kontinu.

2. Gas Burners Low NOx Class 3

https://images.openai.com/static-rsc-4/NKrBEQw_P8Wlysngbd0sKV7kCb4Si9zEuN-_OhtH9samAm9lqE4itUjc4FGLTUBac_IHWD6dDPJ7gQC3y5k3yBFhQsnm87sH7j8kNSh-rDynIkDhQVQrWIsJHB0VvCmVaqIARf10-BEGtlK2lGmL11i1SpfEWh1sw1IpuNM9HbOekGSjTQs1doU4jyH9goJh?purpose=fullsizeGas Burners Low NOx Class 3 merupakan burner gas industri berteknologi tinggi yang dirancang untuk menghasilkan pembakaran yang efisien dengan emisi nitrogen oksida (NOx) lebih rendah dibandingkan burner Low NOx Class 2. Burner ini memenuhi standar EN 676 Low NOx Class 3, sehingga menjadi pilihan ideal bagi industri yang mengutamakan efisiensi energi sekaligus kepatuhan terhadap regulasi emisi yang semakin ketat.

Dengan desain combustion head yang dioptimalkan, sistem kontrol udara dan bahan bakar yang presisi, serta teknologi pembakaran modern, burner mampu menghasilkan nyala api yang stabil pada berbagai tingkat beban. Hal ini tidak hanya meningkatkan efisiensi pembakaran, tetapi juga membantu mengurangi konsumsi bahan bakar, memperpanjang umur peralatan, dan menurunkan biaya operasional.

Prinsip Kerja

Gas Burners Low NOx Class 3 bekerja dengan mengatur pencampuran udara dan gas secara presisi sebelum proses pembakaran berlangsung.

Tahapan proses meliputi:

  • Blower memasok udara pembakaran.
  • Katup gas mengatur debit bahan bakar sesuai kebutuhan.
  • Servo motor mengontrol damper udara dan katup gas secara otomatis.
  • Campuran udara dan gas dibakar di combustion head berteknologi Low NOx.
  • Sensor nyala api memonitor stabilitas pembakaran secara terus-menerus.
  • Sistem kontrol digital menyesuaikan output burner agar sesuai dengan kebutuhan proses.

Dengan pengaturan rasio udara dan bahan bakar yang akurat, pembentukan NOx dapat ditekan tanpa mengurangi efisiensi pembakaran.

Keunggulan

Emisi NOx Sangat Rendah

Menghasilkan emisi NOx yang lebih rendah dibandingkan burner Class 2 sehingga membantu memenuhi standar lingkungan modern.

Flame Lebih Stabil

Desain combustion head menghasilkan nyala api yang stabil pada beban rendah maupun tinggi sehingga proses pemanasan menjadi lebih konsisten.

Efisiensi Pembakaran Tinggi

Kontrol pembakaran yang presisi meningkatkan efisiensi termal dan mengurangi kehilangan energi.

Mengurangi Konsumsi Bahan Bakar

Pengaturan rasio udara dan gas secara otomatis membantu mengoptimalkan penggunaan bahan bakar sehingga biaya operasional menjadi lebih hemat.

Ramah Lingkungan

Pembakaran yang lebih sempurna menghasilkan emisi gas buang yang lebih rendah serta mendukung program efisiensi energi dan keberlanjutan industri.

Teknologi Utama

Internal Flue Gas Recirculation (IFGR)

Sebagian gas buang dialirkan kembali ke ruang pembakaran untuk menurunkan temperatur puncak nyala api, sehingga pembentukan NOx dapat dikurangi tanpa mengganggu stabilitas pembakaran.

Precision Air Damper

Damper udara dikontrol dengan tingkat akurasi tinggi untuk menjaga suplai udara pembakaran tetap sesuai dengan kebutuhan burner pada setiap kapasitas operasi.

Electronic Servo Motor

Servo motor elektronik mengatur posisi damper udara dan katup gas secara sinkron sehingga rasio udara dan bahan bakar selalu optimal.

Digital Flame Supervision

Sistem pemantauan nyala api berbasis elektronik mendeteksi kondisi pembakaran secara real-time. Jika terjadi kegagalan nyala api, sistem keselamatan akan menghentikan suplai gas secara otomatis.

Variable Air/Fuel Ratio

Sistem secara otomatis menyesuaikan rasio udara dan bahan bakar sesuai perubahan beban, sehingga efisiensi pembakaran tetap tinggi pada seluruh rentang kapasitas.

Fitur Utama

  • Low NOx Combustion Head
  • Progressive atau Fully Modulating Operation
  • Electronic Ignition System
  • Electronic Servo Motor
  • Digital Burner Management System
  • Flame Ionization Detection
  • Automatic Air/Fuel Ratio Control
  • PLC & SCADA Ready
  • O₂ Trim Ready (opsional)
  • Modbus Communication (opsional)

Kisaran Kapasitas

Gas Burners Low NOx Class 3 tersedia dalam berbagai kapasitas, mulai dari:

  • 50 kW hingga lebih dari 25 MW
  • Setara sekitar 43.000 hingga lebih dari 21.500.000 kcal/jam

Kapasitas dapat dipilih sesuai kebutuhan aplikasi, mulai dari boiler kecil hingga sistem pembakaran industri berkapasitas besar.

Aplikasi

Gas Burners Low NOx Class 3 banyak digunakan pada berbagai aplikasi industri, antara lain:

  • Steam Boiler
  • Hot Water Boiler
  • Thermal Oil Heater
  • Furnace
  • Hot Air Generator
  • Rotary Dryer
  • Oven Industri
  • Process Heater

Industri yang Menggunakan

Burner ini sangat sesuai untuk industri yang membutuhkan pembakaran bersih dan efisiensi tinggi, seperti:

  • Food Processing
  • Pharmaceutical
  • Textile
  • Chemical Plant
  • Palm Oil Industry
  • Pulp & Paper Industry
  • Petrochemical
  • Electronics Manufacturing
  • Hospital
  • Commercial Heating

Perbandingan Low NOx Class 2 dan Class 3

ParameterLow NOx Class 2Low NOx Class 3
Standar EmisiEN 676 Class 2EN 676 Class 3
Emisi NOxRendahLebih Rendah
Teknologi PembakaranLow NOxAdvanced Low NOx
Internal Flue Gas RecirculationOpsionalUmumnya tersedia
Electronic Servo MotorYaYa
Variable Air/Fuel RatioDasarPresisi Tinggi
Efisiensi EnergiTinggiSangat Tinggi
Regulasi LingkunganIndustri UmumIndustri dengan persyaratan emisi lebih ketat

3. PREMIX Gas Burners Low NOx Class 4

https://images.openai.com/static-rsc-4/4pGdJpso_P9K9LmM9_xTto4IyVIX_-rCVtg4ATwJydFTunMRcoDK-27vfQ0AE84VxaOTJCC35TozFgVEvW3K1sM_-tz2oW9qZhxH9bjkm8NufxP2tgE5j8OGlt2kWFjMoiZxzAUz5V_jF5nvTJZvDMEzlKVElTKJTR5HAFCUV0USA_-1saJIhElsYmOW2P0o?purpose=fullsize

PREMIX Gas Burners Low NOx Class 4 merupakan teknologi burner gas industri paling canggih yang dirancang untuk menghasilkan pembakaran dengan emisi NOx sangat rendah serta efisiensi energi yang tinggi. Berbeda dengan burner konvensional, sistem Premix mencampurkan udara dan gas secara homogen sebelum memasuki combustion head, sehingga menghasilkan pembakaran yang lebih sempurna, nyala api yang stabil, dan distribusi panas yang merata.

Teknologi ini sangat sesuai untuk industri yang memiliki persyaratan emisi ketat, membutuhkan kontrol temperatur yang presisi, serta mengutamakan efisiensi energi. Dengan desain pembakaran modern, Premix Burner mampu mengurangi konsumsi bahan bakar sekaligus meminimalkan emisi karbon dan nitrogen oksida.

Prinsip Kerja

Pada sistem Fully Premixed Combustion, udara pembakaran dan gas dicampurkan terlebih dahulu dalam rasio yang telah dikontrol secara presisi sebelum masuk ke ruang pembakaran.

Tahapan proses pembakaran meliputi:

  • Blower menyuplai udara pembakaran.
  • Katup gas mengatur debit bahan bakar.
  • Electronic Ratio Controller menjaga perbandingan udara dan gas tetap optimal.
  • Campuran udara dan gas dialirkan menuju premix combustion head.
  • Sistem pengapian elektronik menyalakan campuran bahan bakar.
  • Flame detector memonitor kestabilan nyala api secara kontinu.
  • Servo motor dan digital controller mengatur kapasitas burner sesuai kebutuhan proses.

Dengan pencampuran yang homogen, pembakaran menjadi lebih sempurna dan temperatur nyala api lebih merata sehingga pembentukan NOx dapat ditekan secara signifikan.

Teknologi Utama

Fully Premixed Combustion

Udara dan gas dicampurkan sebelum proses pembakaran sehingga menghasilkan pembakaran yang lebih efisien dibandingkan sistem nozzle konvensional.

Electronic Ratio Control

Sistem elektronik secara otomatis mengontrol rasio udara dan gas agar selalu berada pada kondisi optimum di seluruh rentang kapasitas burner.

High Modulation Ratio

Burner mampu beroperasi pada rentang modulasi yang luas sehingga output panas dapat mengikuti perubahan beban proses tanpa sering melakukan start dan stop.

Digital Servo Control

Servo motor digital mengatur posisi damper udara dan katup gas dengan tingkat presisi tinggi sehingga efisiensi pembakaran tetap optimal.

Intelligent Combustion Management

Burner dilengkapi sistem kontrol digital yang mengatur penyalaan, modulasi, pemantauan nyala api, alarm, dan fungsi keselamatan secara otomatis.

Keunggulan

  • Emisi NOx sangat rendah sesuai Low NOx Class 4.
  • Salah satu teknologi burner dengan emisi terendah untuk aplikasi industri.
  • Efisiensi pembakaran sangat tinggi.
  • Nyala api sangat stabil pada seluruh rentang kapasitas.
  • Distribusi panas lebih merata.
  • Konsumsi bahan bakar lebih hemat.
  • Respon modulasi cepat terhadap perubahan beban.
  • Operasi lebih senyap dibanding burner konvensional.
  • Mendukung sistem otomasi industri modern.
  • Membantu memenuhi regulasi lingkungan yang ketat.

Emisi

PREMIX Gas Burners memenuhi standar Low NOx Class 4, yang merupakan salah satu klasifikasi emisi terendah untuk burner gas industri.

Keunggulan emisi meliputi:

  • Emisi NOx sangat rendah.
  • Pembentukan CO lebih rendah berkat pembakaran yang lebih sempurna.
  • Mendukung target efisiensi energi dan keberlanjutan (sustainability).
  • Cocok untuk fasilitas yang menerapkan standar lingkungan internasional.

Kisaran Kapasitas

PREMIX Gas Burners tersedia dalam berbagai ukuran, mulai dari:

  • 100 kW hingga lebih dari 15 MW
  • Setara sekitar 86.000 hingga lebih dari 12.900.000 kcal/jam

Pemilihan kapasitas disesuaikan dengan kebutuhan proses, jenis peralatan, dan karakteristik aplikasi industri.

Aplikasi

PREMIX Gas Burners dapat digunakan pada berbagai sistem pemanasan industri, antara lain:

  • Steam Boiler
  • Thermal Oil Heater
  • Hot Water Boiler
  • Furnace
  • Hot Air Generator
  • Oven Industri
  • Air Heater
  • Process Heater
  • Clean Heating System

Industri yang Menggunakan

Teknologi Premix banyak diterapkan pada industri dengan kebutuhan emisi rendah dan kontrol proses yang presisi, seperti:

  • Industri Farmasi (Pharmaceutical)
  • Industri Makanan dan Minuman (Food & Beverage)
  • Industri Kimia (Chemical)
  • Industri Elektronik (Electronics)
  • Clean Process Industry
  • Laboratorium
  • Rumah Sakit
  • Industri Bioteknologi
  • Industri Semikonduktor
  • Fasilitas dengan regulasi emisi yang ketat

Perbandingan Low NOx Class 2, Class 3, dan Class 4

ParameterClass 2Class 3Premix Class 4
Teknologi PembakaranLow NOxAdvanced Low NOxFully Premixed
Emisi NOxRendahSangat RendahPaling Rendah
Efisiensi PembakaranTinggiSangat TinggiMaksimum
Stabilitas ApiSangat BaikSangat BaikSangat Stabil
Rasio ModulasiTinggiTinggiSangat Tinggi
Kontrol Udara & GasServo MotorServo Motor DigitalElectronic Ratio Control
AplikasiIndustri UmumIndustri Beremisi RendahIndustri dengan Regulasi Emisi Sangat Ketat

4. Light Oil Burners

https://images.openai.com/static-rsc-4/pnE7Qu-ISSXAfVYdXWeUIXEeMXiJlv9O_vgFvBHYt-yQgFG7c6skbGywptzlNIoWcoAroa5zhDwP2Ur8Aa0EFt4Fu0dwGhEeaV7ArLXuLXON28EfXRsRCd5FCcrr77nHECIhwn56TER5XEHQtwVwOGFgeGl2KFhmxolZNKJBFNAJo6FWhnw6_Lq5a4b9T8OB?purpose=fullsizeLight Oil Burners adalah burner industri yang dirancang untuk menggunakan bahan bakar minyak ringan seperti Diesel, Solar, dan High Speed Diesel (HSD). Burner ini banyak digunakan karena mampu menghasilkan pembakaran yang stabil, efisiensi tinggi, serta mudah dioperasikan dan dirawat.

Dibandingkan dengan heavy oil burner, light oil burner tidak memerlukan sistem pemanas bahan bakar (fuel preheating) karena viskositas bahan bakarnya relatif rendah. Bahan bakar dipompa langsung menuju nozzle bertekanan tinggi untuk diatomisasi menjadi kabut halus sehingga proses pencampuran dengan udara menjadi lebih sempurna.

Light Oil Burner tersedia dalam konfigurasi One Stage, Two Stage, Progressive, hingga Fully Modulating, sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhan kapasitas panas dan karakteristik proses industri.

Prinsip Kerja

Light oil dialirkan dari tangki menuju pompa burner, kemudian ditekan menuju nozzle atomisasi.

Proses pembakaran meliputi:

  • Oil pump memberikan tekanan bahan bakar.
  • Nozzle menghasilkan kabut (atomisasi) berukuran halus.
  • Blower menyuplai udara pembakaran.
  • Elektroda melakukan penyalaan otomatis.
  • Sensor nyala api memonitor kestabilan pembakaran.
  • Sistem kontrol mengatur kapasitas burner sesuai kebutuhan beban.

Dengan atomisasi yang baik, pembakaran menjadi lebih bersih, efisien, dan menghasilkan emisi yang lebih rendah.

Jenis Bahan Bakar

Light Oil Burner kompatibel dengan berbagai jenis bahan bakar minyak ringan, antara lain:

  • Diesel
  • Solar
  • High Speed Diesel (HSD)
  • Light Fuel Oil (LFO)
  • Biodiesel (sesuai spesifikasi burner dan kualitas bahan bakar)

Fitur Utama

Pressure Jet Atomization

Nozzle bertekanan tinggi menghasilkan kabut bahan bakar yang sangat halus sehingga pembakaran lebih sempurna.

High Efficiency Fan

Blower berkapasitas tinggi menyediakan udara pembakaran secara stabil pada seluruh rentang kapasitas burner.

Automatic Ignition

Sistem penyalaan elektronik memungkinkan proses start-up berlangsung cepat, aman, dan otomatis.

Electronic Flame Control

Sensor ionisasi atau photocell memonitor keberadaan nyala api secara terus-menerus. Apabila api padam, suplai bahan bakar akan dihentikan secara otomatis untuk menjaga keselamatan.

Two Stage Operation

Burner dapat beroperasi pada dua tingkat kapasitas (Low Fire dan High Fire), sehingga lebih hemat energi dibanding sistem on-off.

Progressive Control

Kapasitas panas meningkat atau menurun secara bertahap mengikuti kebutuhan proses, sehingga temperatur lebih stabil.

Fully Modulating

Burner secara otomatis menyesuaikan output panas secara kontinu melalui servo motor dan pengontrol digital, menghasilkan efisiensi energi maksimum serta mengurangi siklus hidup-mati burner.

Kisaran Kapasitas

Light Oil Burners tersedia dalam berbagai kapasitas, mulai dari:

  • 40 kW hingga lebih dari 20 MW
  • Setara sekitar 34.400 hingga lebih dari 17.200.000 kcal/jam

Kapasitas dipilih berdasarkan kebutuhan panas, jenis peralatan, dan proses industri yang digunakan.

Keunggulan

  • Efisiensi pembakaran tinggi.
  • Tidak memerlukan sistem pemanas bahan bakar.
  • Pembakaran stabil dengan nyala api yang bersih.
  • Start-up cepat dan mudah.
  • Perawatan relatif sederhana.
  • Tersedia pilihan One Stage, Two Stage, Progressive, dan Fully Modulating.
  • Mudah diintegrasikan dengan PLC, SCADA, dan Burner Management System (BMS).
  • Cocok untuk berbagai aplikasi industri.

Aplikasi

Light Oil Burner banyak digunakan pada berbagai sistem pemanasan industri, antara lain:

  • Steam Boiler
  • Thermal Oil Heater
  • Hot Water Boiler
  • Furnace
  • Rotary Dryer
  • Hot Air Generator
  • Oven Industri
  • Kiln
  • Incinerator
  • Air Heater

Industri yang Menggunakan

Light Oil Burners banyak diterapkan pada berbagai sektor industri, seperti:

  • Industri makanan dan minuman
  • Industri farmasi
  • Industri tekstil
  • Industri kimia
  • Industri kelapa sawit
  • Industri pulp dan kertas
  • Rumah sakit
  • Hotel
  • Laundry industri
  • Industri manufaktur
  • Industri pengolahan logam
  • Industri keramik

5. Heavy Oil Burners

https://images.openai.com/static-rsc-4/qhcGvAlDMVdvOQ2G9-En0XinW3sgFz2p8a0deIbXcLXuVB6Z47IZ0kIsQeFWa8DCZGfTmNfaXPZ5SvGUrCm_47Wva1IZmJp4XkrEG-foT2LCrcnOicH4op7Ax-pGyUQNTrTzrq-s8xC4kYprCXJj-XN72aRlApmdFhEcKpjaLrKHY_NbeFiPEYGpKb3lK3Cm?purpose=fullsize

Heavy Oil Burners adalah burner industri yang dirancang khusus untuk menggunakan bahan bakar dengan viskositas tinggi seperti Heavy Fuel Oil (HFO) dan Marine Fuel Oil (MFO). Karena karakteristik bahan bakar yang lebih kental dibandingkan light oil atau diesel, burner ini memerlukan sistem pemanasan bahan bakar (fuel preheating) sebelum proses atomisasi agar pembakaran berlangsung sempurna.

Dengan sistem pemanasan dan pengaturan viskositas yang tepat, heavy oil dapat diubah menjadi butiran halus (atomized fuel) sehingga menghasilkan nyala api yang stabil, efisiensi pembakaran tinggi, serta mengurangi pembentukan asap dan jelaga.

Heavy Oil Burner banyak digunakan pada industri berkapasitas besar yang membutuhkan biaya operasional lebih rendah serta mampu memanfaatkan bahan bakar residu dengan nilai kalor tinggi.

Prinsip Kerja

Sebelum masuk ke nozzle burner, heavy oil dipanaskan menggunakan electric heater atau steam heater hingga mencapai temperatur yang sesuai dengan viskositas yang direkomendasikan.

Setelah viskositas optimum tercapai:

  • Oil pump mengalirkan bahan bakar menuju burner.
  • Fuel heater menjaga temperatur tetap stabil.
  • Nozzle mengatomisasi bahan bakar menjadi kabut halus.
  • Udara pembakaran dicampurkan secara presisi.
  • Campuran udara dan bahan bakar dibakar menghasilkan nyala api yang stabil.

Seluruh proses dikendalikan oleh Burner Management System (BMS) untuk memastikan keselamatan dan efisiensi operasi.

Jenis Bahan Bakar

Heavy Oil Burner dapat menggunakan berbagai jenis bahan bakar, antara lain:

  • Heavy Fuel Oil (HFO)
  • Marine Fuel Oil (MFO)
  • Residual Fuel Oil
  • Furnace Oil
  • Low Sulfur Fuel Oil (LSFO)
  • Waste Oil tertentu (sesuai spesifikasi burner dan sistem filtrasi)

Sistem Pendukung

Agar pembakaran berlangsung optimal, Heavy Oil Burner dilengkapi dengan beberapa sistem pendukung.

Oil Heater

Memanaskan heavy oil hingga mencapai temperatur yang sesuai untuk proses atomisasi.

Oil Pump Unit

Mengalirkan bahan bakar dari tangki menuju burner dengan tekanan yang stabil.

Viscosity Control

Mengontrol viskositas bahan bakar melalui pengaturan temperatur sehingga kualitas atomisasi tetap konsisten.

Steam Heating atau Electric Heating

Pemanasan dapat menggunakan:

  • Steam Heater
  • Electric Heater
  • Thermal Oil Heater (pada aplikasi tertentu)

Pemilihan sistem tergantung fasilitas utilitas yang tersedia di pabrik.

Fitur Utama

  • Heavy Oil Combustion Head
  • High Pressure Atomization
  • Progressive atau Fully Modulating Control
  • Electronic Ignition System
  • Automatic Flame Monitoring
  • Servo Motor Air Damper
  • Digital Burner Management System
  • PLC & SCADA Ready
  • Automatic Fuel Temperature Control
  • Oil Pressure Monitoring
  • Safety Shut-off Valve
  • Low NOx Technology (pada model tertentu)

Kisaran Kapasitas

Heavy Oil Burners tersedia dalam berbagai kapasitas, mulai dari:

  • 100 kW hingga lebih dari 30 MW
  • Setara sekitar 86.000 hingga lebih dari 25.800.000 kcal/jam

Burner dapat dipilih sesuai kebutuhan proses pemanasan maupun pembangkitan uap.

Keunggulan

  • Mampu menggunakan bahan bakar dengan viskositas tinggi.
  • Efisiensi pembakaran tinggi dengan sistem atomisasi yang tepat.
  • Cocok untuk aplikasi industri berkapasitas besar.
  • Fleksibel menggunakan berbagai jenis heavy fuel oil.
  • Operasi stabil pada beban rendah maupun tinggi.
  • Dapat diintegrasikan dengan sistem kontrol otomatis.
  • Mendukung operasi kontinu (24/7) dengan perawatan berkala yang baik.

Aplikasi

Heavy Oil Burner banyak digunakan pada:

  • Steam Boiler
  • Thermal Oil Heater
  • Hot Water Boiler
  • Furnace
  • Rotary Dryer
  • Kiln
  • Hot Air Generator
  • Asphalt Mixing Plant (AMP)
  • Incinerator
  • Smelting Furnace

Industri yang Menggunakan

Heavy Oil Burners banyak diaplikasikan pada berbagai sektor industri, antara lain:

  • Industri Kelapa Sawit (Palm Oil)
  • Industri Pelayaran (Marine)
  • Industri Petrokimia
  • Industri Aspal (Asphalt Mixing Plant)
  • Industri Semen dan Kiln
  • Industri Baja dan Logam
  • Industri Pulp dan Kertas
  • Industri Kimia
  • Pembangkit Listrik
  • Industri Manufaktur Berat

6. Dual Fuel Burners Natural Gas / Light Oil Low NOx Class 2

 

https://images.openai.com/static-rsc-4/7GxBwt2Gy4hB_NvrZBWu_ct3M1Tdh8wx_EBgoT9NvQffWU8oBYsuVW9rmAEpIitVKnMMckE7pqZQrCXCm4HVbRwBA9ICwO4ldwKRlOAMa0dTzCnEBnn1RAvWP5J2B_5ULORy7gp_mex8sGbHlyDrKHDw90dFXYz9fFUQ9fDgxu5AaJ-k0334U14sO4Vvn2bT?purpose=fullsizeDual Fuel Burners Natural Gas / Light Oil Low NOx Class 2 adalah burner industri yang dirancang untuk beroperasi menggunakan Natural Gas maupun Light Oil (Diesel/HSD) dalam satu unit burner. Burner ini memenuhi standar emisi EN 676 Low NOx Class 2, sehingga mampu menghasilkan pembakaran yang efisien dengan emisi nitrogen oksida (NOx) yang lebih rendah dibandingkan burner konvensional.

Teknologi dual fuel memberikan fleksibilitas bagi industri untuk memilih bahan bakar yang paling ekonomis atau beralih ke bahan bakar cadangan apabila terjadi gangguan pasokan gas. Dengan sistem kontrol pembakaran yang presisi, burner mampu menjaga stabilitas nyala api, meningkatkan efisiensi energi, dan mengurangi biaya operasional.

Prinsip Kerja

Burner dilengkapi dengan dua sistem pembakaran dalam satu perangkat:

  • Sistem pembakaran Natural Gas untuk operasi yang bersih dan efisien.
  • Sistem pembakaran Light Oil sebagai bahan bakar alternatif atau cadangan.

Peralihan bahan bakar dapat dilakukan secara manual maupun otomatis, tergantung konfigurasi burner dan sistem kontrol. Selama proses perpindahan, burner tetap menjaga kestabilan pembakaran sehingga gangguan terhadap proses produksi dapat diminimalkan.

Jenis Bahan Bakar

Gas

  • Natural Gas (NG)
  • LNG
  • CNG
  • LPG

Light Oil

  • Diesel
  • High Speed Diesel (HSD)
  • Light Fuel Oil (LFO)

Fitur Utama

Low NOx Class 2 Combustion Head

Kepala pembakaran dirancang untuk menghasilkan pencampuran udara dan bahan bakar yang optimal sehingga emisi NOx lebih rendah sesuai standar EN 676 Class 2.

Progressive atau Fully Modulating Control

Burner mampu menyesuaikan kapasitas pembakaran secara bertahap maupun kontinu sesuai kebutuhan beban proses.

Electronic Servo Motor

Mengontrol posisi damper udara dan katup bahan bakar secara presisi sehingga rasio udara dan bahan bakar selalu optimal.

Digital Burner Management System

Mengelola proses penyalaan, modulasi, pemantauan nyala api, alarm, dan sistem keselamatan secara otomatis.

Flame Detection System

Menggunakan sensor ionisasi atau UV untuk memastikan nyala api tetap stabil. Apabila api padam, sistem akan menghentikan suplai bahan bakar secara otomatis.

PLC & SCADA Ready

Dapat diintegrasikan dengan sistem otomasi industri untuk pemantauan dan pengendalian jarak jauh.

Keunggulan

  • Fleksibilitas menggunakan gas maupun light oil.
  • Emisi NOx lebih rendah dibanding burner standar.
  • Efisiensi pembakaran tinggi.
  • Konsumsi bahan bakar lebih hemat.
  • Nyala api stabil pada berbagai kondisi beban.
  • Perpindahan bahan bakar cepat dan aman.
  • Mengurangi risiko berhentinya produksi akibat gangguan pasokan bahan bakar.
  • Perawatan relatif mudah dengan komponen yang mudah diakses.

Kisaran Kapasitas

Dual Fuel Burners Natural Gas / Light Oil Low NOx Class 2 tersedia dalam berbagai ukuran, mulai dari sekitar:

  • 50 kW hingga lebih dari 20 MW
  • Setara sekitar 43.000 hingga lebih dari 17.200.000 kcal/jam

Pemilihan kapasitas disesuaikan dengan kebutuhan aplikasi dan beban panas proses.

Aplikasi

Burner ini banyak digunakan pada berbagai sistem pemanasan industri, antara lain:

  • Steam Boiler
  • Thermal Oil Heater
  • Hot Water Boiler
  • Furnace
  • Rotary Dryer
  • Hot Air Generator
  • Oven Industri
  • Kiln
  • Incinerator

Industri yang Menggunakan

Dual Fuel Burners Natural Gas / Light Oil Low NOx Class 2 banyak diterapkan pada:

  • Industri makanan dan minuman
  • Industri farmasi
  • Industri tekstil
  • Industri kimia
  • Industri elektronik
  • Industri kelapa sawit
  • Industri pulp dan kertas
  • Industri petrokimia
  • Rumah sakit
  • Hotel
  • Kawasan industriPerbandingan Class 2 dan Class 3
ParameterLow NOx Class 2Low NOx Class 3
Standar EmisiEN 676 Class 2EN 676 Class 3
Emisi NOxRendahLebih rendah
Efisiensi PembakaranTinggiSangat tinggi
Sistem KontrolProgressive / ModulatingFully Modulating
O₂ TrimOpsionalUmumnya siap diintegrasikan
Teknologi IFGRTidak selalu tersediaUmumnya tersedia pada model tertentu
AplikasiIndustri umumIndustri dengan persyaratan emisi lebih ketat

7. Dual Fuel Burners Natural Gas / Light Oil Low NOx Class 3

Dual Fuel Burners Natural Gas / Light Oil Low NOx Class 3 merupakan burner industri berteknologi tinggi yang dirancang untuk beroperasi menggunakan Natural Gas maupun Light Oil (Diesel/HSD) dengan tingkat emisi Low NOx Class 3 sesuai standar EN 676. Dibandingkan dengan Class 2, burner ini menggunakan desain kepala pembakaran (combustion head) dan sistem kontrol udara-bahan bakar yang lebih canggih sehingga mampu menghasilkan pembakaran yang lebih efisien dan emisi nitrogen oksida (NOx) yang lebih rendah.

Teknologi ini sangat cocok untuk industri yang membutuhkan fleksibilitas penggunaan bahan bakar sekaligus harus memenuhi regulasi lingkungan yang lebih ketat. Burner dapat beroperasi secara progressive maupun fully modulating, sehingga kapasitas panas dapat menyesuaikan kebutuhan proses secara otomatis.

Prinsip Kerja

Burner dilengkapi dengan dua sistem pembakaran dalam satu unit, yaitu:

  • Mode Natural Gas untuk pembakaran yang bersih dan efisien.
  • Mode Light Oil sebagai bahan bakar cadangan atau alternatif ketika pasokan gas tidak tersedia.

Perpindahan antara kedua bahan bakar dapat dilakukan secara manual maupun otomatis, tergantung konfigurasi sistem kontrol. Dengan modulasi yang presisi, burner mampu menjaga rasio udara dan bahan bakar tetap optimal pada berbagai tingkat beban.

Jenis Bahan Bakar

Gas

  • Natural Gas (NG)
  • LNG
  • CNG
  • LPG

Light Oil

  • Diesel
  • High Speed Diesel (HSD)
  • Light Fuel Oil (LFO)

Fitur Utama

Electronic Servo Motor

Servo motor elektronik mengontrol posisi damper udara dan katup bahan bakar secara presisi sehingga pembakaran selalu berada pada kondisi optimum.

O₂ Trim Ready

Mendukung integrasi dengan Oxygen Trim System untuk memantau kadar oksigen pada gas buang dan melakukan penyesuaian otomatis terhadap rasio udara-bahan bakar. Hal ini membantu meningkatkan efisiensi sekaligus menurunkan konsumsi bahan bakar.

Digital Combustion Controller

Pengontrol digital mengelola seluruh proses pembakaran, termasuk penyalaan, modulasi, pemantauan nyala api, serta sistem keselamatan burner.

Low NOx Combustion Head

Desain kepala pembakaran khusus menghasilkan pencampuran udara dan bahan bakar yang lebih merata sehingga suhu puncak nyala api lebih terkendali dan pembentukan NOx dapat dikurangi.

Internal Flue Gas Recirculation (IFGR)

Pada model tertentu, sebagian gas buang dialirkan kembali ke zona pembakaran untuk menurunkan temperatur nyala api. Teknologi ini efektif mengurangi pembentukan NOx tanpa mengorbankan stabilitas pembakaran.

Fully Modulating Operation

Burner dapat beroperasi secara modulasi penuh sehingga output panas mengikuti kebutuhan proses secara kontinu, mengurangi siklus hidup-mati (on-off), dan meningkatkan efisiensi energi.

Flame Monitoring

Sistem deteksi nyala api berbasis ionisasi atau UV memastikan pembakaran berlangsung aman. Jika api padam, sistem akan menghentikan suplai bahan bakar secara otomatis.

Keunggulan

  • Emisi NOx lebih rendah dibandingkan Low NOx Class 2.
  • Fleksibilitas menggunakan gas maupun light oil.
  • Efisiensi pembakaran tinggi dengan konsumsi bahan bakar lebih hemat.
  • Perpindahan bahan bakar yang cepat dan aman.
  • Kontrol temperatur proses yang lebih stabil.
  • Mendukung integrasi dengan PLC, SCADA, dan Burner Management System (BMS).
  • Memenuhi kebutuhan industri dengan standar emisi yang lebih ketat.

Kisaran Kapasitas

Burner tersedia dalam berbagai ukuran, mulai dari sekitar 50 kW hingga lebih dari 25 MW, tergantung model dan kebutuhan aplikasi.

Aplikasi

Dual Fuel Burners Natural Gas / Light Oil Low NOx Class 3 banyak digunakan pada:

  • Steam Boiler
  • Thermal Oil Heater
  • Hot Water Boiler
  • Furnace
  • Hot Air Generator
  • Rotary Dryer
  • Oven Industri
  • Kiln
  • Incinerator

Industri yang Menggunakan

Burner ini banyak diaplikasikan pada industri yang membutuhkan efisiensi energi tinggi dan emisi rendah, antara lain:

  • Industri makanan dan minuman (Food & Beverage)
  • Industri farmasi (Pharmaceutical)
  • Industri tekstil (Textile)
  • Industri kimia (Chemical)
  • Industri elektronik (Electronics)
  • Industri kelapa sawit
  • Industri pulp dan kertas
  • Industri petrokimia
  • Rumah sakit
  • Hotel
  • Kawasan industri

8. Dual Fuel Burners Natural Gas / Heavy Oil

https://images.openai.com/static-rsc-4/apgOb8sYkZSwOAfwEBVnMF5y_gGZVsBvlvVjfiQnlQNJhOWnMx_GV3zVwQe_uvDeFi3vstTtTTgtQyC68dVSOuENDliNKM9AdcM46vW1yo_rct4_7SGyAR9bNikHH5OtKgD8Su7zzHep1lf1dnS-muZ2KV35E2PIXWiVHlUmLHG7fx6RXpHyrr14wleQn7yJ?purpose=fullsizeApa Itu Dual Fuel Burners Natural Gas / Heavy Oil?

Dual Fuel Burners Natural Gas / Heavy Oil adalah burner industri yang dirancang untuk beroperasi menggunakan dua jenis bahan bakar, yaitu Natural Gas dan Heavy Oil (Heavy Fuel Oil/HFO). Sistem ini memberikan fleksibilitas tinggi bagi industri untuk beralih dari gas ke minyak berat atau sebaliknya sesuai dengan ketersediaan bahan bakar, biaya operasional, maupun kebutuhan proses.

Burner dual fuel banyak digunakan pada aplikasi berkapasitas besar yang membutuhkan kontinuitas operasi. Jika pasokan gas terganggu, sistem dapat beralih ke heavy oil sehingga proses produksi tetap berjalan tanpa penghentian yang lama.

Prinsip Kerja

Burner dilengkapi dengan dua sistem pembakaran yang terintegrasi dalam satu unit:

  • Sistem pembakaran gas dengan gas train sesuai standar keselamatan.
  • Sistem pembakaran heavy oil dengan pompa, pemanas (heater), dan nozzle atomisasi.
  • Peralihan bahan bakar dapat dilakukan secara manual atau otomatis, tergantung konfigurasi burner dan sistem kontrol.

Pada mode heavy oil, bahan bakar dipanaskan hingga mencapai viskositas yang sesuai agar proses atomisasi menghasilkan butiran minyak yang halus dan pembakaran berlangsung sempurna.

Jenis Bahan Bakar

Gas

  • Natural Gas (NG)
  • LNG
  • CNG
  • LPG

Heavy Oil

  • Heavy Fuel Oil (HFO)
  • Residual Fuel Oil
  • Marine Fuel Oil (MFO)
  • Industrial Fuel Oil sesuai spesifikasi burner

Fitur Utama

  • Dual Fuel Operation
  • Automatic Fuel Changeover (opsional)
  • Fully Modulating Control
  • Progressive Modulation
  • Electronic Ignition
  • Flame Ionization Detection
  • Servo Motor Air Damper
  • Digital Burner Management System
  • PLC & SCADA Ready
  • Low NOx Combustion Technology (pada model tertentu)
  • O₂ Trim System Ready
  • Remote Monitoring (opsional)

Sistem Heavy Oil

Pada Dual Fuel Burners Natural Gas / Heavy Oil, sistem bahan bakar heavy oil memerlukan peralatan pendukung karena Heavy Fuel Oil (HFO) memiliki viskositas yang jauh lebih tinggi dibandingkan Natural Gas maupun Light Oil (Diesel). Agar proses atomisasi berlangsung sempurna, heavy oil harus dipanaskan hingga mencapai temperatur dan viskositas yang sesuai sebelum masuk ke nozzle burner.

Sistem heavy oil dirancang untuk menjaga tekanan, temperatur, dan aliran bahan bakar tetap stabil sehingga menghasilkan pembakaran yang efisien, nyala api yang konsisten, serta mengurangi pembentukan asap dan deposit karbon pada ruang bakar.

Prinsip Kerja Sistem Heavy Oil

Heavy oil dipompa dari tangki penyimpanan menuju unit pemanas (Oil Heater). Selanjutnya bahan bakar dipanaskan hingga mencapai viskositas yang direkomendasikan, kemudian dialirkan melalui filter menuju burner.

Setelah memasuki burner:

  • Heavy oil diatomisasi melalui nozzle bertekanan tinggi.
  • Udara pembakaran dicampurkan secara presisi.
  • Campuran bahan bakar dan udara dibakar menghasilkan nyala api yang stabil.
  • Kelebihan heavy oil akan disirkulasikan kembali melalui Oil Recirculation Line untuk menjaga temperatur dan tekanan tetap konstan.

Seluruh proses dikendalikan oleh Burner Management System (BMS) sehingga operasi berlangsung secara otomatis dan aman.

Komponen Utama Sistem Heavy Oil

Heavy Oil Pump

Pompa heavy oil berfungsi mengalirkan bahan bakar dari tangki menuju burner dengan tekanan yang stabil sesuai kebutuhan pembakaran.

Electric Oil Heater

Pemanas listrik digunakan untuk menaikkan temperatur heavy oil hingga mencapai viskositas ideal sebelum proses atomisasi.

Steam Oil Heater (Opsional)

Pada fasilitas yang memiliki jaringan uap, pemanasan heavy oil dapat menggunakan steam heater. Metode ini banyak diterapkan pada boiler berkapasitas besar karena efisien dan mampu memberikan pemanasan yang merata.

Oil Filter

Filter berfungsi menyaring partikel, kotoran, dan endapan yang dapat menyumbat nozzle atau merusak pompa bahan bakar.

Pressure Regulator

Pressure regulator menjaga tekanan bahan bakar tetap stabil sehingga atomisasi berlangsung secara konsisten dan nyala api tidak berfluktuasi.

Temperature Controller

Mengontrol temperatur heavy oil secara otomatis agar selalu berada pada kisaran yang sesuai dengan spesifikasi burner.

Viscosity Controller

Sistem ini memonitor dan mengendalikan viskositas bahan bakar melalui pengaturan temperatur. Viskositas yang tepat sangat penting untuk menghasilkan atomisasi yang halus dan pembakaran yang efisien.

Oil Recirculation Line

Sirkulasi ulang heavy oil membantu menjaga temperatur dan tekanan tetap stabil selama burner beroperasi, sekaligus mengurangi risiko pendinginan bahan bakar di dalam pipa.

Atomizing Nozzle

Nozzle mengubah heavy oil menjadi butiran halus (atomisasi) sehingga mudah bercampur dengan udara pembakaran dan terbakar secara sempurna.

Solenoid Valve

Katup solenoid mengontrol aliran heavy oil secara otomatis selama proses start-up, operasi normal, maupun shutdown burner.

Safety Shut-off Valve

Katup pengaman akan menutup aliran bahan bakar secara otomatis apabila terjadi kondisi abnormal seperti kehilangan nyala api, tekanan tidak normal, atau alarm keselamatan lainnya.

Kisaran Kapasitas

Dual Fuel Burners Natural Gas / Heavy Oil tersedia dalam berbagai ukuran untuk memenuhi kebutuhan pemanasan industri, mulai dari aplikasi berkapasitas menengah hingga sistem pembakaran berkapasitas sangat besar.

Rentang kapasitas meliputi:

  • 300 kW hingga lebih dari 30 MW
  • Setara sekitar 258.000 hingga lebih dari 25.800.000 kcal/jam

Pilihan kapasitas yang luas memungkinkan burner digunakan pada berbagai jenis peralatan industri, seperti:

  • Steam Boiler
  • Hot Water Boiler
  • Thermal Oil Heater
  • Furnace
  • Rotary Dryer
  • Hot Air Generator
  • Kiln
  • Incinerator
  • Asphalt Mixing Plant (AMP)
  • Process Heater
  • Petrochemical Heater

Pemilihan kapasitas burner harus mempertimbangkan kebutuhan beban panas maksimum, efisiensi sistem, jenis bahan bakar, tekanan operasi, kondisi lingkungan, serta karakteristik proses produksi. Perhitungan kapasitas yang tepat akan menghasilkan pembakaran yang stabil, konsumsi energi yang efisien, umur peralatan yang lebih panjang, serta biaya operasional yang lebih rendah.

Keunggulan Sistem Heavy Oil pada Dual Fuel Burner

Penggunaan sistem heavy oil yang dirancang dengan baik memberikan berbagai manfaat, antara lain:

  • Menjaga viskositas bahan bakar pada kondisi ideal.
  • Menghasilkan atomisasi yang lebih halus dan pembakaran lebih sempurna.
  • Mengurangi pembentukan jelaga dan deposit karbon.
  • Menjaga kestabilan nyala api pada berbagai beban operasi.
  • Meningkatkan efisiensi pembakaran.
  • Memperpanjang umur nozzle, pompa, dan komponen burner.
  • Mendukung operasi kontinu pada aplikasi industri berkapasitas besar.

Dengan kombinasi Natural Gas dan Heavy Oil, UNIGAS Dual Fuel Burners memberikan fleksibilitas tinggi, keandalan operasi, dan efisiensi energi untuk berbagai aplikasi pemanasan industri yang membutuhkan kontinuitas produksi dan performa pembakaran yang optimal.

Keunggulan Dual Fuel Burners Natural Gas / Heavy Oil

Fleksibilitas Bahan Bakar

Salah satu keunggulan utama Dual Fuel Burners Natural Gas / Heavy Oil adalah fleksibilitas dalam penggunaan dua jenis bahan bakar. Pengguna dapat memilih Natural Gas atau Heavy Fuel Oil (HFO) sesuai dengan harga energi, ketersediaan pasokan, maupun strategi operasional perusahaan tanpa perlu mengganti burner. Fleksibilitas ini membantu mengurangi risiko gangguan produksi akibat keterbatasan salah satu jenis bahan bakar.

Keandalan Operasi

Burner dirancang untuk menjaga kontinuitas proses produksi. Apabila terjadi gangguan pada suplai gas, sistem dapat beralih menggunakan heavy oil sesuai konfigurasi burner dan prosedur operasi. Kemampuan ini sangat penting bagi industri yang beroperasi secara kontinu selama 24 jam, karena membantu meminimalkan waktu henti (downtime) dan menjaga proses produksi tetap berjalan.

Efisiensi Pembakaran Tinggi

Dual Fuel Burners menggunakan sistem kontrol elektronik yang mengatur rasio udara dan bahan bakar secara presisi. Teknologi seperti Electronic Combustion Control, Servo Motor Modulation, dan Digital Burner Management System membantu menghasilkan pembakaran yang stabil, distribusi panas yang merata, serta konsumsi bahan bakar yang lebih efisien.

Manfaat yang diperoleh antara lain:

  • Pembakaran lebih sempurna.
  • Konsumsi bahan bakar lebih hemat.
  • Temperatur proses lebih stabil.
  • Emisi CO dan NOx lebih rendah.
  • Efisiensi termal sistem meningkat.

Biaya Operasional Lebih Terkendali

Dengan kemampuan menggunakan dua jenis bahan bakar, perusahaan dapat mengoptimalkan biaya energi berdasarkan kondisi pasar dan ketersediaan pasokan. Saat harga Natural Gas lebih kompetitif, burner dapat dioperasikan dengan gas. Sebaliknya, ketika pasokan gas terbatas atau strategi operasional mengharuskan penggunaan minyak, sistem dapat memanfaatkan Heavy Fuel Oil.

Pendekatan ini memberikan beberapa keuntungan:

  • Fleksibilitas dalam pengelolaan biaya energi.
  • Mengurangi ketergantungan pada satu sumber bahan bakar.
  • Menjaga kelangsungan produksi saat terjadi gangguan pasokan.
  • Mempermudah perencanaan anggaran operasional jangka panjang.

Pembakaran Stabil pada Berbagai Beban

Dengan sistem Progressive atau Fully Modulating, burner dapat menyesuaikan kapasitas panas secara bertahap sesuai kebutuhan proses. Hal ini menghasilkan:

  • Nyala api lebih stabil.
  • Mengurangi siklus start-stop.
  • Menjaga tekanan steam dan temperatur proses tetap konstan.
  • Mengurangi keausan komponen burner.

Mudah Diintegrasikan dengan Sistem Otomasi

Dual Fuel Burners dapat diintegrasikan dengan berbagai sistem kontrol industri, seperti:

  • Burner Management System (BMS)
  • PLC (Programmable Logic Controller)
  • SCADA (Supervisory Control and Data Acquisition)
  • DCS (Distributed Control System)
  • O₂ Trim Control
  • VFD Blower Control

Mudah Diintegrasikan

Burner dapat dihubungkan dengan:

  • Burner Management System (BMS)
  • PLC
  • SCADA
  • Distributed Control System (DCS)

Aplikasi Industri

Dual Fuel Burners Natural Gas / Heavy Oil banyak digunakan pada:

  • Steam Boiler
  • Thermal Oil Heater
  • Hot Water Boiler
  • Furnace
  • Rotary Dryer
  • Hot Air Generator
  • Kiln
  • Asphalt Mixing Plant (AMP)
  • Petrochemical Plant
  • Oil & Gas Industry
  • Palm Oil Mill
  • Sugar Factory
  • Pulp & Paper Industry
  • Power Plant
  • Marine Industry

Perbandingan Natural Gas dan Heavy Oil

ParameterNatural GasHeavy Oil
Kebersihan PembakaranSangat bersihMembutuhkan atomisasi yang baik
EmisiLebih rendahLebih tinggi dibanding gas
EfisiensiSangat tinggiTinggi dengan pengaturan yang tepat
Sistem Bahan BakarLebih sederhanaMemerlukan pemanas dan pengendalian viskositas
PerawatanRelatif mudahLebih intensif karena residu pembakaran
KeandalanBergantung pada jaringan gasDapat disimpan dalam tangki sebagai cadangan

Sistem Kontrol UNIGAS Industrial Burners

Salah satu keunggulan UNIGAS Industrial Burners adalah penggunaan sistem kontrol pembakaran modern yang dirancang untuk menghasilkan efisiensi tinggi, pembakaran stabil, serta memenuhi standar keselamatan industri. Seluruh komponen kontrol bekerja secara terintegrasi untuk mengatur rasio udara dan bahan bakar, memonitor kondisi pembakaran, serta melindungi sistem dari gangguan operasional.

Electronic Combustion Control

Electronic Combustion Control (ECC) merupakan otak dari sistem pembakaran yang mengendalikan seluruh proses operasi burner secara otomatis. Sistem ini mengatur urutan penyalaan (ignition sequence), pembukaan katup bahan bakar, pengaturan udara pembakaran, modulasi kapasitas, hingga prosedur penghentian burner (shutdown).

Keunggulan:

  • Operasi pembakaran lebih presisi.
  • Mengurangi kesalahan pengaturan manual.
  • Meningkatkan efisiensi bahan bakar.
  • Mempermudah diagnosis gangguan (fault diagnostics).

Air/Fuel Ratio Control

Sistem Air/Fuel Ratio Control mengatur perbandingan antara udara pembakaran dan bahan bakar secara otomatis agar selalu berada pada rasio optimal.

Dengan rasio yang tepat, burner menghasilkan:

  • Pembakaran lebih sempurna.
  • Konsumsi bahan bakar lebih hemat.
  • Emisi karbon monoksida (CO) dan NOx lebih rendah.
  • Nyala api yang stabil pada seluruh rentang kapasitas.

Servo Motor Modulation

Servo motor elektronik mengontrol posisi damper udara dan katup bahan bakar secara presisi selama proses modulasi.

Dibandingkan sistem mekanis konvensional, servo motor memberikan:

  • Akurasi posisi yang lebih tinggi.
  • Respon lebih cepat terhadap perubahan beban.
  • Pengaturan kapasitas pembakaran yang lebih halus.
  • Pengurangan siklus ON-OFF burner.

PID Temperature Control

PID (Proportional–Integral–Derivative) Temperature Control digunakan untuk menjaga temperatur proses tetap stabil sesuai nilai set point.

Contoh aplikasi:

  • Thermal Oil Heater
  • Hot Air Generator
  • Oven Industri
  • Furnace
  • Rotary Dryer

Keuntungan penggunaan PID meliputi:

  • Temperatur lebih stabil.
  • Mengurangi overshoot.
  • Produk lebih konsisten.
  • Konsumsi energi lebih efisien.

PID Pressure Control

Pada aplikasi Steam Boiler, burner dikendalikan menggunakan PID Pressure Control untuk mempertahankan tekanan uap secara otomatis.

Sistem akan meningkatkan atau menurunkan kapasitas burner sesuai kebutuhan beban sehingga tekanan tetap stabil.

Keuntungan:

  • Tekanan steam lebih konstan.
  • Mengurangi fluktuasi tekanan.
  • Meningkatkan kualitas uap.
  • Memperpanjang umur boiler dan burner.

O₂ Trim Control (Opsional)

O₂ Trim Control menggunakan sensor oksigen yang dipasang pada cerobong (flue gas) untuk mengukur kandungan oksigen sisa hasil pembakaran.

Berdasarkan data tersebut, sistem secara otomatis mengoreksi rasio udara dan bahan bakar sehingga pembakaran tetap berada pada kondisi optimum.

Manfaat O₂ Trim Control:

  • Mengurangi konsumsi bahan bakar.
  • Menurunkan emisi NOx dan CO.
  • Mengurangi excess air.
  • Menjaga efisiensi pembakaran dalam jangka panjang.

VFD Blower Control (Opsional)

Pada burner berkapasitas besar, motor blower dapat dikendalikan menggunakan Variable Frequency Drive (VFD).

VFD mengatur putaran blower sesuai kebutuhan udara pembakaran sehingga tidak selalu bekerja pada kecepatan maksimum.

Keunggulan:

  • Menghemat konsumsi listrik.
  • Mengurangi kebisingan blower.
  • Memperpanjang umur motor.
  • Respon pembakaran lebih halus.

Flame Failure Protection

Sistem Flame Failure Protection memantau keberadaan nyala api menggunakan sensor ionisasi atau UV Flame Detector.

Apabila nyala api padam secara tiba-tiba, sistem akan:

  • Menutup katup bahan bakar.
  • Menghentikan proses pembakaran.
  • Mengaktifkan alarm.
  • Mengunci burner hingga dilakukan reset sesuai prosedur keselamatan.

Fitur ini sangat penting untuk mencegah akumulasi bahan bakar yang dapat menimbulkan risiko ledakan.

Automatic Safety Shutdown

Automatic Safety Shutdown merupakan sistem perlindungan otomatis yang akan menghentikan operasi burner apabila terjadi kondisi abnormal, seperti:

  • Tekanan gas terlalu rendah atau terlalu tinggi.
  • Tekanan udara pembakaran tidak mencukupi.
  • Kegagalan penyalaan (ignition failure).
  • Flame failure.
  • Over temperature.
  • Over pressure.
  • Gangguan pada sistem kontrol.

Dengan sistem ini, burner akan berhenti secara aman sebelum kerusakan yang lebih besar terjadi.

Keunggulan Sistem Kontrol UNIGAS Industrial Burners

Sistem kontrol modern pada UNIGAS Industrial Burners memberikan berbagai manfaat bagi industri, antara lain:

  • Efisiensi pembakaran yang lebih tinggi.
  • Konsumsi bahan bakar lebih hemat.
  • Emisi NOx dan CO lebih rendah.
  • Kontrol temperatur dan tekanan yang lebih stabil.
  • Respon cepat terhadap perubahan beban proses.
  • Keselamatan operasi yang lebih baik.
  • Integrasi mudah dengan PLC, SCADA, DCS, dan Burner Management System (BMS).
  • Mendukung konsep Industry 4.0 melalui sistem otomasi dan pemantauan digital.

Dengan kombinasi teknologi kontrol tersebut, UNIGAS Industrial Burners mampu memberikan performa pembakaran yang andal, efisien, dan aman untuk berbagai aplikasi seperti steam boiler, thermal oil heater, furnace, rotary dryer, hot air generator, dan oven industri.

9. Industrial Gas Burners Class 2 dan Class 3

Apa Itu Industrial Gas Burners?

 

https://images.openai.com/static-rsc-4/0FWQzQVRe5MBJw34u8l0dr03isSLTc3D8VcWxcHZq87g0ZOilXk0bIftgYBvDdadSmXrITk1YBym2IvNbkpS8q2XjpjfeNlXox74doyyOJN6JNmVTw7HOYwhWs90pIPkxzV5QI02GdFIxzxBN8Vno39um7ZQudZbyfLrxo0GQzCERyMcrWXOHDbzOkCzwG5q?purpose=fullsizeIndustrial Gas Burners Class 2 dan Class 3 adalah burner berbahan bakar gas yang dirancang untuk menghasilkan pembakaran dengan efisiensi tinggi dan emisi nitrogen oksida (NOx) rendah sesuai standar EN 676. Burner ini banyak digunakan pada steam boiler, thermal oil heater, hot water boiler, furnace, rotary dryer, hot air generator, oven industri, hingga berbagai proses pemanasan yang membutuhkan kontrol temperatur yang presisi.

Teknologi pembakaran modern pada burner kelas ini memungkinkan pengaturan rasio udara dan bahan bakar secara akurat sehingga menghasilkan nyala api yang stabil, konsumsi bahan bakar lebih hemat, dan emisi gas buang yang lebih rendah dibandingkan burner konvensional.

Standar Emisi EN 676

EN 676 merupakan standar Eropa yang mengatur performa, keselamatan, dan batas emisi burner berbahan bakar gas.

Semakin tinggi kelas Low NOx, semakin rendah emisi nitrogen oksida (NOx) yang dihasilkan.

KlasifikasiKarakteristik
Burner StandarEmisi NOx konvensional
Low NOx Class 2Emisi NOx rendah
Low NOx Class 3Emisi NOx lebih rendah dibanding Class 2
Premix Class 4Emisi NOx sangat rendah

Burner Class 2 umumnya digunakan untuk aplikasi industri standar dengan kebutuhan efisiensi tinggi, sedangkan Class 3 dipilih pada industri yang memiliki persyaratan lingkungan lebih ketat.

Industrial Gas Burners Low NOx Class 2

Deskripsi

Industrial Gas Burners Class 2 menggunakan teknologi pembakaran Low NOx yang mampu mengurangi pembentukan nitrogen oksida tanpa mengurangi efisiensi pembakaran.

Burner ini dirancang untuk memberikan keseimbangan antara efisiensi energi, biaya investasi, dan kepatuhan terhadap regulasi emisi.

Karakteristik

  • Low NOx Combustion Head
  • Forced Draft Burner
  • Electronic Ignition
  • Flame Ionization Detection
  • Progressive atau Fully Modulating
  • Servo Motor Air Damper
  • PLC Ready
  • Mudah diintegrasikan dengan sistem BMS (Burner Management System)

Jenis Bahan Bakar

  • Natural Gas
  • LPG
  • LNG
  • CNG
  • Biogas (pada model tertentu)

Kapasitas

Mulai sekitar 50 kW hingga 20 MW atau lebih, tergantung model burner.

Aplikasi

  • Steam Boiler
  • Hot Water Boiler
  • Thermal Oil Heater
  • Hot Air Generator
  • Furnace
  • Rotary Dryer
  • Oven Industri
  • Kiln
  • Incinerator

Industrial Gas Burners Low NOx Class 3

Deskripsi

Industrial Gas Burners Class 3 merupakan pengembangan dari Class 2 dengan sistem pembakaran yang lebih canggih sehingga mampu menghasilkan emisi NOx yang lebih rendah.

Burner ini cocok digunakan pada industri yang mengutamakan efisiensi energi sekaligus memenuhi regulasi lingkungan yang lebih ketat.

Teknologi

  • Optimized Combustion Head
  • Internal Flue Gas Recirculation (IFGR) pada model tertentu
  • Electronic Servo Motor
  • Digital Air/Fuel Ratio Control
  • Fully Modulating Control
  • Variable Air Damper
  • O₂ Trim Ready
  • Digital Flame Monitoring

Keunggulan

  • Emisi NOx lebih rendah
  • Pembakaran lebih stabil
  • Efisiensi pembakaran tinggi
  • Penghematan konsumsi bahan bakar
  • Respon modulasi cepat terhadap perubahan beban
  • Suhu nyala api lebih merata
  • Perawatan relatif mudah

Perbandingan Class 2 dan Class 3

ParameterClass 2Class 3
StandarEN 676 Low NOx Class 2EN 676 Low NOx Class 3
Emisi NOxRendahLebih rendah
EfisiensiTinggiSangat tinggi
Stabilitas ApiSangat baikSangat baik
Pengaturan KapasitasProgressive / ModulatingFully Modulating
Servo MotorYaYa
Digital Combustion ControlOpsionalUmumnya tersedia
O₂ TrimOpsionalSiap diintegrasikan
Konsumsi Bahan BakarHematLebih hemat dengan kontrol optimal
Regulasi LingkunganIndustri umumIndustri dengan persyaratan emisi lebih ketat

Fitur Utama Industrial Gas Burners

Burner industri modern umumnya dilengkapi dengan:

  • Electronic ignition system
  • Flame monitoring berbasis ionisasi
  • Air damper otomatis
  • Servo motor presisi
  • Modulating combustion control
  • Digital burner management
  • Variable speed fan (opsional)
  • Kompatibel dengan PLC dan SCADA
  • Dukungan komunikasi Modbus atau Ethernet pada model tertentu
  • Sistem keselamatan sesuai standar internasional

Keunggulan Menggunakan Industrial Gas Burners

Menggunakan burner gas industri berkualitas memberikan berbagai keuntungan, antara lain:

  • Efisiensi pembakaran tinggi sehingga mengurangi biaya operasional.
  • Emisi NOx lebih rendah untuk membantu memenuhi regulasi lingkungan.
  • Kontrol temperatur proses yang lebih akurat.
  • Modulasi kapasitas sesuai kebutuhan beban sehingga mengurangi siklus start-stop.
  • Pembakaran bersih dengan residu dan jelaga yang minimal.
  • Perawatan lebih sederhana dibanding burner berbahan bakar minyak.
  • Umur pakai peralatan lebih panjang karena proses pembakaran lebih stabil.
  • Mudah diintegrasikan dengan sistem otomasi industri.

Aplikasi Industri

Industrial Gas Burners Class 2 dan Class 3 banyak digunakan pada berbagai sektor industri, antara lain:

  • Industri makanan dan minuman
  • Industri farmasi
  • Industri tekstil
  • Industri kimia
  • Industri petrokimia
  • Industri kelapa sawit
  • Industri kertas
  • Industri baja dan logam
  • Industri keramik
  • Pembangkit listrik
  • Rumah sakit
  • Hotel
  • Kawasan industri
ParameterClass 2Class 3
Standar EmisiEN 676 Class 2EN 676 Class 3
Emisi NOxRendahLebih rendah
Efisiensi PembakaranTinggiSangat tinggi
Konsumsi Bahan BakarHematLebih hemat dengan kontrol yang tepat
Sistem KontrolTwo Stage, Progressive, ModulatingProgressive, Fully Modulating
O₂ TrimOpsionalUmumnya siap diintegrasikan
AplikasiBoiler, Furnace, TOHBoiler, TOH, proses industri dengan regulasi emisi lebih ketat

Keunggulan Industrial Gas Burners

  • Efisiensi pembakaran tinggi hingga lebih dari 90% (bergantung pada desain sistem dan kondisi operasi).
  • Emisi NOx rendah sesuai standar EN 676.
  • Rasio modulasi tinggi sehingga kapasitas panas dapat menyesuaikan beban proses.
  • Nyala api stabil dengan sistem pengawasan elektronik.
  • Mudah diintegrasikan dengan PLC, SCADA, dan sistem otomasi industri.
  • Mendukung penggunaan berbagai jenis gas seperti Natural Gas, LNG, CNG, LPG, dan pada model tertentu biogas.

Burner-burner ini banyak digunakan pada industri makanan dan minuman, farmasi, tekstil, kimia, kelapa sawit, petrokimia, pembangkit energi, serta berbagai aplikasi proses yang membutuhkan pembakaran efisien, andal, dan memenuhi persyaratan emisi modern.

Studi Kasus Penggunaan UNIGAS Industrial Burner pada Steam Boiler 10 Ton/Jam

https://images.openai.com/static-rsc-4/-nxVX71YCZNPZkKyZClrgRHHfHfD-rKFiDtgILzWgesIU5Ccg3H7VVb8ChGyf9MrgdpNuiEhEWM_eSGIF16iH5WVEVvRE1EsptdZ3C5yP5eS2HluWvc5q_aMrSxZBUQGrWRDyN9nkeVstM_llAUat8uvaM_hvy-_hCj5NpoksB307VTQPuLKl_1cFFfOCddb?purpose=fullsizeLatar Belakang

Sebuah perusahaan manufaktur makanan dan minuman mengoperasikan steam boiler berkapasitas 10 ton/jam sebagai sumber uap utama untuk proses produksi. Uap tersebut digunakan pada berbagai tahapan proses, seperti pemanasan, sterilisasi, memasak, hingga pengeringan produk. Karena boiler beroperasi hampir 24 jam per hari, efisiensi sistem pembakaran menjadi faktor penting dalam menentukan biaya operasional dan kelancaran proses produksi.

Selama bertahun-tahun, perusahaan menggunakan burner gas generasi lama dengan sistem kontrol mekanis. Meskipun masih dapat beroperasi, performa burner mulai mengalami penurunan sehingga konsumsi bahan bakar meningkat dan kestabilan pembakaran sulit dipertahankan. Hasil evaluasi menunjukkan beberapa permasalahan utama yang berdampak langsung terhadap efisiensi energi dan produktivitas pabrik.

Permasalahan yang ditemukan antara lain:

  • Konsumsi natural gas relatif tinggi karena rasio udara dan bahan bakar belum dikontrol secara optimal.
  • Tekanan steam sering berfluktuasi sehingga memengaruhi kestabilan temperatur pada proses produksi.
  • Emisi nitrogen oksida (NOx) mendekati batas regulasi lingkungan yang berlaku, sehingga perusahaan perlu meningkatkan performa sistem pembakaran.
  • Burner sering mengalami siklus ON-OFF akibat kemampuan modulasi yang terbatas. Kondisi ini menyebabkan elektroda pengapian, motor blower, kontaktor, dan komponen mekanis lainnya lebih cepat mengalami keausan.
  • Efisiensi pembakaran menurun karena excess air yang terlalu tinggi, sehingga sebagian energi panas terbuang melalui gas buang (flue gas).

Setelah dilakukan audit sistem pembakaran oleh tim engineering, disimpulkan bahwa boiler masih berada dalam kondisi baik dan tidak memerlukan penggantian unit. Solusi yang paling efektif adalah melakukan retrofit burner dengan teknologi yang lebih modern.

Manajemen kemudian memutuskan mengganti burner lama dengan UNIGAS Gas Burner Low NOx Class 3 yang dilengkapi Fully Modulating Control, Electronic Servo Motor, Digital Combustion Controller, serta kompatibel dengan Oxygen Trim System. Teknologi ini dipilih untuk meningkatkan efisiensi pembakaran, menurunkan konsumsi bahan bakar, mengurangi emisi NOx, serta menjaga tekanan steam tetap stabil sesuai kebutuhan proses produksi.

Data Boiler

ParameterNilai
Kapasitas Boiler10 Ton Steam/jam
Tekanan Kerja10 bar(g)
Efisiensi Boiler90%
Bahan BakarNatural Gas
Operasi24 jam/hari
Sistem BurnerFully Modulating

Permasalahan Sebelum Retrofit

Konsumsi Gas Tinggi

Burner lama menggunakan sistem kontrol mekanis sehingga rasio udara dan gas kurang optimal.

Akibatnya:

  • Excess air terlalu tinggi.
  • Panas terbuang melalui cerobong.
  • Efisiensi pembakaran menurun.

Fluktuasi Tekanan Steam

Tekanan boiler sering berubah:

  • 8,8 bar
  • 10,5 bar

Akibatnya kualitas steam tidak stabil.

Burner Sering Start Stop

Dalam satu jam burner dapat melakukan:

25–40 kali start.

Hal ini menyebabkan:

  • Elektroda cepat aus
  • Motor blower bekerja lebih berat
  • Konsumsi listrik meningkat
  • Umur burner lebih pendek

Solusi

Dipasang:

  • UNIGAS Gas Burner Low NOx Class 3
  • Fully Modulating Control
  • Servo Motor Digital
  • Digital Combustion Controller
  • O₂ Trim System
  • Variable Air/Fuel Ratio

Hasil Setelah Retrofit

1. Tekanan Steam Stabil

Tekanan menjadi:

10 ±0,1 bar

Steam lebih stabil.

2. Efisiensi Pembakaran Naik

Sebelum

≈88%

Sesudah

≈92%

Peningkatan efisiensi berasal dari pengaturan rasio udara-bahan bakar yang lebih presisi dan penurunan excess air.

3. Penghematan Gas

Misalkan konsumsi gas sebelumnya:

650 Nm³/jam

Setelah retrofit turun sekitar 5–10%, menjadi:

585–618 Nm³/jam

Dengan operasi 24 jam per hari, penghematan tahunan dapat menjadi signifikan, tergantung harga gas dan beban operasi aktual.

4. Emisi NOx Turun

Sebelum:

Burner standar

Sesudah:

Low NOx Class 3

Emisi nitrogen oksida menjadi lebih rendah sehingga lebih mudah memenuhi persyaratan lingkungan yang berlaku.

5. Burner Lebih Halus

Burner tidak lagi sering ON-OFF.

Api berubah secara bertahap:

  • Low Fire
  • Medium Fire
  • High Fire

Perbandingan Sebelum dan Sesudah

ParameterBurner LamaUNIGAS Class 3
Efisiensi Pembakaran±88%±92%
Kontrol ApiON-OFFFully Modulating
Tekanan SteamFluktuatifStabil
Konsumsi GasTinggiLebih Rendah
Emisi NOxStandarLow NOx Class 3
Frekuensi StartTinggiRendah
Umur KomponenLebih PendekLebih Panjang

Manfaat bagi Industri

Dengan menggunakan UNIGAS Industrial Burner, perusahaan memperoleh:

  • Penghematan konsumsi bahan bakar.
  • Emisi lebih rendah.
  • Tekanan steam lebih stabil.
  • Kualitas produk lebih konsisten.
  • Umur boiler dan burner lebih panjang.
  • Biaya perawatan menurun.
  • Keandalan operasi meningkat.

Solusi UNIGAS Industrial Burners dari PT Indira Mitra Boiler

PT Indira Mitra Boiler menyediakan solusi lengkap UNIGAS Industrial Burners  untuk berbagai aplikasi seperti steam boiler, thermal oil heater, hot water boiler, furnace, rotary dryer, hot air generator, oven industri, kiln, dan asphalt mixing plant (AMP). Sebagai penyedia UNIGAS Industrial Burners di Indonesia, kami menawarkan layanan konsultasi teknis, perhitungan kapasitas burner, instalasi, commissioning, combustion tuning menggunakan flue gas analyzer, retrofit burner, preventive maintenance, overhaul, serta penyediaan spare parts original. Dengan dukungan tim engineering yang berpengalaman, UNIGAS Industrial Burners membantu meningkatkan efisiensi pembakaran, menurunkan konsumsi bahan bakar, mengurangi emisi NOx, serta menjaga keandalan sistem pemanasan industri sehingga operasi menjadi lebih aman, hemat energi, dan produktif.

Workshop
Kawasan Pergudangan Laksana Business Park, Jalan Laksana 6 Blok F 09, Desa laksana Kec. Pakuhaji, Kab. Tangerang, Banten- 15570

PT Indira Mitra Boiler
Ratman Bejo
☎️081388666204

My Website
https://indira.co.id

PT Indira Mitra Boiler


https://hargaboiler.co.id
https://boilermarine.co.id

Email: info@indira.co.id
Email: idmratman@gmail.com

https://www.youtube.com/@Ratman_Bejo/videos

Scroll to Top